Showing posts with label selingkuh. Show all posts
Showing posts with label selingkuh. Show all posts

Thursday, June 28, 2018

June 28, 2018

Cerita Sex Ngentot dengan Tante Binal - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Rekan baikku ini menjadi kenikmatan khayalan hiburan seksual bersama. Cerita cewek hiperseks yang berusia 22 tahun ini mempunyai postur tubuh yang ideal dan menggoda. Dengan tinggi 165 cm dan berat tubuh selama 50 kg menciptakan tubuhnya proporsional. Belum lagi ukuran Payudara-nya yang berukuran 34B menciptakan pria manapun hendak melepas hasrat seks mesum dengannya.
Kulit hitam manis dan rambutnya tidak banyak ikal meningkatkan keindahan tubuhnya. Belum lagi unsur tubuh dari cewek hiperseks ini yang bakal bugil telanjang disaat beradegan seks mesum dengannya. Cewek hiperseks yang tidak jarang kali menggoda guna dikecup, dicumbu dan dihirup sepuasnya dan melepas gejolak birahi seksual pria. Inilah kisah seks mesum mengenai cewek hiperseks hot selengkapnya.
Lily, berusia 22 tahun. Dia ialah sahabat baik Ria. Posturnya 165 cm/50 kg. Payudaranya berukuran 34B. Orangnya hitam manis, rambutnya agak ikal. Matanya tajam masing-masing kali berkata seakan-akan menginvestigasi isi hati lawan bicaranya. Bibirnya penuh, tidak tebal, tidak tipis, paling seksi. Menurutku, unsur terseksi dari Lily terdapat pada bibirnya. Sangat menggoda guna dikecup, dicumbu dan dihirup sepuasnya. Apalagi bila Lily memakai lip gloss supaya membuat bibirnya tidak jarang kali tampak basah. Benar-benar menggoda. Wajahnya paling innocent alias bertampang tak punya dosa, terlihat lugu sekali.
Tapi tidak boleh salah, di balik wajahnya yang imut, terdapat nafsu birahi yang membara. Ada hasrat seks yang tidak jarang kali menggebu. Tiada hari baginya tanpa memikirkan sex. Aku mengetahuinya sesudah Lily berterus cerah padaku apa yang dia rasakan. Lily bercinta kesatu kali di ruang belajar 3 SMP, pada ketika usianya masih 15 tahun. Sejak umur 12 tahun, dia sudah mengerjakan masturbasi dan kemudian pacar kesatunya menemukan kegadisannya. Lily tidak pernah menyesali masing-masing momen seksualnya. Dia tidak jarang kali menikmatinya.
Suatu hari aku menerima SMS dari nomor handphone Ria..

“Hai Boy.. Lagi ngapain? Aku Lily. Kenalin yah! Aku sahabatnya Ria. Aku pengen kenal denganmu. Kalau anda bersedia, hubungi aku di nomor 081xx ya! Thanks” Aku segera membalasnya. Tetapi melewati nomor Ria.
“Hai lily.. Kamu kini dengan Ria? Mana si Ria? Aku inginkan dia SMS aku”
Saat tersebut aku lebih hendak bertemu Ria sebab aku telah lama tidak bertemu dengannya.
“Ria lagi mandi. Boy, anda SMS di hape-ku saja ya” Balas Lily.
Yah, aku tahu kelaziman Ria. Kalau mandi lama sekali. Boros air, boros sabun, boros shampoo, boros listrik, boros waktu.. Pokoknya boros. Tidak percaya? Bayangkan, dia mandi sekitar 45-60 menit! Ria sendiri yang bercerita padaku. Aku hingga terheran-heran. Atau aku saja yang tidak cukup pengetahuan mengenai lamanya perempuan mandi ya? Dibandingkan dengan lama mandiku yang melulu 10 menit, si Ria jauh lebih lama. Akhirnya aku menyimpulkan untuk ber-SMS dengan Lily saja si cewe hiperseks.
“Ada apa kok mohon SMS di HP-mu? Kan sama aja di HP-nya Ria..?” tanyaku.“Ah.. Biar lebih privacy saja. Boy, gila.. Ria udah kisah tentang apa yang kalian kerjakan di kamar ini!” Aku jadi terkejut. Wah, Si Ria suka membocorkan rahasia rupanya. Tapi aku jadi maklum pada saat menilik bahwa si Lily ini memang sobat baiknya. Ya, tidak apalah.
“Cerita apa lagi? Dia puas nggak?” tanyaku pada Lily.
“Puas, man! Katanya lo jago banget kissing-nya. Jago banget foreplay-nya! Jangan kepala besar ya!”, jawabnya.
“Wah.. Kalau kepala besar sih enggak. Kalo penis besar iya.. Haha..” balasku usil.
“Tapi katanya lo ga duratif ya? Ga lama lo udah terbit ya?”
Bum!! Aduh malunya aku. Si Ria, tega-teganya empiris kesatuku dikisahkan begitu.
“Ah, tersebut kan ML kesatuku. Wajar dong aku gak tahan lama. Kalau kini sih udah jago!” balasku membela diri. Cowok mana yang rela disebutkan tidak tahan lama?
“Ah yang bener.. Sekarang udah duratif nih?” goda Lily. Aku jadi penasaran dengan si Lily ini.
“Emangnya anda sendiri udah berani ML?” pancingku.
“Yah, elah.. Boy. Ya udahlah! Gue terus cerah aja ama lo. Gue suka banget tahu!”
Perkataan si Lily menciptakan penisku ereksi. Keterusterangannya paling langka kutemui. Biasanya perempuan akan menutupi hasratnya. Apalagi pada cowok yang baru kesatu ditemuinya. Tapi si Lily ini.. Berani sekali!
“Oh ya? Paling lo omong kosong doank..” pancingku lebih jauh.
“Hehe.. Lo mancing gue ya, Boy? Gak usah gitu.. Ntar malam telepon gue ya!”
Siang hingga malam aku bekerja seraya sesekali memikirkan Lily. Dunia ini memang luas, sarat keunikan. Dulu, melulu membicarakan urusan yang berbau seksual saja paling tabu. Tapi kini dengan kemerdekaan media, dengan kecepatan informasi yang nyaris tanpa filter, siapa pun dapat mencari dan menemukan apa saja yang ia mau termasuk sex. Informasi mengenai sex dapat dengan paling mudah diperoleh di internet. Tak heran dalam masa-masa singkat, kebiasaan ‘sex tersebut tabu’ sudah terkikis.
Aku paling yakin bahwa wanita laksana Lily, yang sangat merasakan sex, sangat tidak sedikit di Indonesia, tetapi melulu sedikit yang berani berkata, “Ya, saya suka dan merasakan sex”. Tetapi lambat laun, aku percaya bahwa jumlah wanita laksana Lily bakal semakin berkembang.
Malamnya aku menelepon Lily. Kami berbicara tidak sedikit hal. Tapi memang ulasan utama kami ialah sex. Lily mengakui dirinya cewek hiperseks. Tetapi dia tidak suka berganti-ganti pasangan. Dia punya pasangan tetap. Frekuensinya saja yang sering. Hampir masing-masing hari Lily bercinta. Gila.., aku bayangkan tentu lelah sekali masing-masing hari bercinta. Lalu kami pun menciptakan janji guna bertemu di rumahnya.
Dari lokasi tinggal aku mandi, menggosok gigi, menyiapkan dua buah kondom, handheld desinfectant dan membereskan bulu-bulu di wajahku. Aku memang tidak suka merawat kumis dan jenggot. Kurang bersih kesannya. Walaupun kucukur habis, tetap saja terlihat bila aku berbakat punya kumis. Justru tampak seksi, kata Ria dan Ita. Dengan tidak banyak parfum, kaos putih bersih dan jeans biru, aku berangkat ke lokasi tinggal Lily. Di sepanjang perjalanan aku menebak-nebak setangguh apa Lily, bagaimana aksinya di ranjang. Apakah agresif, pasif atau jangan-jangan suka yang aneh-aneh di atas ranjang laksana menyakiti dan disakiti?
Memikirkan Lily dan perilaku sex-nya menciptakan penisku berdenyut-denyut. Di bayanganku telah menari-nari sosok perempuan telanjang yang bakal bercinta denganku. Yang bakal kugumuli, yang bakal kucumbu, kenikmati sepuasnya. Ah.. sebentar lagi aku bakal bercinta.. Sebentar lagi aku bakal menghunjamkan penisku ke vagina Lily. Sebentar lagi..
Lily bermukim serumah dengan neneknya. Orang tuanya bekerja di luar negeri. Sewaktu aku datang, neneknya sedang pergi. Pembantunya sedang menyeterika baju sambil menyaksikan televisi. Lily menemuiku dengan menggunakan celana pendek dan kaos you can see. Seksi sekali. Darahku berdesir sesudah menyadari bahwa Lily tidak menggunakan bra. Wah.., jangan-jangan dia tidak gunakan celana dalam juga, pikirku. Lily segera menggandeng tanganku dengan mesra. Matanya melirikku nakal. Busyet nih anak, menggemaskan sekali, pikirku lagi.
“Udah makan, Say..?” tanyanya seraya jarinya menohok lembut perutku.
“Hm.. Udah. Kamu?” jawabku. Aku meremas jarinya.
“Ouch.. Kok diremas sih? Kalau yang ini udah makan?” tanyanya sambil melayangkan tangannya menyentuh penisku dengan cepat. Ugh.., penisku bereaksi. Lily ini pintar sekali menggodaku. Aku tertawa ringan. Memang penisku belum ‘makan’ lumayan lama.
“Kita masuk kamarku aja yuk.. Ada televisi di kamar” ajak Lily.
Aku melirik penolong Lily yang pun sedang melihatku. Kulihat penolong Lily tersenyum padaku seraya terbatuk-batuk. Wah, telah tahu gelagat dia rupanya, pikirku.
Kamar Lily lumayan luas. Ada televisi, lemari es, AC dan kamar mandi. Mirip dengan kamar hotel. Aku unik nafas panjang membayangkan kesenangan yang sebentar lagi aku peroleh.
“Hayo.. Mikir apa?” goda Lily seraya memelukku dari belakang.
Pintu sudah terkunci. Kurasakan kamar Lily paling dingin sebab AC. Pelukan Lily terasa hangat di punggungku. Bahaya sekali.. Dengan segala godaan dan stimulasi yang dilaksanakan Lily, menciptakan pikiranku sudah sarat dengan angan-angan sex. Sangat riskan karena bila angan-angan itu aku ikuti terus, aku bakal mudah diungguli Lily nantinya. Aku berjuang rileks mendinginkan pikiranku. Aku berjuang tenang.


“Gak mikir apa-apa kok.. Kamu sendiri mikir apa?” tanyaku. Aku memungut remote dan mengobarkan televisi. Kubaringkan tubuhku di atas ranjang. Spring bednya enak sekali. Sambil mendekap guling aku acuhkan Lily. Aku memilih menyaksikan TV. Lily ikut berbaring di sampingku.
“Aku mikirin anda Boy.. Sejak tadi malam aku gelisah” bisik Lily.
Lily sengaja membisikkan kata-kata tersebut di telingaku sampai membuat telingaku merinding. Ugh.., Lily menjilat telingaku! Aku paling sensitif di telinga, sampai-sampai jilatannya di telingaku seketika membangunkan birahiku. Mataku refleks memandangnya. Lalu Lily menciumku. Bibirnya yang seksi tersebut melumat-lumat bibirku. Oh.., dia tidak pun berhenti. Terus menerobos masuk, menghisap bibirku. Lidahnya menari-nari di rongga mulutku, menggali lidahku yang pun mulai menggeliat. Aku mulai meresponsnya. Kubalas hisapannya. Kubalas jilatannya. Kubalas dengan sarat semangat.
Aku menyukai teknik Lily menciumku. Tegas dan powerful sekali cumbuannya. Caranya memadukan bibirnya yang sarat dengan lidahnya yang lincah mengindikasikan pengalamannya dalam bercumbu. Nikmat sekali ciumannya. Nafasnya pun menunjukkan ketenangannya. Lily tidak terburu-buru namun dahsyat dalam mencumbu. Dia dapat mengatur nafasnya dengan luar biasa. Hembusan nafasnya semakin menghangatkan suasana. Apalagi matanya tidak pernah terpejam. Dia menatapku terus dengan berani.
Aku mencungkil ciuman kami kemudian bangkit berdiri dan minum. Aku mesti menata ritme sebab penisku telah mau meledak rasanya. Aku paling terangsang karena tersebut aku mesti mendinginkan diri. Baru minum seteguk, Lily telah merengkuhku kembali, membaringkanku dan aku ditindihnya. Lily pulang mencumbuku dengan tubuhnya di atas tubuhku.
Luar biasa, Lily semakin berani. Ciumannya semakin powerful dan cepat. Kadang dia menyerbu leherku. Menjilat dan sesekali menggigitku. Kemudian kembali menghirup telingaku. Tangannya pun tidak bermukim diam. Menjambak rambutku dan memegang powerful wajahku. Hebat, aku salut dengan lily. Cewek hiperseks yang satu ini dapat memaksimalkan potensinya. Ciumannya di bibirku pun tidak monoton. Ada saja variasi gerakannya. Caranya mengurangi bibirku, metodenya menghisap dan menjilat pun bervariasi. Nikmat sekali.
Perlahan aku menikmati pantat Lily bergerak. Dengan tenang Lily menggesek penisku dari luar. Saat tersebut kami masih sama-sama berpakaian. Wow.., ini ialah pengalaman kesatuku. Kurasakan penisku menggeliat bangkit. Semakin lama semakin tegang dan keras. Gesekan Lily menciptakan penisku berdenyut-denyut nikmat. Memang dahsyat goyangan cewek hiperseks ini.
“Enak, kan.. Boy?” bisik Lily. Ya kuakui enak sekali.
“Enak.. Tapi apa vaginamu dapat merasakan? Kamu kan masih menggunakan celana?” tanyaku hendak tahu.
Aku tidak yakin Lily menikmati hal yang sama dengan yang kurasakan.
“Bisa Boy, namun aku mesti menggesek dan mengurangi agak keras..” jawabnya.
Aku mengupayakan mengikuti alur permainannya. Sebetulnya aku sudah hendak menelanjanginya. Gesek menggesek begini memang nikmat, namun tetap saja jauh lebih nikmat bercinta langsung. Aku mulai bergerak memungut posisi duduk. Tanganku bergerak unik kausnya. Benar, Lily tidak menggunakan bra. Payudaranya langsung kusambut dengan mulutku. Aku benamkan mukaku ke belahan payudaranya. Menghisap putingnya dan tanganku mulai meremas payudaranya.
Lily pun menarik kausku. Perlahan Lily mulai menjawab mencium dadaku. Menjilat putingku dan tangannya unik lepas celanaku. Penisku menyembul dengan gagah. Direngkuh oleh tangan halus Lily. Penisku mulai diremas dan dikocok oleh tangan Lily. Tangannya pun memijat naik turun dari kepala ke pangkal penisku. Oh.., nikmatnya, aku telah lama menunggu saat-saat nikmat laksana ini.
Aku bergerak mengarah ke selangkangan Lily. Kulepas celananya. Benar dugaanku, dia telah tidak menggunakan celana dalam. Kurasakan vaginanya telah basah. Vagina Lily bersih dari bulu. Rupanya ia mencukur berakhir bulu kemaluannya. Kami pun memungut posisi 69. Aku membuka kaki Lily lebar-lebar dan mulai menjilati vaginanya. Pelan.. Aku merasakan vaginanya. Tanganku pun dengan terampil memicu vaginanya. Mencari klitoris dan g-spotnya.
Penisku sendiri kumasukkan ke mulut Lily. Sambil naik turun, penisku bercinta dengan mulut Lily. Cukup susah ternyata posisi 69. Tidak semudah yang tidak jarang kulihat di film-film biru. Baru sejumlah menit aku telah lelah sedang di atas tubuh Lily. Kami berganti posisi. Tetap 69 melulu saja posisiku di bawah. Dengan posisi ini Lily lebih aktif mengerjakan penisku. Oralnya hebat. Tangannya dapat bekerja sama dengan mulutnya sampai membuat penisku keenakan. Kami benar-benar melakukannya tanpa suara. Bagaimana dapat bersuara sedangkan mulut kami sedang sibuk mengoral satu sama lain? Hanya desahan nafas kami yang memburu.
Pikiran tenang ialah kunci bercinta. Setelah sukses menguasai pikiranku, aku jadi rileks. Oral dari Lily kunikmati dengan santai. Hasilnya, aku tidak menikmati gerakan orgasme dari penisku. Aku jadi tahan lama. Lily sendiri tampaknya tidak kuat menyangga gempuran oralku. Vaginanya semakin basah dan kesudahannya dia merasakan orgasme. Cairan orgasmenya lumayan banyak. Tubuh Lily mengejang sejumlah saat merasakan orgasmenya. Mulutnya melepas penisku.
“Aahh.. Hebat Boy. Oralmu dahsyat! Enak sekali!” puji Lily.
Pengalaman memang membuatku semakin hari semakin hebat. Aku terus memicu Lily. Kali ini kami pulang ke posisi normal. Aku memeluknya dari atas. Tubuhku menindih tubuh Lily. Tanganku tetap memicu vaginanya. Sementara mulut kami pulang bercumbu. Di sela-sela cumbuan, aku mengajaknya bicara.
“Kok cepat, tadi udah nyampe?” tanyaku.
Aku memang heran dengan Lily yang gampang orgasme dengan oral saja. Tidak sama dengan Ria, Ita atau Tante Yeni.
“Iya.. Aku memang gampang orgasme. Jadi, bikin aku multi orgasme, Boy..” jawab Lily.
Wah, beruntung sekali lelaki yang dapat bercinta dengan Lily. Tidak perlu sulit payah menciptakan Lily orgasme. Aku kembali menghirup Lily. Kali ini semua tubuhnya aku cium dan jilati. Mulai dari semua wajah, telinga, leher, payudara, perut, punggung, pantat, tangan dan kakinya! Semua aku jilat dan cium dengan lembut. Cukup santap waktu lama dan menghabiskan energiku. Tapi hasilnya, Lily mulai menggeliat menandakan birahinya mulai naik kembali. Aku mesti sabar dan dengan tekun merangsangnya. Titik lemah Lily ialah di vagina dan perutnya. Jadi aku memusatkan merangsang tubuhnya di dua titik itu. Pelan, refleks kaki Lily mulai tersingkap lebar. Vaginanya paling merah. Tanpa bulu kemaluan membuatnya terlihat segar. Aku sengaja menatapnya agak lama seakan menganalisis pusat kesenangan dunia itu.
“Aduh.. Malu.. Jangan dilihatin gitu dong..” rajuk Lily. Tapi tersebut cuma basa-basi. Kulihat Lily sangat merasakan vaginanya kuamat-amati.
“Indah sekali, Lily. Seksi sekali..” komentarku.
Ya, aku dengan bebas dapat mengamati vaginanya. Merah menggoda menantang. Terhidang sejelas-jelasnya di depanku. Vagina Lily tiba-tiba seakan hidup dan berkata, “Tunggu apa lagi? Ayo masuk!” Aku menyangga nafas. Penisku pun sudah berontak hendak menerjang masuk.
Perlahan, penisku menjebol vaginanya. Mulai kugerakkan tubuhku bercinta dengan Lily. Setiap gesekan penisku di vagina Lily kunikmati. Lily dengan terampil mengimbangi gerakanku. Tubuh kami bergerak selaras. Menyatu. Kami bercinta! Setiap kali penisku menggesek vaginanya, Lily mendesah. Lama-kelamaan suara Lily semakin keras. Aku pun tidak segan menerbitkan desahanku.
“Arg.. Arg.. Ya, terus.. Enak.. Kamu luar biasa..”
“Oh.. Terus.. Ya.. Ouch.. Oh..”
Berbagai macam kata yang tidak terkontrol terbit dari mulut kami. Kami terus saling memacu birahi. Memburu kesenangan tiada tara. Penisku terasa panas. Denyutannya semakin menjadi-jadi. Jika ambang orgasme tiba, aku berhenti sejenak. Kami berganti posisi. Kemudian bercinta lagi. Ganti posisi lagi. Bercinta lagi.. Enak sekali. Kami sama-sama tahan lama.
Kini aku memangku Lily. Agak sakit terasa di penisku saat Lily menurunkan tubuhnya sampai membuat penisku menjebol vaginanya. Desahan Lily semakin keras. Kami bersaing mencapai finish.
“Kamu siap, Boy? Aku punya teknik rahasia..” tanya Lily.
“Jurus apa..?” aku penasaran.
Tiba-tiba kurasakan vagina Lily mengapit penisku. Agh.. Enak sekali. Vaginanya laksana membesar dan mengecil, mengapit dan melepas penisku. Aku laksana dibawanya terbang semakin tinggi. Melayang semakin tinggi. Kenikmatan yang kurasakan semakin memuncak. Setiap detil tubuhku sarat dengan keringat kenikmatan. Begitu pula dengan Lily. Tubuhnya bergetar dan bergoyang merasakan percintaan kami.
Tak lama lantas aku mulai menikmati gelombang orgasmeku datang. Aku kembali menyangga diri. Kucabut penisku dan kami berganti posisi menjadi doggy style. Kembali aku memasukkan penisku. Lily menungging membelakangiku. Pantatnya sarat dan seksi. Aku menghunjamkan dan mengocok penisku dengan cepat dan kuat.
“Keluarin di mana nih?” tanyaku meyakinkan dimana aku mesti orgasme.
“Di dalam saja. Aku udah minum obat kok..”
“Arg.. Argh..” Hanya desahan nafas kami yang semakin memburu. Kami telah bercinta lumayan lama. Lily tangguh juga. Dia terlihat sangat merasakan ini semua. Wajahnya memerah dilanda birahi.
“Ayo lebih powerful dan cepat, Boy.. Aku sudah nyaris sampai..” ajak Lily.
Yah ini barangkali sudah saatnya. Aku memacu lebih cepat. Desahan nafas dan lenguhan kami kian cepat. Aku terus memompa penisku. Maju mundur, putar, maju mundur.. Terus hingga akhirnya kurasakan orgasmeku kian dekat. Lily pun semakin dekat.
“Iya.. Terus.. Terus..” teriak Lily.
Aku berjuang mati-matian menahan supaya tidak orgasme duluan. Otot-ototku berusaha memperlama ereksiku. Agh.. Nampaknya aku mulai tidak tahan. Sudah terlambat guna menghentikan ini semua. Sebentar lagi aku bakal orgasme.. Srr.. Crot.. Sr.., aku orgasme hingga tubuhku terkejang-kejang. Ada hentakan-hentakn di tubuhku ketika aku orgasme. Tapi aku masih tetap menghunjamkan penisku. Aku hendak mengantar Lily menjangkau orgasme keduanya.
“Ah.. Arh.. Argghh.. Ya.. Ya..”
Akhirnya tubuh Lily bergetar paling kuat. Tangannya memegang erat sprei dengan powerful dan menariknya! Matanya terpejam dan mulutnya tersingkap lebar menerbitkan jeritan panjang.. Lily orgasme! Aku hampir gagal membuatnya orgasme yang kedua kalinya. Untung sekali aku dapat bertahan lumayan lama. Aku berjanji bakal lebih baik lagi beda kali.
“Wah.. Maaf Lily.. Kamu powerful sekali. Aku hampir tidak dapat membawamu orgasme yang kedua..” aku mohon maaf dengan tulus seraya memeluknya.
“Wah.., aku yang makasih sekali ama lo, Boy. Kamu powerful lho.. Kita dapat orgasme sama-sama.. Aku senang sekali..” jawabnya melegakan hatiku.
Aku pulang menciumnya. Ini ialah after orgasm service-ku. Aku membelai-belai tubuhnya dan meremasnya dengan ringan. Memijat tengkuk dan punggungnya. Kami lantas bercakap-cakap. Dengan jujur Lily mengakui bahwa dia sangat memerlukan sex. Baginya memang sex ialah faktor utama. Dia mengakui tidak dapat hidup tanpa sex. Kemudian sampailah aku pada pertanyaanku..
“Kalau diajak memilih lelaki yang sex hebat namun dengan individu buruk atau lelaki dengan pribadi spektakuler tapi sex buruk, anda pilih mana?” Lily terdiam. Bingung.
“Gimana ya.. Mestinya aku inginkan pilih yang sex-nya hebat aja deh. Tapi kok ya tidak yakin. Itu pilihannya mengikat tidak? Maksudku.. Sampai pernikahan ya?”
“Iya.. Keputusan yang mengikatmu hingga tua. Sampai mati.” jawabku.
“Aduh.. Pusing. Yang mana ya? Sex hebat tapi bila tiap hari di sakitin, ditinggal selingkuh, tidak diberi nafkah, anak-anak ditelantarkan.. pun percuma. Tapi biar seluruh baik, bila tanpa sex ya nggak enak.. Gimana ya. Eh, namun dia tidak impoten kan?”
“Kalau tidak impoten gimana, bila impoten gimana?”
“Kalau tidak impoten, nggak apa-apa. Aku pilih yang pribadinya baik deh. Sex buruk dapat aku ajarin. Asal tidak boleh impoten permanen.” Lily mulai mengejar jawabannya.
“Kalau impoten?” desakku. Ini ialah pertanyaan yang sangat sulit dipilih.
“Wah.. Benar-benar bingung aku. Kalo gitu aku pilih yang sex-nya hebat aja deh. Mungkin pelan-pelan pribadinya dapat tambah baik..” jawab Lily. Pilihan yang masuk akal.
Aku lega kembali menemukan jawaban detil. Informasi pulang kudapatkan dari Lily. Yah.. Aku masih mesti bertanya pada Tante Yeni dan Ria.

Wednesday, June 27, 2018

June 27, 2018

Cerita Sex Ngentot dengan Tante Mia - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Awal pertemuan ku dengan mbak mia masa-masa saya tertata antar jemput ponaan TK. Mbak mia yakni salah seseorang orangtua siswa di TK itu, kebetulan anak nya serta keponaan ku teman sekelas. Perkenalkan, nama ku Alfa, barusan usai kuliah di kampus negeri di Medan, pada ketika menanti panggilan pekerjaan, saya ditugaskan kakak ku guna antar jemput anak nya sekolah.

Jalinan ku dengan mbak mia dilangsungkan saat intensitas bersua kami yang teratur. Gambaran ku perihal mbak mia, kulitnya putih mulus, tinggi 165 cm, tubuhnya imut2, rambutnya sebahu dicat mawna manggis, dada nya tak terlalu besar, hanya segenggam saja rasa ku, tetapi sanggat bulat, memiliki format sangatlah indah, pantat nya pun bulat. Perjumpaan kesatu ku dengan mbak mia ketika acara memberi warna yang diadakan sekolah dengan di antara mall. Acara digarap sepulang sekolah, waktu tersebut keponaan ku maksa agar amel anaknya mbak mia turut berbarengan kami, pada akhirnya kemauan mereka ku iyakan. Tetapi tampak muka sunggkan mbak mia.

Mbak mia : aduh, dek. Bagaimana? Nga ngerepotin kan andai kami numpang sama adek.
Saya : ya gpp sih buk. Kan sekalian, lagian anaka2 pun kelak diperjalanan bisa main.
Mbak mia : duh, makasi lo.
Saya : yaudah, anda pergi ketika ini? Kita naik mobil saya saja ya, mobil ibuk sini saya parkirin di halaman sekolah.
Mbak mia : oke! Segera mbak mia menyodorkan kunci mobil nya.

Mobil honda brio hitam punya mbak mia sangatlah enak harumnya, kuperhatikan seisi mobil, sangatlah rapi. Ada hal unik kudapati dari isi mobil mbak mia, di jok belakang kutemukan G-string merah maroon yang sangatlah seksi komplit dengan stempel harga. Pikir hati ku barangkali saja terjatuh dari belanjaan mbak mia. Sesudah kuparkirkan, saya terbit serta kami pergi.

Perjalanan ke acara memberi warna memanglah tdk demikian jauh, hanya saja macet nya jalanan buat perjalanan jadi sangatlah lama. Disela2 kemacetan itu, kuamati gerakan badan mbak mia yang duduk percis disamping ku. Dengan stelan lejin hitam ketat dipadukan dengan kaos ketat serta cardigen, mbak mia terlihat sangatlah seksi.

Tiba2 saya terperanjat, mbak mia membuyarkan lamunan ku.
Mbak mia : hey, uda lampu hijau tuh. Ngelamun saja.! Sembari dia senyum. Ngelamunin apa sih?
Saya : ah, nga buk, nga ngelamunin apa2, melulu menghayati lagu diradio ini saja.
Mbak mia : ohhh. Eh, btw nama kamu siapa, anda uda sekitar ini perjalanan masih tetap saja belum kenalan.
Saya : nama saya alfa buk, bila ibu?
Mbak mia : saya mia, panggil saja mia atau mbak mia. Stop panggil saya ibu, apa saya se ibu-ibu tersebut yah?
Saya : eh, ia deh mbak. Nga kok, mbak masi terlihat muda, masi keliatan ketat lagi.
Mbak mia : KETAT? Ketat apanya? Sembari mbak mia mengamati tubuhya.
Duh, keceplosan nih. Ingin ngeles apa nih. Apa jujur saja?
Saya : anu mbak, tersebut yg ketat. Sembari saya nunjuk kesembarang tempat. Sembari mata fokus kedepan.
Mbak mia : oh, ini toh yg ketat!
Tiba2 saya ngecek posisi tanggan ku, nyatanya percis didepan dada mbak mia. Aduh, malu besar.
Saya : sorry lo mbak, bukannya nga sopan, melulu saya sembarang nunjuk saja, nga ada keinginan nunjuk tersebut nya mbak.
Mbak mia : heeehhe, gpp lagi, mbak pun senang bgt sama format dada mbak, masi terus kenceng. Sembari dia tersenyum manis.

Anak2 tidak menghiraukan kami, mereka berdua repot main game di ipad ku.
Sesampainya di mall, anaka2 segera kami antar kan ke lokasi anak2 yang beda ngumpul. Terlihat telah disiapkan paket makanan mekdi guna anak2 peserta serta anak2 yang tentu sudah dikordinir gurunya. Lantaran uda tengah hari perut pun mulai lapar. Tiba2 mbak mia ngajak makan. Kami pun kerestoran seafod dilantai 3. Selama perjalanan mbak mia jalannya mepet ke tubuh ku. Ku singkap tangan ku kedepan sampai pinggul kami melekat. Dalam hati mbak mia ini tunjukkan tanda.
Selama santap kami tidak sedikit cerita, perihal kuliah ku, kedudukan LDR ku sama pacar yang masih tetap kuliah di jawa.

Saya : ayah nya amel nga pernah jemput mbak, kerja di mana?
Mbak mia : mbak uda setahun menjanda, cerai lantaran tidak sedikit pertikaian. Sembari mbak mia melepas cardingannya lantaran cukup gerah lantaran restorannya padat serta akibat makan pedas. Serta nyatanya mbak mia cuma pakai pakaian yukensi. Waw!! Saat tersebut juga lgsg saya horni simak mbak mia, bayang-bayang BH hitaam mbak mia buat ku sangatlah terangsang. Pembicaraan pulang ku teruskan.

Saya : berarti mbak mia single parent dong ya setahun ini. Trus G-String nya bikin apa mbak. Aduh, pulang saya keceplosan.
Mbak mia : G-string? Kok? Mbak mia bingung.
Saya : aduh mbak, tadi saya simak terdapat G-string di mobil mbak. Maaf mbak, saya keceplosan.
Mbak mia : yauda lho, gpp. Ia, mbak seneng bgt gunakan g-string. Terkadang siap mandi malam mbak berniat pakai, trus selfie didepan kaca. Narsis2an gunakan g-string. Saat ini pun pakai g-string.
Mendengar kisah mbak mia, burung ku melulu dapat ngaceng sekeras2 nya.
Mbak mia : emg pacar mu nga memiliki gituan?
Duh, petanyaan mbak mia menjebak.
Saya : terdapat sih mbak, tempo hari pernah dia liatin dikit ketika dia make.
Mbak mia : dikit doang? Pelit paling pacar kamu ngasi dikit doang.
Saya : hehe, ia sih. Maka dari tersebut saat ini masi membayang2kan.
Mbak mia : duh kasian, kelak andai ada ketika mbak liatin deh memiliki mbak. Mbak mia merayu.
Saat tersebut juga laksana disambar petir mendengar ucapan mbak mia. Kemudian acara usai, mbak mia serta amel kuantar ke sekolah untuk memungut mobil. Saat sebelum berpisah mbak mia mintak tukeran pin. Segera ku accept.

Malamnya ketika sebelum tidur, ponsel ku bunyi, pesan dari mbak mia, sungguh terperanjat saya mbak mia kirim photo nungging dengan gstring ungu. Berapakah detik lalu, di kirim photo pusar nya dengan tali gstring serta jembut tidak tebal. Kemudian bertubi2 mbak mia kirim photo syurnya. Nafsu ku uda dipuncak, kupelorotkan celana ku, ku kocok burungku dengan sangatlah lembut. Desahan ku, kurekam kukirim ke mbak mia serta masa-masa puncaknya peju yg meleleh di burung ku, ku photo serta kukirim sama mbak mia. Mbak mia menjawab dengan kirim voice note, dengan suara mendesah mbak mia ngomong ” alfa, kelak sesudah antar sekolah, anda ngentot ya sayang, mbak uda hilang memori malam ini anda bikin, pepek mbak uda denyut. Anda harus tanggung jawab.

Besok paginya, ketika sebelum pergi berniat saya mandi bersih serta harum. Kuantar keponaan ku, setelah tersebut segera ku buntuti mbak mia yang sudah jalan didepan. Rumah mbak mia yang cukup besar dengan garasi yang bisa menyimpan dua mobil segera ditutupnya rapat. Burung ku uda sangatlah kuat menyangga gairah bercinta dengan mbak mia. Turun dari mobil, mbak mia segera hampiri ku, dipeluknya segera badan ku, tangannya segera dielus2 keseluruh badan ku. Disingkapnya kaos ku, saya yang cuma menggunakan boxer segera ditelanjangi nya. Diemut emutnya bibir ku sampai ke lidah. Eummmh, alfa, sayaaaaang,, huwhhh, desah mbak mia. Tangan ku dengan sigap buka daster nya, nyatanya mbak mia tak memakai dalaman apa pun. Dada nya menggantung sangatlah indah, puting cokelat mudanya tegang menantang guna dihisap. Ku hisap puting mbak mia, sembari mengelinjak tangan nya main diburung ku. Di kocoknya, enak sekali terasa.

Mbak mia : faa, masukin.. Mbak uda hendak dientoti sama alfaaa.. Cepat sayang, emuuah.
Ku angkat mbak mia keatas kap depan mobil ku. Kulentangkan dia, bulu kemaluannya yg tidak terlalu lebat mencuat kepermukaan, ku jilati klitoris mbak mia, kusedot sampai dia menjerit nikmat.
Mbak mia : faaa, enak syang, terusin. Sedot sayang. Eummhhh, ahhhhh… Sayang. Sembari ditekan2 nya kepala ku salah satu memeknya.

Tidak Tahan lagi, burung ku pun ku gesek2kan ke memek mbak mia, muka mbak mia memerah, nafasnya tersekal, tidak teratur. Hingga pada kesudahannya kumasukkan kepala burung ku, kumain2kan disetengah dalam memek mbak mia.

Mbak mia : masukin sayang, masukin seluruhnya.. Ahgggghhh. Mbak uda hendak dientotin sama anda, mbak uda lama nga menikmati ini. Mari sayang. Mbak mia memelas manja, sembari pinggul ku ditarik2nya supaya burung ku amblas kedalam. Tetapi mbak mia kubiarkan rasakan kegatalan ini. Hingga selanjutnya ku amblaskan seluruhnya burung ku kedalam memek nya, kuhentak sampai mbak mia menjerit. Oucccchhhh sayang, enakkkk. Enak sayang.. Uuuuuwhh, uwwwwh sayang. Ku enjot mbak mia tampa ampun, dengan sangatlah brutal ku entoti mbak mia.. Suaranya terputus2, tak tahu apa yang disampaikannya, namun mbak mia sangatlah menikmatinya, tangannya memeluk punggung ku, merasa kuku-kukunya dikulit ku.
Mbak mia : lagi sayang, yg kencang sayang, bikin mbak terangsang sayang, bikin mbak mucrat dahsyat sayang. Ouchhh, ugghhhh. Uhhhhhh. Enak alfaaaa, kamu benar2 powerful faaaa. Uhhhh. Kepala burung ku merasa mendenyut, kelihatannya bakal meletus.
Saya : mbak, ditembak di mana, saya hendak keluar nih, mbak…. Mmmhhhh, ahhh. Sembari ku pompa tidak jarang kali memek mbak mia.
Mbak mia : di dalam saja sayang, anda samaaaaa, mbak pun uda tidak tahan, hendak keluarrrrr. Occccchhhh.

Tubuh mbak mia menegang, cengkramannya kian kencang.
Mbak mia : faaaa, mbak nga kuat, anda keluarin ya sayangg ku, uuhhhhhgggg, ahhhhh.. awhhhhhh..
Saya : ia mbak. Kusemprotkan mani ku di dalam memek mbak mia, merasa hangat. Mbak mia terkulai lemas sinyal senang.

Kulihat jam didinding menyerahkan jam 10 pagi, TK tentu belum pulang. Tanpa terdapat bertanya segera ku angkat mbak mia kedalam rumah.
Saya : mbak, saya hendak mbak yang di atas, saya hendak WOT.


Mbak mia : ia sayang, anda main didepan tivi saja ya. dengan posisi burung ku yang masi menancap di memek mbak mia, kuangat dia dengan sangatlah gampang. Kusandarkan tubuh ku disofa depan tivi. Ouh…. Mbak mia menjerit kecil. Sayang, masa-masa nya mbak yang puasin kamu ya. Pinggul mbak mia mulai menggoyang kedepan kebelakang. buah dadanya yang gantung2 sangatlah menggairahkan. Ku remas buah dadanya. Goyangan mbak mia sangatlah luar umum, yang bikin horni berat itu, ekspresi mbak mia yang memejamkan mata nya, sembari bibir bawahnya digigit-gigit kecil. Sunggu menggairahkan. Pada kesudahannya sesudah 30 menit ngesex ronde ke-2, kami pun klimaks lagi. Mbak mia menjatuhkan seluruhnya tubuhnya di atas tubuh ku. Sembari ku ciumi berwajah, kubisikkan kata2 nakal. Kemudian kami mandi berbarengan, di dalam kamar mandi pun kami kerjakan blowjob.

Hingga kini ini, saya masi tidak jarang kali bersangkutan dengan mbak mia. Kami teratur kerjakan jalinan seks, sangatlah bebas. Serta kuakui saya tergila2 dengan memek ruang belajar dunia memiliki mbak mia.

Friday, May 11, 2018

May 11, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Tante Janda Imut - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Sebenarnya aku masih tergolong seorang pelajar SMU namun di sini aku hendak menceritakan kisahku yang pernah mengerjakan adegan layaknya dalam kisah dewasa bareng seorang janda imut. Namaku Andri dan masih duduk di ruang belajar dua SMU, keseharianku melulu pergi sekolah dan nongkrong bersama teman sekaligus seraya berbagi empiris tentang kisah dewasa yang pernah kami lakukan.

Sudah tidak sedikit temanku yang pernah merasakan kisah sex meskipun masih duduk di ruang belajar Satu SMU. Tapi aku tidak hingga akhirnya menginjak ruang belajar dua akupun mengerjakan hal itu, tanpa aku duga sebelumnya sebab baru kesatu kali mengerjakan dengan seorang janda pula. Tapi janda tersebut begitu imut dan paling ayu aku biasa memanggilnya mbak Dewi dan dia masih berumur selama 29 tahun.

Hari tersebut mbak Dewi lewat depan rumahku, aku yang sedang mencuci motorku hanya dapat mencuri pandang padanya. Karena saat tersebut juga ibuku dan ayahku sedang duduk santai minum teh di teras depan rumah, ketika mbak Dewi memberi salam sama ibu ayahkupun menyerahkan senyumnya ” Pagi bu Johan.. ” Ibuku membalas tapi dengan muka dingin ” Pagi Wi… ” Katanya dan langsung melotot pada ayahku.

Sedangkan aku hanya dapat tersenyum menyaksikan tingkah ayah dan ibuku, tapi pria mana yang tidak tergoda oleh tubuh sesksi mbak Dewi saat dia melenggang lewat depan seorang lelaki. Begitu pun dengan aku sebab sudah tahu bila mbak Dewi bakal pergi kepasar yang berada satu kilo dari rumah, akupun langsung mengobarkan motorku guna mengejarnya tanpa sepengetahuan orang tuaku.

Ternyata benar tidak berapa lama lantas aku lihat Mbak Dewi berlangsung di trotoar ” Ayo mbak saya anter … sekalian inginkan ke pasar juga.. ” Dia tersenyum dan berbicara ” Dik Andri nggak usah aahh.. bentar lagi pun sampai… ” Tapi aku tetap menawarkannya dan kesudahannya diapun inginkan ikut denganku. Terasa senang rasa hatiku kala tersebut ketika mbak Dewi memegang pinggangku dari belakang.

WWW.VIPRCTI99.NET Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Akupun mengerjakan hal yang dapat menguntungkan aku, saat melewati jalan yang agak berlubang dengan sengaja aku melewatinya dan ” Aauuww… pelan-pelan dik An….. ” Katanya dengan lebih erat mendekap tubuhku, akupun menggodanya dengan bilang ” Nggak papa mbak pegangan saja…. ” Kataku dengan nada membujuk dan aku yakin bila dia tersipu malu di belakangku.

hampir masing-masing hari aku menggoda mbak Dewi saat kami berpapasan hingga akhirnya pada suiatu hari, dia mengajakku guna mengantarnya ke lokasi tinggal tantenya yang terdapat di wilayah cakung cukup jauh dari kotaku, namun aku mau mengantarnya lagipula hari tersebut kebetulan hari minggu dan akupun memang telah terbiasa tidak kembali seharian sampai-sampai orang tuaku tidak tidak sedikit bertanya.

Aku merasa ketiban durian runtuh hari itu, bagaiaman tidak bila mbak Dewi yang tidak jarang kali menjadi bunga mimpiku mengajakku dan dengan mesranya dia peluk tubuhku dari belakang. Sampai akhirnya saat melewati jalanan sepi dengan sengaja aku memegang tanganya dengan lembut dan aku tidak menduga dia tidak mempedulikan aku melakukan urusan tersebut dan aku senang di buatnya.

Begitu hingga di lokasi tinggal tantenya mbak Dewi langsung mengajaku guna masuk dan diapun terlihat membual akrab dengan tantenya yang masih muda juga. Dan tidak berapa lama kemudia aku lihat tantenya terdapat yang menjemput kemudian pergi dengan orang yang membawa mobil itu, sebab dari dalam ruang tamunya aku tidak dapat menyaksikan apa seorang cowok atau cewek yang menjemputnya.

Saat tersebut mbak Dewi menatapku dengan demikian tajam saat tersebut aku memahami untuk aku mendekatinya, dan benar saja saat wajahku begitu dekat wajahnya diapun langsung melumat berakhir bibiurku dan aku balas dengan lebih ganas lagi ” Ooouugggh.. sayang… mbak.. dari dulu suka anda Andri…. aaaagggggghhhhh…. ” Katanya seraya terus melumat berakhir bibir dan pun wajahku.

Layaknya pemain dalam kisah dewasa dia begitu lihai emmbuka bajuku dan baju yang dia pakai. Kini tubuh kami telah sama-sama telanjang bulat, saat tubuh kami bersentuhan ketika itulah aku merasa kontolku menegang dan mengganjal perut mbak Dewi saat aku peluk tubuhnya, diapun mendorong tubuhku kemudian meliaht ke arah kontol yang menegang itu.

Dengan lembutnya dia elus kontolku dengan tangannya lantas dia masukan dalam mulutnya ” Aaaggghhhh… aaaagggghh… mbak….. aaaggghh …pelan.. mbak…. ” Kataku sebab tidak tahan dengan kuluman mulut mbak Dewi, namun begitu dia pelankan kulumannya aku justeru semakin geli dan merasa nikmat pun pada akhirnya, ketika itulah aku pejamkan mataku.

Karena tidak kuat pun akupun mengajak mbak Dewi guna segera berbaring di lokasi tidur ” Ayo.. mbak.. Andri nggak powerful lagi… aaaagagggggghhh…. ” Kataku ketika itu, laksana dalam adegan kisah dewasa mbak Dewi bangun dan dia mendorong tubuhku guna lebih dekat pada lokasi tidur, ketika itulah dia merebahkan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk menciduk tubuhku guna menindihnya.

Saat itulah aku masukkan kontolku dan langsung menerbos dengan masuk kedalam memeknya yang telah basah, sebab begitu aku masukkan kontolku langsung menerobos masuk dalam memeknya dan akupun bergerak di atas tubuhnya ” Ooouuuuugghhh… oooouuuggghhh… aaaagaggghhh… aaaaagggghh… aaaggghh ” Desahan mbak Dewi membuatku hendak segera menyelesaikan permaian ini.

Karena aku pun sudah merasa tidak mampu untuk menyangga kontolku supaya tidak bergerak dalam mememknya tapi kesudahannya ” Ooooouuuggh.. mbak… ma..af.. itu… su…dah …keluar… aaaaggggghhhh….aaaaggggghhh….. ” Akupun merintih saking nikmatnya permainan kisah dewasa ini, dengan eratnya aku dekap tubuh mbak Dewi begitu pun dia peluk tubuhku dan menghirup wajahku.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Thursday, May 3, 2018

May 03, 2018

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online
May 03, 2018

VIDEO BOKEP NGENTOT AMOY DI KOSAN

VIDEO BOKEP NGENTOT AMOY DI KOSAN 

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

BOKEP KOREA PASANGAN ABG NGENTOT DI HOTEL

PASANGAN KOREA ENA-ENA DI HOTEL

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli
bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Sunday, April 29, 2018

April 29, 2018

REPOST VIDEO PASANGAN BERMESUM RIA DI PERKEBUNAN CENGKEH


WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli
bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Sunday, April 22, 2018

April 22, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN TEMAN SEKANTOR - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Umurku sekarang 39 tahun sedangkan Sari berusia 34 tahun. Memang kami kesudahannya berhenti bersangkutan karena ia mesti pindah ke luar kota sedangkan saya tetap di Jakarta. Namun kisahku dengan dia tidak jarang kali menjadi kenangan, bahkan tidak jarang merangsangku. Sari ialah seorang ibu dari dua anak dan bersuamikan lelaki yang baik, mempunyai pekerjaan cukup di suatu perusahaan kepunyaan pemerintah.

Aku sendiri di perusahaan swasta, se kantor dengan Sari. Badanku biasa-biasa saja dengan tinggi nyaris 170 cm, sedangkan Sari selama 165 cm. Badannya lumayan langsing dengan pantat yang agak menonjol. Inilah yang paling menggairahkan saya. Sementara dia bilang sangat menyenangi bersenggama dengan saya sebab ukuran penis saya yang lebih gemuk dari punya suaminya, walaupun panjangnya kira-kira sama.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Hubungan kami berawal dari kedekatan lokasi duduk yang menciptakan kami tidak jarang ngobrol di kala senggang. Aku suka memuji pakaiannya dengan kalimat-kalimat yang mengarah keurusan nafsu. Misalnya, “rokmu bagus deh hari ini, seksi banget kelihatannya” .

Luar biasanya, jawaban Sari lebih menunjukkan lagi, “seksi gimana, hayo, jelasin dong..” Aku seringkali langsung ngejelasin bahwa lekuk tubuhnya jadi tampak dan enak dipandang. Dia senang aku memujinya. Hal-hal begini terjadi dan kian lama kian brani, tetapi tanpa pernah ia tersinggung atau marah.

Nampaknya dia santai-santai aja dan merasakan percakapan, sejauh apapun. Pada sebuah waktu, anda keterusan ngobrol mengenai hubungannya dengan sang suami. Kebetulan paginya, katanya, ia baru bersenggama dengan suaminya, tetapi nggak menjangkau orgasme. Sementara suaminya tidak jarang kali orgasme. Saya langsung memancing,” jadi lagi nanggung dong skarang, ya”.

Eh, nggak nyangka dia menjawab,”napa, mo tolong nerusin nih.. emang mampu?”. Wah, untuk saya peluang nih. Aku langsung menunjukkan pembicaraan ke santap siang bersama di luar kantor. Dia inginkan banget. “Gimana kalo makannya di lokasi yang berdua aja”, aku membuka obrolan di mobil saat kami berangkat menggali tempat makan. Sari membalas dengan pertanyaan sambil menyaksikan ke arahku yang sedang nyetir,” di mana?”. Pikiranku tidak beda ke motel jam-jaman tentunya. Di situ dapat nonton tv, ngobrol, pesen makanan, dianterin ke kamar, bayar, tanpa mesti ketemu muka dengan pendahuluan makanan.

Aku jelasin seluruh itu, dia justeru nyambung,”masa cuman nonton tv, ngobrol, makan..”. Ini jawaban yang ngeresin banget. Aku merasakan tekanan dari dalam celanaku, ereksi yang dahsyat. Akhirnya kami mendarat di motel. Ngobrol-ngobrol lebih jauh, ternyata dia memang telah tidak jarang ke motel dengan suaminya saat pacaran dulu.

Saya jadi paling maklum, pantes Sari nggak kelihatan risi atau kaku sama sekali. Selesai menunaikan kamar dan pesen makanan, kamipun duduk di tempat seraya nonton tv. Ternyata terdapat channel video dengan film seks. Aku nggak pindahin lagi channelnya dan Sari nampaknya senang. Baru 2-3 menit, ia telah merapatkan badannya ke tubuhku seraya berkata,” puasin aku ya..”.

Aku langsung merapatkan bibirku ke bibirnya. Kamu berciuman paling bernafsu. Lidahnya duluan masuk ke mulutku ambil meraba-raba masing-masing sudut dalam mulut. Aku paling terangsang, lagipula melihat tangannya memegang wilayah vaginanya yang masih tertutup rok. Wanita ini nampaknya paling dingin dan cuek, pikirku. Inilah kelaziman wanita yang paling ku sukai dan paling merangsangku. Aku membuka kancing bajunya dan langsung menyusupkan tanganku ke buah dada kirinya.

Dia dengan cepat membuka tali bh sampai-sampai menyembul dua bukit yang lumayan besar. Aku langsung mengulum putting salah satunya. Kepalanya bergerak ke belakang menyangga isapanku. Aku suka ekspresinya saat terangsang.

Ia kian terangsang, aku juga.

Tanganku sudah masuk ke dalam celana dalamnya dari samping. Agak basah. Jari tengahku mengusap-usap klitorisnya. Ini menciptakan ia tak tahan. Tanpa komando apa-apa, posisi kami pulang menjadi posisi 69.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Kami saling mengisap sambil, ” aaaah.. eeeeh..haaaaaaahhh. .” Ketika bibirku mengulum klitorisnya, ia melenguh panjang keenakan,” aaaauu.. enak, Di”. Aku kerjakan ini selama 5 menit hingga Sari mendorongku lantas mengangkang di sampingku.

“Ayo Di, nggak tahan nih. Masukin cepet..” Aku berputar menaikinya, menunjukkan kontolku ke liang senggamanya yang sudah paling basah. Perlahan-lahan ku dorong masuk.. enak sekali. Sari melenguh,” aaaaah.. ya teruuuss Di.”. Perlahan-lahan ku pompa liang senggamanya sedangkan dia memaju-mundurkannya dengan badan yang paling kaku.

Rupanya ia memburu orgasmenya yang kesatu. “Terus Diiii, aku suka banget. “. Semenit lantas badannya mengeras total seraya berteriak,” aaaaaaaaah. udah Di aku dapet. aaaaah”. Aku mendiamkan sedikit supaya ia dapat tenang dulu.

“Enak banget, sayang”, katanya sesudah agak tenang Aku kaget dia memanggilku dengan sebutan sayang. “Kamu sayang aku ya?”, aku bertanya sambil mengawali memompa liang senggamanya lagi. “Iya dong, aku sayang anda yang sudah memuaskanku, di samping menyayangi suamiku yang baik tersebut lho”, Sari menjawab.

Kami bertempur lagi dan nampaknya Sari sudah terangsang lagi. Kadang-kadang aku memutarmutar pantatku dengan arah yang bertentangan dengan putaran pantat Sari. Kami benar-benar merasakan hubungan seks kami yang kesatu. Akhirnya aku nyaris mencapai puncak,” Sari, aku mo nyampe nih.aaaahhh” . “Yaaaah, aku juga”.

Semenit lantas aku menjangkau orgasme yang spektakuler sambil berteriak,” aaaaaahhh.”. Sari pun ternyata menjangkau orgasmenya yang kedua seraya melenguh keras sekali,” aaaaauuuu.. Enak Di. enaaaak”. Kami terdiam sejenak. 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Setelah reda, kami berciuman lagi secara lembut sekali. Kemudian kami mandi bersama. Di bawah shower, kontolku tegang lagi. Sari pun terangsang sebab ku gesek-gesek ke vaginanya saat kami mandi seraya berpelukan. Akhirnya kami bersenggama lagi, kali ini seraya berdiri.

Karena susah melakukannya seraya berdiri, kami pulang ketempat istirahat untuk menuntaskan satu putaran kenikmatan. Lagi-lagi aku merasakan hubungan seks yang paling ekspresif. Karena Sari paling ekspresif, nggak malu-malu, aku jadi paling terangsang.

Akhirnya kami menjangkau kepuasan bersama, sesudah aku mesti menyangga orgasme sebentar sebab Sari belum bakal orgasme. Akhirnya kami meledakkannya bersama-sama, ” aaahhhhhh… aaaahhh.”. Sampai pertengahan 2013 kami rutin bersangkutan 2 atau 3 kali seminggu.

Kami melakukannya tanpa saling menuntut, kecuali menuntut kepuasan. Saya tidak pernah bermaksud memperistrinya, dia pun tidak pernah bercita-cita hendak bercerai dan menikah dengan saya. Cocok benar keinginan saya dengan keinginan dia. Saya kami hari berpisah. Skarang saya mesti agak tidak jarang melakukannya sendiri, seraya berkhayal mengenai hubungan seksku dengan Sari.

Saturday, April 21, 2018

April 21, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Janda Kembang Sange - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Kali ini bercerita tentang empiris yang saya alami 3 tahun yang lalu,sebelumnya, perkenalkan Namaku Sony, berasal dari area Timur Indonesia, bermukim di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku sudah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih memerlukan perhatian penuh.

Aku mesti menjadi ayah sekaligus ibu guna mereka. Bukan urusan yang mudah. Sejumlah teman menganjurkan untuk menikah lagi supaya anak-anak mendapat  ibu baru. Anjuran yang bagus, namun saya tidak hendak anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena tersebut aku paling hati-hati.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Kehadiran anak2 jelas adalahhiburan yang tak tergantikan. Sinta sekarang berusia 10 tahun dan jeremy adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat memenuhi kekosonganku. Namun bila anak-anak lagi berkumpul bareng teman-temannya, kesepian tersebut senantiasa menggoda. Ketika hari sudah larut malam dan anak-anak telah tidur, kesepian tersebut semakin menyiksa.

Sejalan dengan itu, nafsu birahi ku yang termasuk besar tersebut meledak-ledak perlu penyaluran. Beberapa rekan mengajakku menggali wanita panggilan namun aku tidak berani. Resiko terpapar penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aku bermasturbasi. Sesaat aku merasa lega, namun sesudah tersebut keinginan guna menggeluti tubuh seorang perempuan selalu hadir di kepalaku.

Tidak terasa 3 bulan sudah berlalu. Perlahan-lahan aku mulai membubuhkan perhatian ke wanita-wanita lain. Beberapa rekan kerja di kantor yang masih lajang sepertinya membuka peluang. Namun aku lebih suka mempunyai mereka sebagai teman. Karena tersebut tidak terdapat niat untuk membangun hubungan serius. Di saat kemauan untuk merasakan tubuh seorang perempuan semakin meningkat, kesempatan tersebut datang dengan sendirinya.

Senja tersebut di hari Jumat, aku kembali kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum telah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru. Di depan hotel Mirama kulihat seorang wanita keadaan bingung di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan beda melaju lewat, tidak terdapat orang yang peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang berkeinginan dilakukan. Rupanya menggali bantuan. Aku mendekat.

“Ada yang dapat saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.

Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Saya memahaminya. Akhir-akhir ini tidak sedikit kejahatan berkedok tawaran pertolongan seperti itu.

“Tak usah takut, Mbak”, kataku.”Namaku Sony. Boleh saya lihat mesinnya?”

Walaupun agak segan ia menyampaikan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata melulu problema penyumbatan slang bensin. Aku membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia hendak membayar namun aku menolak. Kejadian itu selesai begitu saja. Tidak kuduga hari berikutnya aku bertemu lagi dengannya di Tunjungan Plaza. Aku sedang mendampingi anak-anak berjalan-jalan saat ia menyapaku. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis untuk keduanya.

“Sekali lagi terima kasih untuk pertolongan kemarin sore”, katanya,”Namaku Linda. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”

“Aku Sony”, sahutku sopan.

Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke semua tubuhnya. Wanita tersebut jelas turunan Cina. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh unik dalam pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Pakaiannya tersebut jelas memperlihatkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan jujurnya, dipadu oleh pinggang yang ramping. Pinggulnya bundar estetis digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.

“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut keterangan dari saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya terlihat ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Kami duduk di meja terdekat sambil menyimak orang-orang yang lewat.

“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.

Aku tidak menjawab. Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita membungkuk menghindari air mata.

“Ibu telah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.

“Isteriku telah meninggal”, kataku. Hening sejenak.

“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud menggali tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.

Pokok pembicaraan berpindah ke anak-anak, ke sekolah, ke kegiatan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu bila ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola sejumlah toko pakaian. Aku pun akhirnya tahu bila ia berusia 32 tahun dan sudah menjanda sekitar satu separuh tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan tersebut sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, tidak jarang ia menggerak-gerakkan badannya sampai-sampai buah dadanya tersebut dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur menginginkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.

“Nggak beranggapan menikah lagi?” tanyaku.

“Rasanya nggak terdapat yang inginkan sama aku”, sahutnya.

“Ah, Masak!” sahutku,”Aku inginkan kok, bila diberi kesempatan”, lanjutku sedikit badung dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”

“Ah, Sony dapat aja”, katanya tersipu-sipu seraya menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dengan ucapanku.

Tidak terasa nyaris dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak mohon pulang. Linda, perempuan Cina itu, menyerahkan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika bakal beranjak meninggalkannya ia berbisik,

“Saya menantikan Sony di rumah.”

Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yang inginkan menolak peluang berada bareng wanita semanis dan seseksi Linda. Aku mengangguk seraya mengedipkan mata. Ia membalasnya dengan kedipan mata juga. Ini peluang emas. Apalagi sore tersebut Anita dan Marko bakal dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.

“OK. Malam nanti aku main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aku telah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.

Sore tersebut sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aku mencuci sepeda motorku kemudian mandi. Sambil mandi khayalan seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Linda tanpa pakaian? Pasti estetis sekali tubuhnya yang bugil. Dan tentu sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu. Apalagi aku sebenarnya sudah lama hendak menikmati tubuh seorang perempuan Cina.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Tapi apakah ia inginkan menerimaku? Apalagi aku bukan orang Cina. Dari area Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dengan rambut yang ikal. Tapi.. Peduli amat. Toh ia yang mengundangku. Andaikata aku diberi kesempatan, tidak bakal kusia-siakan. Kalau toh ia melulu sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Aku tersenyum sendiri.

Jam tujuh lewat lima menit aku sukses menemukan rumahnya di area Margorejo itu. Rumah yang estetis dan mewah guna ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang perempuan separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya penolong rumah tangga.

“Pak Sony?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Linda menantikan di dalam”, lanjutnya lagi.

Aku mengikuti tahapannya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalam. Selang semenit, Linda keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aku berdiri menyambutnya.

“Selamat datang ke rumahku”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman tiba di pipiku. Ini ciuman kesatu seorang perempuan ke pipiku semenjak kematian isteriku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa ketika bercakap-cakap, si penolong rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku pun sekalian pamit, Bu”, katanya untuk Linda.

“Makan telah siap, Bu. Saya datang lagi kelak jam sepuluh.”

“Biar masuk senja aja, Bu”, kata Linda, “Aku di lokasi tinggal aja besok. Datang saja jam tiga-an.”

Pembantu tersebut mengangguk sopan dan berlalu.

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya seraya menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia selesai ke kamar mandi. Di saat tersebut kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya lumayan memberikan gambaran format tubuhnya. Buah dadanya yang montok tersebut menonjol ke depan seperti gunung. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengekor gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

“Santai saja, anggap di lokasi tinggal sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.

Dua puluh menit menunggu tersebut rasanya laksana seabad. Ketika kesudahannya ia muncul, Linda membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang hingga di punggungnya tidak dipedulikan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju istirahat longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.

Tetapi yang menciptakan mataku membelalak merupakan bahan pakaian tersebut tipis, sampai-sampai pakaian dalamnya jelas kelihatan. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi melulu sepertiga buah dadanya menyerahkan pemandangan yang indah. Celana dalam merah jelas memberikan format pantatnya yang besar bergelantungan. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahi ku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

“Aku tahu, Sony suka”, katanya seraya duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aku lihat mata Sony tak pernah lepas dari buah dadaku. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya kepunyaan kita.”

Ia lalu menghirup pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami telah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok tersebut ketat ke dalam pelukanku. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Ia menggeliat-geliat supaya tanganku lebih leluasa bergerak seraya mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dengan lidahnya.

Tangannya juga aktif mencaplok T-shirt yang kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak.

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam tersebut dan menyentuh bibir memeknya. Ia mengaduh pendek namun segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan badannya mulai menggeletar menyangga nafsu birahi yang semakin meningkat.

Tangannyapun menerobos celana dalamku dan tangan lembut tersebut menggenggam batang kemaluan yang kubanggakan itu. Kemaluanku termasuk besar dan panjang. Ukuran tegang sarat kira-kira 15 cm dengan diameter selama 4 cm. Senjata kebanggaanku berikut yang pernah menjadi kesenangan dan kehormatan hati isteriku. Aku yakin senjataku ini bakal menjadi kesenangan Linda. Ia tentu akan ketagihan.

“Au.. Besarnya”, kata Linda sambil membelai lembut kemaluanku.

Elusan lembut jari-jarinya tersebut membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan tersebut melepaskan bajuku. Segera sesudah lepas bajuku bibir mungilnya tersebut menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kesenangan yang luar biasa. Tangannya pulang menerobos celanaku dan menggenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut. Aku juga bergerak mencungkil pakaian tidurnya. Rasanya laksana bermimpi, seorang perempuan Cina yang cantik dan seksi duduk di pahaku melulu dengan celana dalam dan BH.

“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”

Aku bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya mohon digendong. Tubuh bahenol nan seksi tersebut kurengkuh ke dalam pelukanku. Kuangkat tubuh tersebut dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku menciptakan nafasku megap-megap nikmat. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh tersebut ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai mencungkil BH dan celana dalamnya.

Ia tidak mempedulikan aku mengerjakan semua tersebut sambil mendesah-desah menyangga nafsunya yang tentu semakin menggila. Setelah tak terdapat selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yang mengagumkan itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dengan mata agak sipit laksana umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai hingga di punggungnya.

Buah dadanya sungguh besar tetapi padat dan menonjol ke depan dengan puting yang kemerah-merahan. Perutnya rata dengan lekukan pusar yang menawan. Pahanya mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang besar bulat padat. Di sela paha tersebut kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yang estetis dan menggairahkan birahi.

“Ngapain melulu lihat tok,” protesnya.

“Aku kagum bakal keindahan tubuhmu”, sahutku.

“Semuanya ini milikmu”, katanya seraya merentangkan tangan dan mendekatiku.

Tubuh bugil polos tersebut kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aku ke atas ranjang lunak itu. Mulutnya segera menjelajahi semua dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Tangannya lincah mencungkil celanaku. Celana dalamku segera dipelorotnya. Kemaluanku yang telah tegang tersebut mencuat terbit dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menciduk batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yang luar biasa saat lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menyangga semua sensasi tak waras itu.

Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia mencungkil diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya pun mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku berpindah ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi tentu aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan tekanan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yang mulus padat tersebut membuka, menampakkan lubang surgawinya yang sudah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang tersebut dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang sudah basah membanjir itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil mengurangi kepalaku sampai-sampai lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat laksana cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak terdapat sesuatu juga yang bakalan menghalangiku merasakan dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak hendak menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi tidak banyak tetapi paling nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku. Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ia melolong keras.

Pada saat tersebut kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah menjangkau orgasme yang kesatu. Aku berhenti sejenak tidak mempedulikan ia menikmatinya. Sesudah tersebut mulailah aku menjelajahi pulang bagian tersensitif dari tubuhnya itu. Kembali erangan suaranya tersiar tanda birahi nya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku sudah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, sebab nafsuku pun telah diubun-ubun perlu penyelesaian.

Kudorong tubuh bahenon nan seksi tersebut rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak. Mulutnya terus menggumam tidak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang laksana kepinding.

“Cepat.. Cepat.. Aku telah nggak tahan!” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin dapat mendengar lolongannya itu. Aku berhenti sebentar tidak mempedulikan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sampai-sampai kemaluanku yang panjang dan besar tersebut menerobos ke dalam dan tenggelam sepenuhnya dalam liang surgawi miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas supaya lebih dalam menerima diriku. Sejenak aku diam merasakan sensasi yang spektakuler ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya pun luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya berjuang menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar tersebut diputar-putar guna memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat.

Desisan itu pulang menjadi erangan lantas jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku juga leluasa bertarung dengan lidahnya.

“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayang, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”

Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dengan gerakan pantatku. Di ketika itulah kurasakan fenomena ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aku bakal orgasme.

“Aku inginkan keluar, Linda”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Keluarkan di dalam. Aku hendak kamu di dalam.”

Kupercepat gerakan pantatku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan pantatku dan kemaluanku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku menyemprot deras. Ia juga melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ia pun menjangkau puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Inilah orgasmeku yang kesatu di dalam kemaluan seorang wanita semenjak kematian isteriku. Dan ternyata perempuan itu ialah Linda yang cantik bahenol dan seksi.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk seluruh detik kesenangan itu. Lalu perlahan-lahan aku mengusung tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang bersinar karena birahi nya sudah terpuaskan. Ia tersenyum dan mengelus wajahku.

“Sony, anda hebat sekali, sayang”, katanya, “Sudah lebih dari satu tahun aku tidak menikmati lagi kejantanan pria seperti ini.”

“Linda pun luar biasa”, sahutku, “Aku sungguh puas dan bangga dapat menikmati tubuhmu yang menawan ini. Linda tidak menyesal bersetubuh denganku?”

“Tidak”, katanya, “Aku justeru berbangga dapat menjadi perempuan kesatu setelah kematian isterimu. Mau kan anda memuaskan aku lagi nanti?”

“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh bila nolak rejeki ini.” Ia tertawa.

“Kalau anda lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi bila aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.

“Mulai kini kamu dapat menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Hatiku bersorak ria. Aku menarik keluar kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih separuh jam kami berbaring berdampingan. Ia kemudian mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Malam itu sampai hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi guna memuaskan nafsu. Aku menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam sekian banyak  posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu ialah hari penuh kesenangan birahi.

Dapat ditebak, pertemuan kesatu tersebut berlanjut dengan ragam pertemuan lain. Kadang-kadang kami menggali hotel namun terbanyak di rumahnya. Sesekali ia mampir ke tempatku bila anak-anak lagi mendatangi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu dipenuhi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan.

Satu malam di kamar tidurnya. Setelah sejumlah kali orgasme iseng aku menggodanya.

“Linda”, kataku, “Betapa beruntungnya aku yang berkulit gelap ini dapat menikmati tubuhmu bahenol, seksi, putih dan mulus seorang perempuan Cina.” kataku, disambut dengan tawa cerianya.