Showing posts with label tante sange. Show all posts
Showing posts with label tante sange. Show all posts

Friday, June 15, 2018

June 15, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Kakak Ipar - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Tentu saja kedatanganku disambut gembira oleh pasangan muda itu, khususnya oleh kakakku, Mbak Elin (nama samaran). Kelihatannya ekonomi kakakku masih paspasan. kisah sex Rumah yg dikontrak ialah rumah petak dan melulu berkamar istirahat satu, ruang tamu kecil dan ruang santap merangkap dapur, serta kamar mandi kecil. Dgn situasi rumah laksana itu, aku darurat tidur bersamasama Mbak Elin dan suaminya Mas Ari.

Aku istirahat di sebelah kanan, Mbak Elin di tengah dan Mas Ari di sebelah kiri. Malam tersebut aku berbincangbincang dgn kakakku hingga larut malam, kulihat Mas Ari sdh tertidur lebih dulu. Sampai kesudahannya kami kehabisan kisah dan tertidur. Kurang lebih jam 04:00 pagi Mbak Elin bangun dan terbit kamar guna urusan dapur. Aku tahu ini ialah kebiasaan sewaktu remaja. Dia tidak jarang kali bangun sangat awal.

Cerita dewasa terbaru, Sebenarnya aku jg terjaga saat ia turun dari lokasi tidur, namun aku tetap di lokasi tidur sebab malas. Dalam keremangan lampu 5 watt, kulirik Mas Ari kakak iparku yg masih kelihatan istirahat pulas di sebelahku tanpa terhalang oleh tubuh Mbak Elin, walaupun jarak kami lumayan jauh.Dalam tidurnya yg telentang dgn mengenakan piyama warna abuabu, tanpa sengaja kulihat ke arah selangkangannya. Kulihat sesuatu yg mencuat tinggi dari balik celananya.

Hatiku berdesir terdapat perasaan hangat menyelusuri tubuhku, kutahan nafasku. Aku tdk berani bergerak dan aku tetap purapura istirahat walaupun kupincingkan mataku untuk merasakan pemandangan yg syuur itu. Tibatiba Mas Ari mengembalikan badan menghadap ke arahku, kupejamkan mataku. Aku purapura masih tertidur lelap. Tibatiba kurasakan tubuh Mas Ari digeserkan mendekatiku, entah disengaja atau tdk, namun gerakannya paling hatihati, barangkali takut aku terbangun.


Aku tetap purapura masih istirahat dalam posisi telentang, jantungku berdegup keras, aku tdk tahu apa yg mesti kuperbuat. Kuatur nafasku, hendak rasanya aku melompat turun dan terbit kamar. namun desiran hangat yg mempercepat peredaran darahku membuatku membatalkan niatku.Tangan Mas Ari laksana tanpa sengaja menempel ke tanganku, aku tetap tdk bergerak. Tdk berapa lama, kurasakan tangannya menindih tanganku, dan itu lumayan lama hingga aku bingun mesti melakukan apa. Ketika dilihatnya aku diam saja, kurasakan dia mulai membelai lengan dgn lembut dan kurasakan kehangatan yg paling menyenangkan.

Tangannya terus membelai ke atas leherku, aku menyangga kegelian. Melihatku diam saja, Mas Ari semakin berani dan tangannya mulai turun guna merabaraba buah dadaku dari luar daster. Tdk lama kemudian, tali daster dan tali BHku diturunkan dan tangannya menerobos masuk ke dalam buah dadaku. Aku menggelinjang saat jarinya meremas buah dadaku dgn lembut, dan mengeluselus puting susuku.

Nafasku memburu, aku kian terangsang, bahkan Mas Ari tanpa sadar sudah merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Kaki kirinya sudah menindih kedua lututku yg diam mustahil berontak, sebab hasratku membuatku bingung. Kurasakan penisnya yg sudah mengeras di balik piyamanya menempel ketat di pinggul kiriku. Dan aku masih purapura tidur.

Dilepaskan tangannya dari BHku, tangan kirinya merayap di pahaku, kemudian menyusup di bawah daster dan membelai paha atas unsur dalam dan kesudahannya berhenti di pangkal paha. Dielusnya dgn lembut bibir kemaluanku yg masih rapat terbungkus dgn celana dalam, kurasakan kehangat dan perasaan nikmat mengalir di dalam dinding kemaluanku.

Elusan di atas celana di depan memek, kadangkadang diselipkan jari tanganya dari samping celanaku menciptakan dinding memekku berdenyut lembut dan enak. Aku menikmati bahwa kepunyaanku sdh basah. Tiba saatnya Mas Ari memasukkan tangan kirinya ke dalam celanaku melewati pusar, ketika tersebut aku sadar dan aku takut bila Mbak Elin tibatiba masuk, maka kupegang tangannya dan kutahan supaya Mas Ari tdk meneruskan niatnya. namun tangannya tdk mau terbit dari celanaku dan aku tetap menahannya.

Kubuka mataku, kutatap wajahnya. Mas Ari tersenyum, namun aku tdk dapat menjawab senyumnya. Aku hendak marah kepadanya atas kelancangannya, namun aku tdk dapat, sebab dalam gejolak rangsangan yg membuaiku sebetulnya aku sdh kehilangan rasioku. Aku menikmatinya dan penolakanku lebih mempunyai sifat kekhawatiranku akan timbulnya Mbak Elin dari pintu kamar yg tdk terkunci. Dalam suasana demikian kuarahkan pandanganku ke pintu kamar. Mas Ari menciduk apa yg kumaksud.

Ditariknya tangannya dari celanaku, dan dia segera turun dari lokasi tidur dan segera menguncipintu kamar. Aku tdk tahu apa yg mesti kuperbuat, seharusnya aku bangun dari lokasi tidur dan segera terbit kamar, sampai-sampai dapat terhindar dari tindakan Mas Ari yg lancang itu, namun tdk. Bagian dalam memekku masih berdenyut dgn lembut, aliran darahku dan birahiku masih belum turun dari kepala. Sensasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan dgn pacarku saja aku masih sekedar bergandgn tangan saja. Entah apa yg kubayangkan ketika itu.

Kubalikkan tubuhku menghadap tembok membelakangi Mas Ari yg pulang dari arah pintu. Direbahkannya tubuhnya rapat di belakangku sambil unik pundakku ke arahnya, sampai-sampai aku pulang dalam posisi telentang dan dia mengupayakan menciumku, namun aku mengelak dari ciumannya. Kugelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, hingga akhirnya Mas Ari dapat menangkap mulutku dgn mulutnya. Saat tersebut aku sdh tdk bisa lagi menyangga kuasa nafsu birahi dari dalam tubuhku yg masih perawan ini.

Itulah kesatu kalinya aku dihirup oleh seorang lakilaki, aku masih bebal ketika dia menyedot dan menjilat bibirku. Aku tdk menyerahkan tanggapan yg seharusnya perempuan berikan saat dicumbu seorang lelaki, aku masih kaget, nafasku tdk beraturan, namun nafsuku bangkit kembali. Tanpa sadar kupeluk pundaknya eraterat saat tangannya meremasremas buah dadaku. Kurasakan payudaraku mulai mengeras, lagipula ketika puting susuku dipelintir ke kanan dan ke kiri berulangulang dgn lembut. Sensasinya sungguh diluar dugaanku.

Ketika bibirnya mulai menjalar ke leherku, tangannya pindah dari dada ke arah selangkangan, kubiarkan Mas Ari membuka ujung bawah daster dan menelusup ke bawah celana dalam. Diusapusapnya rambut kemaluanku untuk sejumlah lama, dan lantas jari tangannya mulai terasa menggesek dinding memek dan lantas ke atas ke arah klitoris.
Aaahh.., terdapat rasa ngilu yg paling nikmat.

Beberapa lama jarinya membelai dan menggeletarkan klitorisku, tanpa sadar kuikuti iramanya dgn menggoyang pingulku. Kenikmatan sdh menjalar ke semua kelamin, ke pinggul dan bahkan ke unsur pantatku. Aduh nikmat sekali.

Aku mengerang dan mendesah pelan sarat kenikmatan. Ketika Mas Ari unik tangannya dari dalam celana, aku merasa kecewa, ternyata tdk, ia ternyata mencungkil celananya ke bawah sampai-sampai penisnya yg sudah berdiri dgn kokoh menyeruak keluar. Kepala yg membesar sudah mengkilat. Dibimbingnya dgn lembut tangan kiriku ke arah penisnya dan aku tdk kuasa lagi menolaknya. Kugenggam dan kuremasremas dgn lembut batang panjangnya.

Inilah kesatu kalinya aku menyaksikan sekaligus menyentuh perangkat kelamin seorang lakilaki. Dadaku bergetar sarat birahi, lantas ketika jarinya pulang memainkan klitorisku, sedang jari lainnya semakin masuk ke dalam liang senggamaku, maka kukocok penisnya semakin cepat.

Kudengar nafasnya mengejar disertai desis yg pendek dari mulutnya. Dinding dalam liang kewanitaanku berdenyut semakin dalam. Kujepit jarinya dgn bibir bawahku, aku tdk tahan lagi, kesenangan sdh menjalar sampai ujung rambut. Tibatiba denyutan yg powerful datang dari arah liang rahimku. Aku menyangga nafas, aku menggelinjang dan kujepit jarinya dgn kuat. Aku telah menjangkau puncak, liang kewanitaanku berkedutkedut dgn kuat.

Aahh.., dan pada ketika yg nyaris bersamaan, Mas Ari menekankan pinggulnya ke pahaku, dan penis yg berada dalam genggamanku terasa berkedutkedut dgn kuat, dan kurasakan air maninya menyemprot dan mengairi pahaku.

Aaahh.., melulu desisan yg bisa kukeluarkan dari mulutku.

Beberapa detik aku terbaring dgn lemas bersebelahan dgn tubuh hangatnya Mas Ari. Dgn malas aku bangun, kubuka pintu kamar dan segera aku ke kamar mandi. Aku fobia bertemu Mbak Elin yg masih sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi kami.


Saat di kamar mandi, aku sempat menginginkan sensasi kesenangan yg berlangsung sejumlah menit yg lalu. Ada perasaan senang bercampur dgn perasaan fobia bergejolak di dalam diriku ketika kubersihkan kemaluanku di kamar mandi. Mas Ari masih telentang di lokasi tidur seraya tersenyum menatap wajahku saat aku terbit dari kamar mandi dan langsung mengarah ke ke dapur menolong Mbak Elin yg tdk memahami adanya sensasi estetis di kamar itu.

Hari tersebut jg kuputuskan aku mesti pulang ke kotaku, aku tdk mau urusan tersebut terjadi lagi. Bukan aku tdk menyukainya, namun aku tdk hendak rumah tangga kakakku menjadi berantakan garagara kehadiranku yg membangunkan birahi suaminya. Mbak Elin kaget saat aku pamitan guna pulang. Aku memberikan dalil bahwa terdapat tugas kuliah yg tak sempat kuselesaikan.

Thursday, June 14, 2018

June 14, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Amoy Semok - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Sejak peristiwa sexku dengan Diana aku semakin aktif untuk mengekor senam, yach biasa untuk mengalirkan hasratku yang menggebu ini.

Kegiatan ini seluruh tentunya pun rapi sebab ku nggak kepingin istriku tahu urusan ini. Suatu saat aku diperkenalkan pada teman-teman diana satu kelompok, dan pinter sekali bersandiwara dengan berpura-pura sudah bertemu denganku pada sebuah pesta pernikahan seseorang sampai-sampai temannya tidak terdapat yang curiga bahwa aku telah bersangkutan dengan diana.


Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku mesti langsung kekantor guna mempersiapkan pertemuan urgen nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk melakukan pembelian perlengkapan kantor yang kurang, ketika aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku terdapat yang mencolek, ketika kutoleh dia ialah fifi rekan diana yang tadi dikenalkan.

“Belanja Apa De…, kok serius banget…”, Tanyanya dengan senyum manis.
“Ah enggak cuman tidak banyak untuk keperluan kantor aja kok…”
Akhirnya aku terlibat pembicaraan ringan dengan fifi. Dari pembicaraan tersebut kuperoleh bahwa Fifi ialah keturunan cina dengan jawa sampai-sampai perpaduan wajah tersebut manis sekali kelihatannya. Matanya sipit namun alisnya tebal dan…, Aku pulang melirik kearah dadanya.., alamak besar sekali, kira-kira 36C bertolak belakang jauh dengan diana sahabatnya.
“Eh.., De aku terdapat yang pengin kubicarakan sama anda tapi tidak boleh sampai tahu diana ya”, pintanya seraya melirikku sarat arti.
“Ngomong apaan sih.., serius banget Fi…, apa perlu?”, tanyaku sarat selidik.
“Iya butuh sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, anda naik apa..”, tanyanya lagi.
“Ada kendaraan kok aku…” timpalku penasaran. Akhirnya kuputuskan Fifi ikut aku walaupun mobilnya ada, nanti bila omong-omgngnya sudah berlalu Fifi tak antar lagi ketempat ini.
“Masalah apa Fi anda kok serius banget sih…”, tanyaku lagi.
“Tenang De…, ikuti arahku ya…, santai saja lah…”, pintanya.
Sesekali kulirik paha Fifi yang putih tersebut tersingkap sebab roknya pendek, dan Fifi tetap tidak berjuang menutupi. Sesuai tuntunan arah dari Fifi kesudahannya aku menginjak rumah besar serupa villa dan dikisahkan oleh Fifi bahwa tempat tersebut biasa digunakan untuk persewaan.

“Ok fi kini kita kemana ini dan anda mau ngomong apaan sih”, tanyaku tak sabar, sesudah aku masuk ruangan dan Fifi mempersilahkan duduk.
“Gini De langsung aja ya…, Kamu pernah menikmati Diana ya..?”, tanyanya.
Deg…, dadaku berguncang mendengar ucapan Fifi yang ceplas ceplos itu.
“Merasakan apaan sih Fi?”, tanyaku pura-pura bodoh.
“Alaa De tidak boleh mungkir aku dikasih tahu lho sama Diana, dia mengisahkan bagaimana sukanya dia menikmatimu…, Hayooooo masih mungkir ya…”.
Aku melulu diam tetapi sedikit grogi juga, nampak wajahku panas mendengar penuturan Fifi yang langsung dan tanpa sungkan tersebut. Aku terdiam sedangkan Fifi merasa diatas angin dengan bercakap panjang lebar seraya sesekali dia senyum dan menyilangkan kakinya sampai-sampai nampak pahanya yang mulus tanpa cacat. Aku melulu cengar cengir saja mendengar seluruh omomgannya.
“Gimana De masih inginkan mungkir nih…, Bener seluruh kan ceritaku tadi…?”, Tanyanya antusias.
Aku melulu tersenyum kecut. Kuperhatikan Fifi meninggalkan lokasi duduknya dan tak lama kemuadian dia terbit sambil membawa dua gelas air minum. Fifi pulang menatapku tajam aku laksana tertuduh yang menantikan hukuman. Tak lama berselang pulang Fifi berdiri dan duduk disampingku.

“De…”, sapanya manja.
Aku melirik dan, “Apa?”, jawabku kalem.
“Aku mau laksana yang kau kerjakan pada Diana De…”, aku tidak banyak terkejut mendengar pengakuannya dan tanpa melemparkan waktu lagi kudekatkan bibirku pada bibirnya.
Pelan dan kurasakan bibir Fifi hangat membara. Kami berpagut bibir, kumasukkan lidahku ketika bibir Fifi terbuka, sedangkan tanganku tidak bermukim diam. Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Bibirku masih bermain semakin larut dalam bibirnya. Fifi kelihatan merasakan sekali sentuhan tanganku pada payudaranya. Sementara tangan kananku mengelus lembut punggungnya. Fifi semakin menjadi leherku diciumi dan tangan Fifi berada dipunggungku. Tanganku beroperasi semakin jauh dengan meraba paha Fifi yang mulus dia semakin menggelinjang ketika tangan kananku mulai masuk dalam payudaranya. Tanpa menantikan reaksi lanjutan aku mendongkrak BH sampai-sampai tanganku dengan gampang menyentuh putting yang mulai mengeras.

Kudengar nafas Fifi mengejar dengan diselingi ucapan yang aku tak mengerti. Fifi mulai pasrah dan kedua tangaku mendongkrak kaos sehingga sekarang Fifi melulu memakai rok mini yang telah tidak lagi berbentuk sementara BH hitam telah tidak lagi memblokir payudaranya. Kudorong perlahan Fifi guna berbaring di Sofa, Aku terkagum menyaksikan putihnya tubuh yang hampir tanpa cacat. Kuperhatikan putting susunya memerah dan kaku, bulu-bulu halus berada disekitar pusar meningkatkan gairahku. Fifi melulu terpejam dan aku mulai menurunkan rok mini sesudah jariku sukses menyentil pengait dibawah pusar. Kini Fifi melulu tinggal menggunakan CD dan BH hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku bergegas mempreteli pakaianku dan melulu tinggal CD. Cepat-cepat kutindih tubuh mulus tersebut dan Fifi mulai menggelinjang menikmati sesuatu mengganjal dibawah pusarnya. Aku turun menciumi kakinya sesenti demi sesenti.
“Enggghh hhss”, melulu suara tersebut yang kudengar saaat mulutku bertindak di lutut dan pahanya.

Penisku terasa sakit sebab kejang. Mulutku mulai menjalar di paha.., benar-benar kunikmati sejengkal demi sejengkal. Tanganku mengupayakan menelusuri wilayah disela pahany, Dan kudengar suara tersebut semakin menjadi ketika tanganku sukses menyusup dari pinggir CD hitam dan sukses menemukan lokasi berbulu dengan tidak banyak becek didalamnya. Tanganku terus mengelus bulu-bulu kaku dan tangan satunya berjuang mempermudah dengan menurunkan CD didaerah pada berpapasan dengan mulutku. Kusibak seluruh penghalang yang menghalangi tanganku guna menjamah kemaluan, dan sekarang semakin nampak wajah pribumi kemaluan Fifi estetis montok putih kemerahan dengan bulu jarang tapi tertata letaknya. Mataku terus memantau kemaluan Fifi yang menarik, kulihat klitorisnya membengkak terbit merah muda warnamya…, aku semakin terangsang hebat.

Mulutku masih disela pahanya sedangkan tanganku terus menjebol liang semakin dalam dan Fifi semakin menggelinjang terkadang mengejang ketika kupermainkan daging kecil disela gua itu. Kusibakkan dua paha dengan merentangkan kaki kanan pada sandaran sofa sementara kaki kiri kubiarkan menyentuh lantai. Kini kemaluan Fifi semakin tersingkap lebar. Mulutku telah tak sabar hendak merasakan lidahku telah berdecak kagum dan bercita-cita cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja tersebut dengan bulu yang tidak banyak. Kumisku bergeser perlahan beradu dengan bulu halus kepunyaan Fifi dan dia hanya dapat terpejam dengan lenguhan panjang separuh menjerit. Kubirakan dia mengguman tak karuan. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil kepunyaan Fifi yang menjorok keluar. Kuadu lidahku dengan daging kecil dan bibirku tak henti mengecup, kurasakan kemaluan semakin basah.

Fifi berteriak semakin keras ketika tangaku pun mengambil inisiatif guna meremas payudaranya yang bergerak kiri kanan ketika Fifi bergoyang kenikmatan. Aku pun tidak tahan menyaksikan semua ini. Kutarik bibirku menjauh dari kemaluanya dan kulepas Cdku sampai-sampai nampaklah batang penisku yang telah tegak berdiri dengan ujung merah dengan tidak banyak lendir. Kusaksikan Fifi masih terpejam kudekatkan ujung penisku hingga akhirnya menyentuh kecil kemaluan Fifi. Jeritan Fifi semakin menjadi dengan mengusung pantatnya agar penisku menjenguk lubangnya. Kujauhkan penisku sebentar dan kulihat pantat Fifi semakin tinggi mencari. Kugesek gesekkan lagi penisku dengan keras, aku terkejut tiba-tiba tanfan Fifi menagkap batang penisku dan dibimbing menuju lubang yang sudah disiapkan. Denga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Saat kepala penis masuk Fifi menjerit keras dan menjepitkan kedua kainya dipinggangku. Kupaksakan perlahan batang penisku akhirnya sukses menjenguk lubang terdalam kepunyaan Fifi. Kaki Fifi kaku menahanku dia membuka mata dan tersenyum.

“Jangan digoyang dulu ya De…”, pintanya dan dia terpejam kembali.
Aku menurut keterangan dari saja. Kurasakan kemaluan Fifi berdenyut keras memijit penisku yang terbenam dalam tanpa gerak. Akhirnya Fifi mulai menggoyangkan pantatnya perlahan. Aku menikmati geli yang luar biasa. Kuputar pun pantatku seraya bergerak maju mundur dan ketika penisku terbenam kurasakan bibir kemaluan Fifi ikut terbenam dengan kulit penisku. Tak seberapa lama aku menikmati penisku mulai panas dan geli yang berada diujung aku semakin mengurangi dan manarik cepat-cepat. Fifi merasakan pun rupanya, dia mengimbangi dengan menjepitkan kedua kakinya dipinggangku sampai-sampai gerak penisku terhambat. Saat penis masuk karena pertolongan kaki Fifi semakin dalam kurasakan lokasi yang dituju.
Aku tidak powerful dan, “Fi aku inginkan keluar”, lenguhku.

Fifi melulu tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Akhirnya, Kutekan seluruh penisku dalam-dalam dan kusaksikan Fifi terpejam dan berteriak keras. Kurasakan semprotan spektakuler didalam kemaluan Fifi. Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Fifi berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat. Bibirnya menggigit dadaku sedangkan pantatnya terus mengejang kaku, aku melulu terdiam menikmati nikmatnya seluruh ini.
Aku menindih Fifi dan penisku masih betah didalam liang sanggamanya. Fifi membelai punggungku perlahan seolah merasa fobia kehilangan kesenangan yang telah direguknya. Perlahan kujauhkan pantatku dari tubuh Fifi dan kurasakan dingin penisku saat terbit dari liang kenikmatan. Aku terlentang menikmati sisa-sisa kenikmatan. Fifi pulang bergerak dan berdiri. Dia tersenyum melangkah mengarah ke kamar mandi. Kudengar suara gemericik air mengguyur…,
Fifi pulang mendekatiku, aku duduk diatas karpet guna berdiri berkeinginan membersihkan penisku yang masih belepotan, aku terkejut ketika Fifi pulang mendorongku guna tidur.
“Eh fi aku inginkan ke kamar mandi dulu.., bersih- bersih nih…”
Tapi tak kudengar jawaban sebab Fifi membungkuk di sela pahaku dan kurasakan mulut Fifi kembali bertindak memanjakan penisku dengan lidahnya. Aku geli menggelinjang menikmati nikmatnya kuluman mulut Fifi ke penisku. Telur penisku dijilat dan dihisap perlahan. Serasa ujung syarafku menegang.

Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan namun Fifi semakin buas melumat penisku. Ujung penisku dihisap kuat-kuat lantas dilepas lagi dan tangnnya mengocok tiada henti. Akhirnya aku menyerah guna merasakan kesenangan mulut Fifi yang semakin menggila. Kulihat kepala Fifi naik turun mengelomoh penisku yang menegang. Saat mulutnya menghisap kusaksikan pipi Fifi kempot laksana orang tua. Penisku dikeluarkan dari mulutnya dan kusaksikan kepala penisku telah memerah siap guna menyemprotkan air kehidupan. Fifi pulang menggoyang mulutnya guna penisku tiada henti. Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa. Dihisap dan dikulum. Lidahnya menjilat dan mengecap semua bagian penisku. Tangan Fifi menolong mulutnya yang mungil memegangi penisku yang mulai tak pasti arah. Aku kegerahan, kupegang kepalanya dan kuataur ritme supaya aku tidak cepat keluar.


Hanya suara mengherankan itu yang sanggup terbit dari mulutku. Aku mengupayakan duduk untuk menyaksikan seluruh gerakan Fifi yang semakin binal pada penisku. Kepala Fifi tetap dalam dekapan tangaku, kuciumi rambutnya yang halus dan kobelai punggungnya yang putih licin, dia mulai berkeringat mengagumu penisku. Mulut Fifi berguman merasakan ujung penisku yang semakin membonggol. Tanganku kuarahkan guna meremas payudaranya. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kuremas powerful Fifi melulu mengguman dan melenguh. Gila, Sayang aku tidak sukses mengatur masa-masa yang lebih lama lagi guna tidak menerbitkan cairanku. Mulut Fifi sekain buas melihat tingkahku yang mulai tak karuan. Lenguhku semakin keras. diluar sangkaan Fifi semakin kuat mengerjakan kuluman dan hisapan peda penisku. Akhirnya aku tidak tahan merasakan kesenangan yang tiada tara ini. Kuangkat pantatku tinggi – tinggi, rupanya Fifi memahami maksudku, dimasukkannya dalam-dalam penisku dan kurasakan Fifi tambah powerful menghisap cairanku aku jadi merasa tersedot masuk dalam mulutnya.

Tak seberapa lama sesudah cairanku habis, Fifi masih mengulum dan mencuci sisa-sisa dengan mulutnya. Aku hanya dapat tengadah menikmati semuanya. Setelah tersebut Fifi mulai melepas mulutnya dari penisku. Kulihat semuanya telah bersih dan licin. Fifi tersenyum dan dia membelai dadaku yang masih telanjang. Aku baru dapat berdiri dan mengarah ke ke kamar mandi ketika Fifi beranjak dari duduknya guna membuatkan aku minuman. Kubersihkan diriku. Aku minum sejenak, dan Fifi melulu diam saja memandangiku.
“Kenapa Fi…?”, tanyaku.
Dia memandangku dan berkata, “Maaf ya De sebetulnya aku tadi melulu memancingmu saja kok, aku nggak tahu anda udah pernah main ama Diana atau belum, abisan aku lihat tatapan mata Diana sama anda kadang mesra sekali sih aku jadi curiga”
“Gila, kupikir”, namun aku melulu senyum saja mendengarnya.

Tak terasa masa-masa sudah mengindikasikan jam 12.45 aku mesti bergegas guna menyiapkan rapat. Kami berdua mengarah ke ke toko lokasi Fifi memarkir mobilnya. Selama diperjalanan kami semakin mesra dan berkali-kali kudengar lenguh manja Fifi seakan masih merasakan sisa-sisa orgasmenya. Tangankupun sekali-kali tidak lagi fobia menelungkup disela pahanya atu penggelayut dipayudaranya yang besar. Bahkan Fifi semakin tidak mempedulikan pahanya tersingkap lebar dengan rok terangkat guna mempermudah tanganku menjelajah dikemaluannya. Fifipun enggan kalah penisku jadi sasaran tangannya ketika tangaku tidak menduduki kemaluannya. Kurasakan penisku tegang kembali. Fifi melulu tersenyum dan meraba terus penisku dari luar celana. Akhirnya sampai pun ditempat Fifi memarkir mobil dan kami berpisah, Fifi menyerahkan kecup manja dan perkataan terima kasih.

Aku melulu tersenyum dan bergumam, “Besok aku inginkan lagi..”
Fifi mengangguk dan berbicara “Kapanpun Ade mau, Fifi bakal layani”
Hati setanku bersoak mendengar jawaban yang berisi makna kemanjaan suatu penis dan keganasan kemaluan memerah dengan bulu halus. Diana tidak mengetahui bila aku sering menikmati kemaluan Fifi yang putih dan lunak itu. Mereka masih tetap akrab dan berjalan bareng seperti biasanya

Friday, May 11, 2018

May 11, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Tante Janda Imut - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Sebenarnya aku masih tergolong seorang pelajar SMU namun di sini aku hendak menceritakan kisahku yang pernah mengerjakan adegan layaknya dalam kisah dewasa bareng seorang janda imut. Namaku Andri dan masih duduk di ruang belajar dua SMU, keseharianku melulu pergi sekolah dan nongkrong bersama teman sekaligus seraya berbagi empiris tentang kisah dewasa yang pernah kami lakukan.

Sudah tidak sedikit temanku yang pernah merasakan kisah sex meskipun masih duduk di ruang belajar Satu SMU. Tapi aku tidak hingga akhirnya menginjak ruang belajar dua akupun mengerjakan hal itu, tanpa aku duga sebelumnya sebab baru kesatu kali mengerjakan dengan seorang janda pula. Tapi janda tersebut begitu imut dan paling ayu aku biasa memanggilnya mbak Dewi dan dia masih berumur selama 29 tahun.

Hari tersebut mbak Dewi lewat depan rumahku, aku yang sedang mencuci motorku hanya dapat mencuri pandang padanya. Karena saat tersebut juga ibuku dan ayahku sedang duduk santai minum teh di teras depan rumah, ketika mbak Dewi memberi salam sama ibu ayahkupun menyerahkan senyumnya ” Pagi bu Johan.. ” Ibuku membalas tapi dengan muka dingin ” Pagi Wi… ” Katanya dan langsung melotot pada ayahku.

Sedangkan aku hanya dapat tersenyum menyaksikan tingkah ayah dan ibuku, tapi pria mana yang tidak tergoda oleh tubuh sesksi mbak Dewi saat dia melenggang lewat depan seorang lelaki. Begitu pun dengan aku sebab sudah tahu bila mbak Dewi bakal pergi kepasar yang berada satu kilo dari rumah, akupun langsung mengobarkan motorku guna mengejarnya tanpa sepengetahuan orang tuaku.

Ternyata benar tidak berapa lama lantas aku lihat Mbak Dewi berlangsung di trotoar ” Ayo mbak saya anter … sekalian inginkan ke pasar juga.. ” Dia tersenyum dan berbicara ” Dik Andri nggak usah aahh.. bentar lagi pun sampai… ” Tapi aku tetap menawarkannya dan kesudahannya diapun inginkan ikut denganku. Terasa senang rasa hatiku kala tersebut ketika mbak Dewi memegang pinggangku dari belakang.

WWW.VIPRCTI99.NET Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Akupun mengerjakan hal yang dapat menguntungkan aku, saat melewati jalan yang agak berlubang dengan sengaja aku melewatinya dan ” Aauuww… pelan-pelan dik An….. ” Katanya dengan lebih erat mendekap tubuhku, akupun menggodanya dengan bilang ” Nggak papa mbak pegangan saja…. ” Kataku dengan nada membujuk dan aku yakin bila dia tersipu malu di belakangku.

hampir masing-masing hari aku menggoda mbak Dewi saat kami berpapasan hingga akhirnya pada suiatu hari, dia mengajakku guna mengantarnya ke lokasi tinggal tantenya yang terdapat di wilayah cakung cukup jauh dari kotaku, namun aku mau mengantarnya lagipula hari tersebut kebetulan hari minggu dan akupun memang telah terbiasa tidak kembali seharian sampai-sampai orang tuaku tidak tidak sedikit bertanya.

Aku merasa ketiban durian runtuh hari itu, bagaiaman tidak bila mbak Dewi yang tidak jarang kali menjadi bunga mimpiku mengajakku dan dengan mesranya dia peluk tubuhku dari belakang. Sampai akhirnya saat melewati jalanan sepi dengan sengaja aku memegang tanganya dengan lembut dan aku tidak menduga dia tidak mempedulikan aku melakukan urusan tersebut dan aku senang di buatnya.

Begitu hingga di lokasi tinggal tantenya mbak Dewi langsung mengajaku guna masuk dan diapun terlihat membual akrab dengan tantenya yang masih muda juga. Dan tidak berapa lama kemudia aku lihat tantenya terdapat yang menjemput kemudian pergi dengan orang yang membawa mobil itu, sebab dari dalam ruang tamunya aku tidak dapat menyaksikan apa seorang cowok atau cewek yang menjemputnya.

Saat tersebut mbak Dewi menatapku dengan demikian tajam saat tersebut aku memahami untuk aku mendekatinya, dan benar saja saat wajahku begitu dekat wajahnya diapun langsung melumat berakhir bibiurku dan aku balas dengan lebih ganas lagi ” Ooouugggh.. sayang… mbak.. dari dulu suka anda Andri…. aaaagggggghhhhh…. ” Katanya seraya terus melumat berakhir bibir dan pun wajahku.

Layaknya pemain dalam kisah dewasa dia begitu lihai emmbuka bajuku dan baju yang dia pakai. Kini tubuh kami telah sama-sama telanjang bulat, saat tubuh kami bersentuhan ketika itulah aku merasa kontolku menegang dan mengganjal perut mbak Dewi saat aku peluk tubuhnya, diapun mendorong tubuhku kemudian meliaht ke arah kontol yang menegang itu.

Dengan lembutnya dia elus kontolku dengan tangannya lantas dia masukan dalam mulutnya ” Aaaggghhhh… aaaagggghh… mbak….. aaaggghh …pelan.. mbak…. ” Kataku sebab tidak tahan dengan kuluman mulut mbak Dewi, namun begitu dia pelankan kulumannya aku justeru semakin geli dan merasa nikmat pun pada akhirnya, ketika itulah aku pejamkan mataku.

Karena tidak kuat pun akupun mengajak mbak Dewi guna segera berbaring di lokasi tidur ” Ayo.. mbak.. Andri nggak powerful lagi… aaaagagggggghhh…. ” Kataku ketika itu, laksana dalam adegan kisah dewasa mbak Dewi bangun dan dia mendorong tubuhku guna lebih dekat pada lokasi tidur, ketika itulah dia merebahkan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk menciduk tubuhku guna menindihnya.

Saat itulah aku masukkan kontolku dan langsung menerbos dengan masuk kedalam memeknya yang telah basah, sebab begitu aku masukkan kontolku langsung menerobos masuk dalam memeknya dan akupun bergerak di atas tubuhnya ” Ooouuuuugghhh… oooouuuggghhh… aaaagaggghhh… aaaaagggghh… aaaggghh ” Desahan mbak Dewi membuatku hendak segera menyelesaikan permaian ini.

Karena aku pun sudah merasa tidak mampu untuk menyangga kontolku supaya tidak bergerak dalam mememknya tapi kesudahannya ” Ooooouuuggh.. mbak… ma..af.. itu… su…dah …keluar… aaaaggggghhhh….aaaaggggghhh….. ” Akupun merintih saking nikmatnya permainan kisah dewasa ini, dengan eratnya aku dekap tubuh mbak Dewi begitu pun dia peluk tubuhku dan menghirup wajahku.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Wednesday, May 9, 2018

May 09, 2018

Cerita Sex dengan Kimcil Binal Yang Masih Rapet - ceritasexnes.blogspot.com

Aku duduk santai di taman kota pagi ini, sebab saat ini aku sedang menantikan seseorang yang aku ajak ketemuan disini. Namaku Rizki seorang cowok yang masih mengerjakan penjajakan dengan seorang wanita mempunyai nama Lisa, gadis manis yang jauh lebih muda dariku. Karena ketika ini umurku 33 tahun sementara Lisa masih berusia 20 tahun aku mengenalnya lewat temanku.

Pertama kali menyaksikan Lisa aku sudah membubuhkan hati padanya sebab senyum manisnya dan pun tutur katanya yang lembut. Maklum saja dia gadis jawa pribumi karena tersebut dia memang tampak mempunyai wajah ayu juga, di lokasi kerja aku selalu menginginkan wajah Lisa dan telah tidak sabar menantikan saat-saat laksana ini meskipun agak lama pun aku menunggunya.

Aku menyaksikan sekelilingku nampak tidak sedikit pasangan kekasih sedang merajut cinta. Aku yakin bila mereka telah pada pernah mengerjakan adegan laksana dalam kisah ngentot, sebab di lokasi umum saja mereka begitu mesra lagipula di lokasi yang melulu ada mereka berdua. Aku tersenyum dengan jalan pikiranku sendiri pulang aku mencampakkan punggungku pada kursi taman.

Tidak lama lantas terlihat Lisa mendekatiku, akupun menyerahkan senyuman termanisku padanya. ” Hei… maaf lama ya nunggunya… ” Aku mempersilahkan dia duduk dan membalas ” Nggak pa-apa kok.. sekalian aku cuci mata dari tadi… ” Kamipun membual lama di taman itu sampai kesudahannya aku menyuruh Lisa beranjak dari tempat tersebut dan menggali tempat untuk membual lebih nyaman lagi.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Saat tersebut juga aku menembak Lisa guna aku jadikan pacarku, dan alangkah senanganya aku saat dia membalas iya. Kamipun menjalin hubungan pacaran sejaka saat tersebut dan mulai saat tersebut aku menyerahkan perhatian lebih pada Lisa yang masih duduk di bangku kuliah. Dan aku yang telah dewasa mesti dapat mengerti masing-masing kemauannya yang seringkali masih bersikap kekanakan.

Tapi aku mesti memaklumi urusan itu, akupun sering menyuruh Lisa terbit sekedar santap ataupun nonton. Tapi sampai saat ini aku belum pernah mengerjakan hubungan intim laksana dalam adegan kisah ngentot, sebab aku mengawal supaya urusan tersebut jangan hingga terjadi, entahlah aku begitu hendak melindungi lisa dengan sepenuh hatiku barangkali ini yang disebut cinta.

Tapi urusan tersebut tidak dilangsungkan lama sebab menginjak dua bulan hubungan kami kesudahannya aku dan Lisa mengerjakan adegan layaknya dalam adegan kisah dewasa tersebut. Saat tersebut Lisa datang ke kantorku, dia langsung berangkat dari kampusnya sebenarnya sore tersebut hujan turun dengan lebatnya. Tidak tega aku menyaksikan sebagian bajunya basah oleh air hujan karena tersebut aku menyuruhnya duduk di ruanganku dulu.

Kantor telah mulai sepi sebab sore tersebut semua staf telah pada pulang. Akupun melulu duduk sambil mendekap tubuh Lisa yang kedinginan sebetulnya aku hendak melakukan lebih namun aku dapat menahanya. Tapi begitu Lisa mendongakkan kepalanya dan memblokir matanya seraya membuka bibirnya padaku ketika itulah aku mendaratkan bibirku pada bibirnya yang merekah.

Sampai kesudahannya aku lebih tak waras lagi mengerjakan hal layaknya dalam adegan kisah dewasa ngentot. Kini mulut kami telah sama-sam mengulum bibir kami setiap dan dengan mesranya Lisa mengulum bibirku seraya mendesah ” Oooouuuggghhh….. oooouuuggghhh… aaagggghhhh….. aaaagggghh… ” Desahnya membuatku semakin bergairah saja dan akupun melumat bibir Lisa.

Mungkin sebab masih muda Lisa paling bergairah mengerjakan adegan laksana dalam kisah dewasa ngentot kali ini. Dengan melepas pakaian yang dia kenakan saat tersebut akhirnya tubuhnya telah mulus di depanku aku cium masing-masing lekuk tubuhnya dan aku lihat teteknya yang seakan menantang aku guna segera meremasnya. Akupun langsung meremas tetek Lisa dengan kedua tanganku.

Sampai kesudahannya aku lihat dia merintih tidak tahan dengan remasan keras tanganku ” Oooouuuggggghh…. aaaaagggggghhh…… sa… yang….. aaaaaagggghhhh… te… rus….. sa… yang….. aaaagggghghh… ” Semakin keras desahan Lisa kala tersebut dan akupun menikmati semakin bergairah merasakan toketnya yang begitu lunak dan terasa hangat itu, kemudian aku benamkan wajahku.

Pada toket Lisa lantas aku berpindah melepas celanaku hingga akhirnya aku acungkan kontolku pada memeknya yang sejak tadi telah aku buka ” Aaaaaggghh… pelan…. pe… lan…. aaaaagggggghhh….. aaaaaaggggghhhh….. aaaaaaaggggghhh…. ” Lalu aku goyang pantatku perlahan di atas tubuh Lisa dan pulang aku dengar Lisa mendesah merasakan goyangan pantatku.

Akhirnya akupun tidak tahan guna segera mempercepat goyangan pantatku ” Ooouugggh… aaaaggghhh….. oooouuuggghhh…. aaaaagggghh… ” Kini aku yang mendesah seraya terus bergoyang hingga akhirnya akupun merasa bila kontolku bakal segera mencungkil sperma kentalku dalam memek Lisa, akupun mempercepat hentakan kontolku dan semakin tegang pun tubuhku.

Dengan mengurangi lebih dalam lagi kontolku, seakan dapat menjebol rongga memek Lisa. Aku dekap semakin erat tubuh Lisa seraya ” OOoooouuuuggggghhhhh…. ooooouuggghh… aaaaagggghhhh… “Tumpah telah lendir hangat dari dalam kontolku. Lisapun menikmatinya dia dekap tubuhku sambil menyerahkan ciuman berulang kali pada wajahku dan pun seluruh leherku, aku yakin diapun menikmati puncak kepuasan.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Thursday, May 3, 2018

May 03, 2018

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

BOKEP KOREA PASANGAN ABG NGENTOT DI HOTEL

PASANGAN KOREA ENA-ENA DI HOTEL

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli
bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Sunday, April 22, 2018

April 22, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN TEMAN SEKANTOR - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Umurku sekarang 39 tahun sedangkan Sari berusia 34 tahun. Memang kami kesudahannya berhenti bersangkutan karena ia mesti pindah ke luar kota sedangkan saya tetap di Jakarta. Namun kisahku dengan dia tidak jarang kali menjadi kenangan, bahkan tidak jarang merangsangku. Sari ialah seorang ibu dari dua anak dan bersuamikan lelaki yang baik, mempunyai pekerjaan cukup di suatu perusahaan kepunyaan pemerintah.

Aku sendiri di perusahaan swasta, se kantor dengan Sari. Badanku biasa-biasa saja dengan tinggi nyaris 170 cm, sedangkan Sari selama 165 cm. Badannya lumayan langsing dengan pantat yang agak menonjol. Inilah yang paling menggairahkan saya. Sementara dia bilang sangat menyenangi bersenggama dengan saya sebab ukuran penis saya yang lebih gemuk dari punya suaminya, walaupun panjangnya kira-kira sama.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Hubungan kami berawal dari kedekatan lokasi duduk yang menciptakan kami tidak jarang ngobrol di kala senggang. Aku suka memuji pakaiannya dengan kalimat-kalimat yang mengarah keurusan nafsu. Misalnya, “rokmu bagus deh hari ini, seksi banget kelihatannya” .

Luar biasanya, jawaban Sari lebih menunjukkan lagi, “seksi gimana, hayo, jelasin dong..” Aku seringkali langsung ngejelasin bahwa lekuk tubuhnya jadi tampak dan enak dipandang. Dia senang aku memujinya. Hal-hal begini terjadi dan kian lama kian brani, tetapi tanpa pernah ia tersinggung atau marah.

Nampaknya dia santai-santai aja dan merasakan percakapan, sejauh apapun. Pada sebuah waktu, anda keterusan ngobrol mengenai hubungannya dengan sang suami. Kebetulan paginya, katanya, ia baru bersenggama dengan suaminya, tetapi nggak menjangkau orgasme. Sementara suaminya tidak jarang kali orgasme. Saya langsung memancing,” jadi lagi nanggung dong skarang, ya”.

Eh, nggak nyangka dia menjawab,”napa, mo tolong nerusin nih.. emang mampu?”. Wah, untuk saya peluang nih. Aku langsung menunjukkan pembicaraan ke santap siang bersama di luar kantor. Dia inginkan banget. “Gimana kalo makannya di lokasi yang berdua aja”, aku membuka obrolan di mobil saat kami berangkat menggali tempat makan. Sari membalas dengan pertanyaan sambil menyaksikan ke arahku yang sedang nyetir,” di mana?”. Pikiranku tidak beda ke motel jam-jaman tentunya. Di situ dapat nonton tv, ngobrol, pesen makanan, dianterin ke kamar, bayar, tanpa mesti ketemu muka dengan pendahuluan makanan.

Aku jelasin seluruh itu, dia justeru nyambung,”masa cuman nonton tv, ngobrol, makan..”. Ini jawaban yang ngeresin banget. Aku merasakan tekanan dari dalam celanaku, ereksi yang dahsyat. Akhirnya kami mendarat di motel. Ngobrol-ngobrol lebih jauh, ternyata dia memang telah tidak jarang ke motel dengan suaminya saat pacaran dulu.

Saya jadi paling maklum, pantes Sari nggak kelihatan risi atau kaku sama sekali. Selesai menunaikan kamar dan pesen makanan, kamipun duduk di tempat seraya nonton tv. Ternyata terdapat channel video dengan film seks. Aku nggak pindahin lagi channelnya dan Sari nampaknya senang. Baru 2-3 menit, ia telah merapatkan badannya ke tubuhku seraya berkata,” puasin aku ya..”.

Aku langsung merapatkan bibirku ke bibirnya. Kamu berciuman paling bernafsu. Lidahnya duluan masuk ke mulutku ambil meraba-raba masing-masing sudut dalam mulut. Aku paling terangsang, lagipula melihat tangannya memegang wilayah vaginanya yang masih tertutup rok. Wanita ini nampaknya paling dingin dan cuek, pikirku. Inilah kelaziman wanita yang paling ku sukai dan paling merangsangku. Aku membuka kancing bajunya dan langsung menyusupkan tanganku ke buah dada kirinya.

Dia dengan cepat membuka tali bh sampai-sampai menyembul dua bukit yang lumayan besar. Aku langsung mengulum putting salah satunya. Kepalanya bergerak ke belakang menyangga isapanku. Aku suka ekspresinya saat terangsang.

Ia kian terangsang, aku juga.

Tanganku sudah masuk ke dalam celana dalamnya dari samping. Agak basah. Jari tengahku mengusap-usap klitorisnya. Ini menciptakan ia tak tahan. Tanpa komando apa-apa, posisi kami pulang menjadi posisi 69.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Kami saling mengisap sambil, ” aaaah.. eeeeh..haaaaaaahhh. .” Ketika bibirku mengulum klitorisnya, ia melenguh panjang keenakan,” aaaauu.. enak, Di”. Aku kerjakan ini selama 5 menit hingga Sari mendorongku lantas mengangkang di sampingku.

“Ayo Di, nggak tahan nih. Masukin cepet..” Aku berputar menaikinya, menunjukkan kontolku ke liang senggamanya yang sudah paling basah. Perlahan-lahan ku dorong masuk.. enak sekali. Sari melenguh,” aaaaah.. ya teruuuss Di.”. Perlahan-lahan ku pompa liang senggamanya sedangkan dia memaju-mundurkannya dengan badan yang paling kaku.

Rupanya ia memburu orgasmenya yang kesatu. “Terus Diiii, aku suka banget. “. Semenit lantas badannya mengeras total seraya berteriak,” aaaaaaaaah. udah Di aku dapet. aaaaah”. Aku mendiamkan sedikit supaya ia dapat tenang dulu.

“Enak banget, sayang”, katanya sesudah agak tenang Aku kaget dia memanggilku dengan sebutan sayang. “Kamu sayang aku ya?”, aku bertanya sambil mengawali memompa liang senggamanya lagi. “Iya dong, aku sayang anda yang sudah memuaskanku, di samping menyayangi suamiku yang baik tersebut lho”, Sari menjawab.

Kami bertempur lagi dan nampaknya Sari sudah terangsang lagi. Kadang-kadang aku memutarmutar pantatku dengan arah yang bertentangan dengan putaran pantat Sari. Kami benar-benar merasakan hubungan seks kami yang kesatu. Akhirnya aku nyaris mencapai puncak,” Sari, aku mo nyampe nih.aaaahhh” . “Yaaaah, aku juga”.

Semenit lantas aku menjangkau orgasme yang spektakuler sambil berteriak,” aaaaaahhh.”. Sari pun ternyata menjangkau orgasmenya yang kedua seraya melenguh keras sekali,” aaaaauuuu.. Enak Di. enaaaak”. Kami terdiam sejenak. 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Setelah reda, kami berciuman lagi secara lembut sekali. Kemudian kami mandi bersama. Di bawah shower, kontolku tegang lagi. Sari pun terangsang sebab ku gesek-gesek ke vaginanya saat kami mandi seraya berpelukan. Akhirnya kami bersenggama lagi, kali ini seraya berdiri.

Karena susah melakukannya seraya berdiri, kami pulang ketempat istirahat untuk menuntaskan satu putaran kenikmatan. Lagi-lagi aku merasakan hubungan seks yang paling ekspresif. Karena Sari paling ekspresif, nggak malu-malu, aku jadi paling terangsang.

Akhirnya kami menjangkau kepuasan bersama, sesudah aku mesti menyangga orgasme sebentar sebab Sari belum bakal orgasme. Akhirnya kami meledakkannya bersama-sama, ” aaahhhhhh… aaaahhh.”. Sampai pertengahan 2013 kami rutin bersangkutan 2 atau 3 kali seminggu.

Kami melakukannya tanpa saling menuntut, kecuali menuntut kepuasan. Saya tidak pernah bermaksud memperistrinya, dia pun tidak pernah bercita-cita hendak bercerai dan menikah dengan saya. Cocok benar keinginan saya dengan keinginan dia. Saya kami hari berpisah. Skarang saya mesti agak tidak jarang melakukannya sendiri, seraya berkhayal mengenai hubungan seksku dengan Sari.

Saturday, April 21, 2018

April 21, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Janda Kembang Sange - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Kali ini bercerita tentang empiris yang saya alami 3 tahun yang lalu,sebelumnya, perkenalkan Namaku Sony, berasal dari area Timur Indonesia, bermukim di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku sudah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih memerlukan perhatian penuh.

Aku mesti menjadi ayah sekaligus ibu guna mereka. Bukan urusan yang mudah. Sejumlah teman menganjurkan untuk menikah lagi supaya anak-anak mendapat  ibu baru. Anjuran yang bagus, namun saya tidak hendak anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena tersebut aku paling hati-hati.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Kehadiran anak2 jelas adalahhiburan yang tak tergantikan. Sinta sekarang berusia 10 tahun dan jeremy adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat memenuhi kekosonganku. Namun bila anak-anak lagi berkumpul bareng teman-temannya, kesepian tersebut senantiasa menggoda. Ketika hari sudah larut malam dan anak-anak telah tidur, kesepian tersebut semakin menyiksa.

Sejalan dengan itu, nafsu birahi ku yang termasuk besar tersebut meledak-ledak perlu penyaluran. Beberapa rekan mengajakku menggali wanita panggilan namun aku tidak berani. Resiko terpapar penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aku bermasturbasi. Sesaat aku merasa lega, namun sesudah tersebut keinginan guna menggeluti tubuh seorang perempuan selalu hadir di kepalaku.

Tidak terasa 3 bulan sudah berlalu. Perlahan-lahan aku mulai membubuhkan perhatian ke wanita-wanita lain. Beberapa rekan kerja di kantor yang masih lajang sepertinya membuka peluang. Namun aku lebih suka mempunyai mereka sebagai teman. Karena tersebut tidak terdapat niat untuk membangun hubungan serius. Di saat kemauan untuk merasakan tubuh seorang perempuan semakin meningkat, kesempatan tersebut datang dengan sendirinya.

Senja tersebut di hari Jumat, aku kembali kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum telah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru. Di depan hotel Mirama kulihat seorang wanita keadaan bingung di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan beda melaju lewat, tidak terdapat orang yang peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang berkeinginan dilakukan. Rupanya menggali bantuan. Aku mendekat.

“Ada yang dapat saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.

Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Saya memahaminya. Akhir-akhir ini tidak sedikit kejahatan berkedok tawaran pertolongan seperti itu.

“Tak usah takut, Mbak”, kataku.”Namaku Sony. Boleh saya lihat mesinnya?”

Walaupun agak segan ia menyampaikan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata melulu problema penyumbatan slang bensin. Aku membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia hendak membayar namun aku menolak. Kejadian itu selesai begitu saja. Tidak kuduga hari berikutnya aku bertemu lagi dengannya di Tunjungan Plaza. Aku sedang mendampingi anak-anak berjalan-jalan saat ia menyapaku. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis untuk keduanya.

“Sekali lagi terima kasih untuk pertolongan kemarin sore”, katanya,”Namaku Linda. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”

“Aku Sony”, sahutku sopan.

Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke semua tubuhnya. Wanita tersebut jelas turunan Cina. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh unik dalam pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Pakaiannya tersebut jelas memperlihatkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan jujurnya, dipadu oleh pinggang yang ramping. Pinggulnya bundar estetis digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.

“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut keterangan dari saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya terlihat ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Kami duduk di meja terdekat sambil menyimak orang-orang yang lewat.

“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.

Aku tidak menjawab. Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita membungkuk menghindari air mata.

“Ibu telah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.

“Isteriku telah meninggal”, kataku. Hening sejenak.

“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud menggali tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.

Pokok pembicaraan berpindah ke anak-anak, ke sekolah, ke kegiatan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu bila ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola sejumlah toko pakaian. Aku pun akhirnya tahu bila ia berusia 32 tahun dan sudah menjanda sekitar satu separuh tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan tersebut sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, tidak jarang ia menggerak-gerakkan badannya sampai-sampai buah dadanya tersebut dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur menginginkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.

“Nggak beranggapan menikah lagi?” tanyaku.

“Rasanya nggak terdapat yang inginkan sama aku”, sahutnya.

“Ah, Masak!” sahutku,”Aku inginkan kok, bila diberi kesempatan”, lanjutku sedikit badung dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”

“Ah, Sony dapat aja”, katanya tersipu-sipu seraya menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dengan ucapanku.

Tidak terasa nyaris dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak mohon pulang. Linda, perempuan Cina itu, menyerahkan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika bakal beranjak meninggalkannya ia berbisik,

“Saya menantikan Sony di rumah.”

Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yang inginkan menolak peluang berada bareng wanita semanis dan seseksi Linda. Aku mengangguk seraya mengedipkan mata. Ia membalasnya dengan kedipan mata juga. Ini peluang emas. Apalagi sore tersebut Anita dan Marko bakal dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.

“OK. Malam nanti aku main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aku telah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.

Sore tersebut sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aku mencuci sepeda motorku kemudian mandi. Sambil mandi khayalan seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Linda tanpa pakaian? Pasti estetis sekali tubuhnya yang bugil. Dan tentu sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu. Apalagi aku sebenarnya sudah lama hendak menikmati tubuh seorang perempuan Cina.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Tapi apakah ia inginkan menerimaku? Apalagi aku bukan orang Cina. Dari area Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dengan rambut yang ikal. Tapi.. Peduli amat. Toh ia yang mengundangku. Andaikata aku diberi kesempatan, tidak bakal kusia-siakan. Kalau toh ia melulu sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Aku tersenyum sendiri.

Jam tujuh lewat lima menit aku sukses menemukan rumahnya di area Margorejo itu. Rumah yang estetis dan mewah guna ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang perempuan separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya penolong rumah tangga.

“Pak Sony?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Linda menantikan di dalam”, lanjutnya lagi.

Aku mengikuti tahapannya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalam. Selang semenit, Linda keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aku berdiri menyambutnya.

“Selamat datang ke rumahku”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman tiba di pipiku. Ini ciuman kesatu seorang perempuan ke pipiku semenjak kematian isteriku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa ketika bercakap-cakap, si penolong rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku pun sekalian pamit, Bu”, katanya untuk Linda.

“Makan telah siap, Bu. Saya datang lagi kelak jam sepuluh.”

“Biar masuk senja aja, Bu”, kata Linda, “Aku di lokasi tinggal aja besok. Datang saja jam tiga-an.”

Pembantu tersebut mengangguk sopan dan berlalu.

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya seraya menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia selesai ke kamar mandi. Di saat tersebut kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya lumayan memberikan gambaran format tubuhnya. Buah dadanya yang montok tersebut menonjol ke depan seperti gunung. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengekor gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

“Santai saja, anggap di lokasi tinggal sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.

Dua puluh menit menunggu tersebut rasanya laksana seabad. Ketika kesudahannya ia muncul, Linda membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang hingga di punggungnya tidak dipedulikan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju istirahat longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.

Tetapi yang menciptakan mataku membelalak merupakan bahan pakaian tersebut tipis, sampai-sampai pakaian dalamnya jelas kelihatan. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi melulu sepertiga buah dadanya menyerahkan pemandangan yang indah. Celana dalam merah jelas memberikan format pantatnya yang besar bergelantungan. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahi ku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

“Aku tahu, Sony suka”, katanya seraya duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aku lihat mata Sony tak pernah lepas dari buah dadaku. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya kepunyaan kita.”

Ia lalu menghirup pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami telah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok tersebut ketat ke dalam pelukanku. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Ia menggeliat-geliat supaya tanganku lebih leluasa bergerak seraya mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dengan lidahnya.

Tangannya juga aktif mencaplok T-shirt yang kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak.

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam tersebut dan menyentuh bibir memeknya. Ia mengaduh pendek namun segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan badannya mulai menggeletar menyangga nafsu birahi yang semakin meningkat.

Tangannyapun menerobos celana dalamku dan tangan lembut tersebut menggenggam batang kemaluan yang kubanggakan itu. Kemaluanku termasuk besar dan panjang. Ukuran tegang sarat kira-kira 15 cm dengan diameter selama 4 cm. Senjata kebanggaanku berikut yang pernah menjadi kesenangan dan kehormatan hati isteriku. Aku yakin senjataku ini bakal menjadi kesenangan Linda. Ia tentu akan ketagihan.

“Au.. Besarnya”, kata Linda sambil membelai lembut kemaluanku.

Elusan lembut jari-jarinya tersebut membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan tersebut melepaskan bajuku. Segera sesudah lepas bajuku bibir mungilnya tersebut menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kesenangan yang luar biasa. Tangannya pulang menerobos celanaku dan menggenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut. Aku juga bergerak mencungkil pakaian tidurnya. Rasanya laksana bermimpi, seorang perempuan Cina yang cantik dan seksi duduk di pahaku melulu dengan celana dalam dan BH.

“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”

Aku bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya mohon digendong. Tubuh bahenol nan seksi tersebut kurengkuh ke dalam pelukanku. Kuangkat tubuh tersebut dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku menciptakan nafasku megap-megap nikmat. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh tersebut ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai mencungkil BH dan celana dalamnya.

Ia tidak mempedulikan aku mengerjakan semua tersebut sambil mendesah-desah menyangga nafsunya yang tentu semakin menggila. Setelah tak terdapat selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yang mengagumkan itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dengan mata agak sipit laksana umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai hingga di punggungnya.

Buah dadanya sungguh besar tetapi padat dan menonjol ke depan dengan puting yang kemerah-merahan. Perutnya rata dengan lekukan pusar yang menawan. Pahanya mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang besar bulat padat. Di sela paha tersebut kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yang estetis dan menggairahkan birahi.

“Ngapain melulu lihat tok,” protesnya.

“Aku kagum bakal keindahan tubuhmu”, sahutku.

“Semuanya ini milikmu”, katanya seraya merentangkan tangan dan mendekatiku.

Tubuh bugil polos tersebut kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aku ke atas ranjang lunak itu. Mulutnya segera menjelajahi semua dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Tangannya lincah mencungkil celanaku. Celana dalamku segera dipelorotnya. Kemaluanku yang telah tegang tersebut mencuat terbit dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menciduk batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yang luar biasa saat lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menyangga semua sensasi tak waras itu.

Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia mencungkil diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya pun mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku berpindah ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi tentu aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan tekanan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yang mulus padat tersebut membuka, menampakkan lubang surgawinya yang sudah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang tersebut dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang sudah basah membanjir itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil mengurangi kepalaku sampai-sampai lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat laksana cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak terdapat sesuatu juga yang bakalan menghalangiku merasakan dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak hendak menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi tidak banyak tetapi paling nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku. Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ia melolong keras.

Pada saat tersebut kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah menjangkau orgasme yang kesatu. Aku berhenti sejenak tidak mempedulikan ia menikmatinya. Sesudah tersebut mulailah aku menjelajahi pulang bagian tersensitif dari tubuhnya itu. Kembali erangan suaranya tersiar tanda birahi nya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku sudah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, sebab nafsuku pun telah diubun-ubun perlu penyelesaian.

Kudorong tubuh bahenon nan seksi tersebut rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak. Mulutnya terus menggumam tidak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang laksana kepinding.

“Cepat.. Cepat.. Aku telah nggak tahan!” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin dapat mendengar lolongannya itu. Aku berhenti sebentar tidak mempedulikan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sampai-sampai kemaluanku yang panjang dan besar tersebut menerobos ke dalam dan tenggelam sepenuhnya dalam liang surgawi miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas supaya lebih dalam menerima diriku. Sejenak aku diam merasakan sensasi yang spektakuler ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya pun luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya berjuang menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar tersebut diputar-putar guna memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat.

Desisan itu pulang menjadi erangan lantas jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku juga leluasa bertarung dengan lidahnya.

“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayang, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”

Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dengan gerakan pantatku. Di ketika itulah kurasakan fenomena ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aku bakal orgasme.

“Aku inginkan keluar, Linda”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Keluarkan di dalam. Aku hendak kamu di dalam.”

Kupercepat gerakan pantatku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan pantatku dan kemaluanku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku menyemprot deras. Ia juga melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ia pun menjangkau puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Inilah orgasmeku yang kesatu di dalam kemaluan seorang wanita semenjak kematian isteriku. Dan ternyata perempuan itu ialah Linda yang cantik bahenol dan seksi.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk seluruh detik kesenangan itu. Lalu perlahan-lahan aku mengusung tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang bersinar karena birahi nya sudah terpuaskan. Ia tersenyum dan mengelus wajahku.

“Sony, anda hebat sekali, sayang”, katanya, “Sudah lebih dari satu tahun aku tidak menikmati lagi kejantanan pria seperti ini.”

“Linda pun luar biasa”, sahutku, “Aku sungguh puas dan bangga dapat menikmati tubuhmu yang menawan ini. Linda tidak menyesal bersetubuh denganku?”

“Tidak”, katanya, “Aku justeru berbangga dapat menjadi perempuan kesatu setelah kematian isterimu. Mau kan anda memuaskan aku lagi nanti?”

“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh bila nolak rejeki ini.” Ia tertawa.

“Kalau anda lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi bila aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.

“Mulai kini kamu dapat menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Hatiku bersorak ria. Aku menarik keluar kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih separuh jam kami berbaring berdampingan. Ia kemudian mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Malam itu sampai hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi guna memuaskan nafsu. Aku menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam sekian banyak  posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu ialah hari penuh kesenangan birahi.

Dapat ditebak, pertemuan kesatu tersebut berlanjut dengan ragam pertemuan lain. Kadang-kadang kami menggali hotel namun terbanyak di rumahnya. Sesekali ia mampir ke tempatku bila anak-anak lagi mendatangi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu dipenuhi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan.

Satu malam di kamar tidurnya. Setelah sejumlah kali orgasme iseng aku menggodanya.

“Linda”, kataku, “Betapa beruntungnya aku yang berkulit gelap ini dapat menikmati tubuhmu bahenol, seksi, putih dan mulus seorang perempuan Cina.” kataku, disambut dengan tawa cerianya.

Thursday, April 19, 2018

April 19, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Pembokat Yang Bertoket Besar - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Hari ini laksana biasa aku simaklah istriku sedang bersiap guna berangkat kerja, sedangkan aku masih berbaring. Istriku memang mesti tidak jarang kali berangkat pagi, tidak laksana pekerjaanku yang tidak mewajibkan berangkat pagi. Tidak lama lantas aku simaklah dia berbicara sesuatu, pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Sementara aku bersiap kembali guna tidur, pulang kudengar suara orang menghampiri ke arah pintu kamar. Tetapi langsung aku teringat tentu pembantu lokasi tinggal tangga kami, Lia, yang memang mendapat perintah dari istriku guna bersih-bersih lokasi tinggal sepagi mungkin, sebelum menggarap yang lain.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Lia ini baru berumur 17 tahun, dengan tinggi badan yang tergolong pendek namun format tubuhnya sintal. Aku melulu perhatikan urusan itu selama ini, dan tidak pernah berfikir macam-macam sebelumnya. Tidak berapa lama dari suara tahapan yang kudengar tadi, Lia juga mulai terlihat di pintu masuk, sesudah mengetuk dan meminta izin sebentar, ia juga masuk sambil membawa sapu tanpa menantikan izin dariku. Baru pagi ini aku simaklah pembantuku ini, not bad at all.

Karena aku tidak jarang kali tidur melulu dengan bercelana dalam, maka aku pikir bakal ganggu dia. Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping sampai selimutku juga tersingkap. Sehingga unsur bawahku telah tidak tertutup apapun, sementara sebab bangun istirahat dan belum sempat ke WC, kemaluanku telah mengeras semenjak tadi. Dengan tidak banyak mengintip, Lia berkali-kali melirik kearah celana dalamku, yang didalamnya ada ‘Mr. Penny’ku yang telah membesar dan mengeras. Namun aku simaklah dia masih terus menggarap pekerjaannya seraya tidak mengindikasikan perasaannya.

Setelah tersebut dia berlalu dengan pekerjaannya dan terbit dari kamar tidur. Akupun bangun ke kamar mandi guna buang air kecil. Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu terbit mencari sesuatu guna minum. Kulihat Lia masih meneruskan pekerjaannya di ruang lain, aku rebahkan diriku di sofa depan TV ruang family kami. Sejenak terbersit untuk menciptakan Lia lebih dalam menguasai ‘pelajarannya’. Lalu aku berfikir, kira-kira topik apa yang bakal aku pakai, sebab selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Sambil aku simaklah Lia yang sedang sibuk, aku mengingat-ingat yang pernah istriku katakan soal dia. Akhirnya aku ingat bahwa dia mempunyai masalah bau badan. Dengan tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta guna berhenti mengerjakan aktivitasnya sebentar. Lia pun menghampiri dan memungut posisi duduk di bawah. Duduknya paling sopan, jadi tidak satupun celah untuk menyaksikan ‘perangkatnya’. Aku mulai saja pembicaraanku dengannya, dengan menanyakan apakah benar dia memiliki masalah BB. Dengan dalil tamu dan relasiku akan tidak sedikit yang datang aku memintannya guna lebih perhatian dengan masalahnya.

Dia melulu mengiyakan permintaanku, dan mulai berani menuliskan satu dua hal. Semakin baik pikirku. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Sementara dudukku dengan sengaja aku bikin seolah tanpa sengaja, sampai-sampai ‘Mr. Penny’ku yang melulu tertutup handuk bakal terlihat sepenuhnya oleh Lia. Aku simaklah matanya berkali-kali melirik ke arah ‘Mr. Penny’ku, yang secara tidak sengaja mulai bangun. Lalu aku tanyakan apa boleh menghirup BB-nya, suatu pertanyaan yang lumayan mengagetkannya, selain sebab pertanyaan itu lumayan berani, pun karena matanya yang sedang melirik ke ‘anu’ ku. Bagi menutupi rasa malunya, diapun melulu mengangguk membolehkan.

Aku mohon dia guna mendekat, dan dari jarak sekian centimeter, aku mencoba menghirup BBnya. Akalku mulai berjalan, aku katakan tidak begitu jelas, maka dengan dalil pasti sumbernya dari ketiaknya, maka aku mohon dia untuk mengindikasikan ketiaknya. Sejenak dia terdiam, barangkali dipikirnya, apakah ini mesti atau tidak. Aku pulang menyadarkannya dengan memintanya kembali menunjukkan ketiaknya. Melihat tatapannya aku memahami bahwa dia tidak tahu apa yang mesti dikerjakannya untuk mengisi permintaanku. Maka aku dengan cepat menuntunnya supaya dia tidak bingung bakal apa yang mesti dilakukan. Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sampai-sampai aku dapat mengecek ketiaknya, dan aku katakan tidak boleh malu, toh tidak terdapat siapapun di rumah.

Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira. Perlahan kulit putih mulusnya mulai terlihat, dan kemudian dadanya yang lumayan besar tertutup BH sempit juga mulai terlihat. ‘Mr. Penny’ku langsung membesar dan mengeras penuh. Setelah ketiaknya terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku tampak bulu ketiaknya lumayan lebat. Setelah dekat aku hirup udara selama ketiak, baunya paling merangsang, dan akupun semakin mendekatkan hidungku sampai-sampai menyentuh bulu ketiaknya. Sedikit kaget, dia menjauh dan menurunkan bajunya. Lalu aku katakan bahwa dia mesti mencukur bulu ketiaknya bila hendak BBnya hilang. Dia mengangguk dan berjanji bakal mencukurnya. Sejenak aku simaklah wajahnya yang terlihat beda, merah padam. Aku heran kenapa, sesudah aku simaklah seksama, matanya sesekali melirik ke arah ‘Mr. Penny’ku. Ya ampun, handukku terbuka dan ‘Mr. Penny’ku yang membesar dan memanjang, terpampang jelas di depan matanya. Pasti terbuka sewaktu dia kaget tadi.

Lalu kuminta Lia pulang mendekat, dan aku katakan bahwa ini lumrah terjadi, sebab aku sedang berdampingan dengan perempuan, lagipula sedang menyaksikan yang sedang di dalam bajunya. Dengan malu dia tertunduk. Lalu aku lanjutkan, entah benak dari mana, tiba-tiba aku memuji badannya, aku katakan bahwa badannya bagus dan putih. Aku pun mengatakan bahwa bibirnya bagus. Entah keberanian dari mana, aku bangun seraya memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Kami berciuman lumayan lama dan paling merangsang. Aku simaklah dia begitu bernafsu, barangkali sudah semenjak tadi pagi dia terangsang.

Tanganku yang sudah semenjak tadi sedang di dadanya, kuarahkan mengarah ke tangannya, dan menariknya mengarah ke sofa. Kutidurkan Lia dan menindihnya dari pinggul ke bawah, sedangkan tanganku berjuang membuka bajunya. Beberapa ketika nampaknya kesadaran Lia bangkit dan mengerjakan perlawanan, sampai-sampai kuhentikan seraya membuka bajunya, dan aku kembali menghirup bibirnya sampai lama sekali. Begitu Lia telah kembali mendesah, perlahan tangan yang semenjak tadi kugunakan guna meremas dadanya, kuarahkan ke belakang guna membuka kaitan BHnya. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran lumayan besar dengan puting besar coklat muda.

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Lumatan mulutku pada buah dadanya membuatnya telah benar-benar terangsang, sampai-sampai dengan gampang tanganku mengarah ke ke arah ‘Veggy’nya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku yang satunya membawa tangannya guna memegang ‘Mr. Penny’ku. Secara otomatis tangannya meremas dan mulai naik turun pada ‘Mr. Penny’ku. Sementara aku sibuk mendongkrak roknya sampai celana dalamnya tampak seluruhnya. Dan dengan menyibakkan celana dalamnya, ‘Veggy’nya yang basah dan sempit itupun telah menjadi mainan untuk jari-jariku. Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya mengapit tanganku, dan tangannya memegang tanganku supaya tidak bergerak dan tidak meninggalkan ‘Veggy’nya. Kusadari Lia merasakan orgasme yang kesatu

Setelah mereda, kupeluk erat badannya dan berjuang tetap merangsangnya, dan benar saja, bebrapa ketika kemudian, nampak dirinya telah kembali bergairah, melulu saja kali ini lebih berani. Lia membuka celana dalamnya sendiri, lalu berjuang mencari dan memegang ‘Mr. Penny’ku. Sementara secara bergantian bibir dan buah dadanya aku kulum. Dan dengan tanganku, ‘Veggy’nya kuelus-elus lagi mulai dari bulu-bulu halusnya, bibir ‘Veggy’nya, sampai ke dalam, dan wilayah sekitar lubang pantatnya. Sensasinya tentu sungguh besar, sampai-sampai tanpa sadar Lia menggelinjang-gelinjang keras. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, bibirku pindah mengarah ke bibirnya, sedangkan ‘Mr. Penny’ku ku dekatkan ke bibir ‘Veggy’nya, ku elus-elus sebentar, kemudian aku mulai selipkan pada bibir ‘Veggy’ pembantuku ini.

Sudah laksana layaknya suami dan istri, kami seakan tak sempat dengan segalanya, Lia bahkan merintih minta ‘Mr. Penny’ku segera masuk. Karena basahnya ‘Veggy’ Lia, dengan gampang ‘Mr. Penny’ku masuk tidak banyak demi sedikit. Sebagai perempuan yang baru kesatu kali bersangkutan badan, terasa sekali otot ‘Veggy’ Lia menegang dan mempersulit ‘Mr. Penny’ku guna masuk. Dengan membuka pahanya lebih lebar dan mendiamkan sejenak ‘Mr. Penny’ku, terasa Lia agak rileks. Ketika itu, aku mulai memaju mundurkan ‘Mr. Penny’ku walau melulu bagian kepalanya saja. Namun tidak banyak demi tidak banyak ‘Mr. Penny’ku masuk dan akhirnya semua batangku masuk ke dalam ‘Veggy’nya. Setelah aku diamkan sejenak, aku mulai bergerak terbit dan masuk, dan sempat kulihat cairan berwarna merah muda, tanda keperawanannya sudah kudapatkan.

Erangan nikmat kami berdua, terdengar paling romantis ketika itu. Lia belajar paling cepat, dan ‘Veggy’nya terasa meremas-remas ‘Mr. Penny’ku dengan paling lembut. Hingga belasan menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, sebab ku pikir nanti saja mengajarkannya gaya lain. ‘Mr. Penny’ku sudan berdenyut-denyut tanda tak lama lagi aku bakal ejakulasi. Aku tanyakan pada Lia, apakah dia pun sudah nyaris orgasme. Lia mengangguk pelan seraya terrsenyum. Dengan aba-aba dari ku, aku mengajaknya guna orgasme bersama. Lia semakin keras mengelinjang, sampai akhinya aku katakan kita terbit sama-sama. Beberapa saat lantas aku rasakan air maniku muncrat dengan derasnya didalam ‘Veggy’nya yang pun menegang sebab orgasme. Lia mendekap badanku dengan erat, tak sempat bahwa aku ialah majikannya, dan akupun melupakan bahwa Lia ialah pembantuku, aku mendekap dan menciumnya dengan erat.

Dengan muka tidak banyak malu, Lia tetap tertidur disampingku di sofa tersebut. Kuperhatikan dengan lega tidak terdapat penyesalan di wajahnya, namun kulihat kepuasan. Aku katakan padanya bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya guna mengulang andai dia mau, dan dibalas dengan anggukkan kecil dan senyum. Sejak ketika itu, kami tidak jarang melakukan andai istriku sedang tidak ada. Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, garasi, bahkan dalam mobil.

Agen Poker Terpercaya, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Lia ikut bareng kami sampai tahunan, hingga suatu ketika dia dipanggil oleh orang tuanya guna dikawinkan. Ia dan aku saling melepas dengan berat hati. Namun sekali masa-masa Lia datang kerumahku guna khusus bertemu denganku, sesudah sebelumnya menelponku guna janjian. Anak satu-satunyapun menurutnya ialah anakku, sebab suaminya mandul. Tapi tidak terdapat yang pernah tahu..