Showing posts with label tante. Show all posts
Showing posts with label tante. Show all posts

Wednesday, June 27, 2018

June 27, 2018

Cerita Sex Ngentot dengan Tante Mia - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Awal pertemuan ku dengan mbak mia masa-masa saya tertata antar jemput ponaan TK. Mbak mia yakni salah seseorang orangtua siswa di TK itu, kebetulan anak nya serta keponaan ku teman sekelas. Perkenalkan, nama ku Alfa, barusan usai kuliah di kampus negeri di Medan, pada ketika menanti panggilan pekerjaan, saya ditugaskan kakak ku guna antar jemput anak nya sekolah.

Jalinan ku dengan mbak mia dilangsungkan saat intensitas bersua kami yang teratur. Gambaran ku perihal mbak mia, kulitnya putih mulus, tinggi 165 cm, tubuhnya imut2, rambutnya sebahu dicat mawna manggis, dada nya tak terlalu besar, hanya segenggam saja rasa ku, tetapi sanggat bulat, memiliki format sangatlah indah, pantat nya pun bulat. Perjumpaan kesatu ku dengan mbak mia ketika acara memberi warna yang diadakan sekolah dengan di antara mall. Acara digarap sepulang sekolah, waktu tersebut keponaan ku maksa agar amel anaknya mbak mia turut berbarengan kami, pada akhirnya kemauan mereka ku iyakan. Tetapi tampak muka sunggkan mbak mia.

Mbak mia : aduh, dek. Bagaimana? Nga ngerepotin kan andai kami numpang sama adek.
Saya : ya gpp sih buk. Kan sekalian, lagian anaka2 pun kelak diperjalanan bisa main.
Mbak mia : duh, makasi lo.
Saya : yaudah, anda pergi ketika ini? Kita naik mobil saya saja ya, mobil ibuk sini saya parkirin di halaman sekolah.
Mbak mia : oke! Segera mbak mia menyodorkan kunci mobil nya.

Mobil honda brio hitam punya mbak mia sangatlah enak harumnya, kuperhatikan seisi mobil, sangatlah rapi. Ada hal unik kudapati dari isi mobil mbak mia, di jok belakang kutemukan G-string merah maroon yang sangatlah seksi komplit dengan stempel harga. Pikir hati ku barangkali saja terjatuh dari belanjaan mbak mia. Sesudah kuparkirkan, saya terbit serta kami pergi.

Perjalanan ke acara memberi warna memanglah tdk demikian jauh, hanya saja macet nya jalanan buat perjalanan jadi sangatlah lama. Disela2 kemacetan itu, kuamati gerakan badan mbak mia yang duduk percis disamping ku. Dengan stelan lejin hitam ketat dipadukan dengan kaos ketat serta cardigen, mbak mia terlihat sangatlah seksi.

Tiba2 saya terperanjat, mbak mia membuyarkan lamunan ku.
Mbak mia : hey, uda lampu hijau tuh. Ngelamun saja.! Sembari dia senyum. Ngelamunin apa sih?
Saya : ah, nga buk, nga ngelamunin apa2, melulu menghayati lagu diradio ini saja.
Mbak mia : ohhh. Eh, btw nama kamu siapa, anda uda sekitar ini perjalanan masih tetap saja belum kenalan.
Saya : nama saya alfa buk, bila ibu?
Mbak mia : saya mia, panggil saja mia atau mbak mia. Stop panggil saya ibu, apa saya se ibu-ibu tersebut yah?
Saya : eh, ia deh mbak. Nga kok, mbak masi terlihat muda, masi keliatan ketat lagi.
Mbak mia : KETAT? Ketat apanya? Sembari mbak mia mengamati tubuhya.
Duh, keceplosan nih. Ingin ngeles apa nih. Apa jujur saja?
Saya : anu mbak, tersebut yg ketat. Sembari saya nunjuk kesembarang tempat. Sembari mata fokus kedepan.
Mbak mia : oh, ini toh yg ketat!
Tiba2 saya ngecek posisi tanggan ku, nyatanya percis didepan dada mbak mia. Aduh, malu besar.
Saya : sorry lo mbak, bukannya nga sopan, melulu saya sembarang nunjuk saja, nga ada keinginan nunjuk tersebut nya mbak.
Mbak mia : heeehhe, gpp lagi, mbak pun senang bgt sama format dada mbak, masi terus kenceng. Sembari dia tersenyum manis.

Anak2 tidak menghiraukan kami, mereka berdua repot main game di ipad ku.
Sesampainya di mall, anaka2 segera kami antar kan ke lokasi anak2 yang beda ngumpul. Terlihat telah disiapkan paket makanan mekdi guna anak2 peserta serta anak2 yang tentu sudah dikordinir gurunya. Lantaran uda tengah hari perut pun mulai lapar. Tiba2 mbak mia ngajak makan. Kami pun kerestoran seafod dilantai 3. Selama perjalanan mbak mia jalannya mepet ke tubuh ku. Ku singkap tangan ku kedepan sampai pinggul kami melekat. Dalam hati mbak mia ini tunjukkan tanda.
Selama santap kami tidak sedikit cerita, perihal kuliah ku, kedudukan LDR ku sama pacar yang masih tetap kuliah di jawa.

Saya : ayah nya amel nga pernah jemput mbak, kerja di mana?
Mbak mia : mbak uda setahun menjanda, cerai lantaran tidak sedikit pertikaian. Sembari mbak mia melepas cardingannya lantaran cukup gerah lantaran restorannya padat serta akibat makan pedas. Serta nyatanya mbak mia cuma pakai pakaian yukensi. Waw!! Saat tersebut juga lgsg saya horni simak mbak mia, bayang-bayang BH hitaam mbak mia buat ku sangatlah terangsang. Pembicaraan pulang ku teruskan.

Saya : berarti mbak mia single parent dong ya setahun ini. Trus G-String nya bikin apa mbak. Aduh, pulang saya keceplosan.
Mbak mia : G-string? Kok? Mbak mia bingung.
Saya : aduh mbak, tadi saya simak terdapat G-string di mobil mbak. Maaf mbak, saya keceplosan.
Mbak mia : yauda lho, gpp. Ia, mbak seneng bgt gunakan g-string. Terkadang siap mandi malam mbak berniat pakai, trus selfie didepan kaca. Narsis2an gunakan g-string. Saat ini pun pakai g-string.
Mendengar kisah mbak mia, burung ku melulu dapat ngaceng sekeras2 nya.
Mbak mia : emg pacar mu nga memiliki gituan?
Duh, petanyaan mbak mia menjebak.
Saya : terdapat sih mbak, tempo hari pernah dia liatin dikit ketika dia make.
Mbak mia : dikit doang? Pelit paling pacar kamu ngasi dikit doang.
Saya : hehe, ia sih. Maka dari tersebut saat ini masi membayang2kan.
Mbak mia : duh kasian, kelak andai ada ketika mbak liatin deh memiliki mbak. Mbak mia merayu.
Saat tersebut juga laksana disambar petir mendengar ucapan mbak mia. Kemudian acara usai, mbak mia serta amel kuantar ke sekolah untuk memungut mobil. Saat sebelum berpisah mbak mia mintak tukeran pin. Segera ku accept.

Malamnya ketika sebelum tidur, ponsel ku bunyi, pesan dari mbak mia, sungguh terperanjat saya mbak mia kirim photo nungging dengan gstring ungu. Berapakah detik lalu, di kirim photo pusar nya dengan tali gstring serta jembut tidak tebal. Kemudian bertubi2 mbak mia kirim photo syurnya. Nafsu ku uda dipuncak, kupelorotkan celana ku, ku kocok burungku dengan sangatlah lembut. Desahan ku, kurekam kukirim ke mbak mia serta masa-masa puncaknya peju yg meleleh di burung ku, ku photo serta kukirim sama mbak mia. Mbak mia menjawab dengan kirim voice note, dengan suara mendesah mbak mia ngomong ” alfa, kelak sesudah antar sekolah, anda ngentot ya sayang, mbak uda hilang memori malam ini anda bikin, pepek mbak uda denyut. Anda harus tanggung jawab.

Besok paginya, ketika sebelum pergi berniat saya mandi bersih serta harum. Kuantar keponaan ku, setelah tersebut segera ku buntuti mbak mia yang sudah jalan didepan. Rumah mbak mia yang cukup besar dengan garasi yang bisa menyimpan dua mobil segera ditutupnya rapat. Burung ku uda sangatlah kuat menyangga gairah bercinta dengan mbak mia. Turun dari mobil, mbak mia segera hampiri ku, dipeluknya segera badan ku, tangannya segera dielus2 keseluruh badan ku. Disingkapnya kaos ku, saya yang cuma menggunakan boxer segera ditelanjangi nya. Diemut emutnya bibir ku sampai ke lidah. Eummmh, alfa, sayaaaaang,, huwhhh, desah mbak mia. Tangan ku dengan sigap buka daster nya, nyatanya mbak mia tak memakai dalaman apa pun. Dada nya menggantung sangatlah indah, puting cokelat mudanya tegang menantang guna dihisap. Ku hisap puting mbak mia, sembari mengelinjak tangan nya main diburung ku. Di kocoknya, enak sekali terasa.

Mbak mia : faa, masukin.. Mbak uda hendak dientoti sama alfaaa.. Cepat sayang, emuuah.
Ku angkat mbak mia keatas kap depan mobil ku. Kulentangkan dia, bulu kemaluannya yg tidak terlalu lebat mencuat kepermukaan, ku jilati klitoris mbak mia, kusedot sampai dia menjerit nikmat.
Mbak mia : faaa, enak syang, terusin. Sedot sayang. Eummhhh, ahhhhh… Sayang. Sembari ditekan2 nya kepala ku salah satu memeknya.

Tidak Tahan lagi, burung ku pun ku gesek2kan ke memek mbak mia, muka mbak mia memerah, nafasnya tersekal, tidak teratur. Hingga pada kesudahannya kumasukkan kepala burung ku, kumain2kan disetengah dalam memek mbak mia.

Mbak mia : masukin sayang, masukin seluruhnya.. Ahgggghhh. Mbak uda hendak dientotin sama anda, mbak uda lama nga menikmati ini. Mari sayang. Mbak mia memelas manja, sembari pinggul ku ditarik2nya supaya burung ku amblas kedalam. Tetapi mbak mia kubiarkan rasakan kegatalan ini. Hingga selanjutnya ku amblaskan seluruhnya burung ku kedalam memek nya, kuhentak sampai mbak mia menjerit. Oucccchhhh sayang, enakkkk. Enak sayang.. Uuuuuwhh, uwwwwh sayang. Ku enjot mbak mia tampa ampun, dengan sangatlah brutal ku entoti mbak mia.. Suaranya terputus2, tak tahu apa yang disampaikannya, namun mbak mia sangatlah menikmatinya, tangannya memeluk punggung ku, merasa kuku-kukunya dikulit ku.
Mbak mia : lagi sayang, yg kencang sayang, bikin mbak terangsang sayang, bikin mbak mucrat dahsyat sayang. Ouchhh, ugghhhh. Uhhhhhh. Enak alfaaaa, kamu benar2 powerful faaaa. Uhhhh. Kepala burung ku merasa mendenyut, kelihatannya bakal meletus.
Saya : mbak, ditembak di mana, saya hendak keluar nih, mbak…. Mmmhhhh, ahhh. Sembari ku pompa tidak jarang kali memek mbak mia.
Mbak mia : di dalam saja sayang, anda samaaaaa, mbak pun uda tidak tahan, hendak keluarrrrr. Occccchhhh.

Tubuh mbak mia menegang, cengkramannya kian kencang.
Mbak mia : faaaa, mbak nga kuat, anda keluarin ya sayangg ku, uuhhhhhgggg, ahhhhh.. awhhhhhh..
Saya : ia mbak. Kusemprotkan mani ku di dalam memek mbak mia, merasa hangat. Mbak mia terkulai lemas sinyal senang.

Kulihat jam didinding menyerahkan jam 10 pagi, TK tentu belum pulang. Tanpa terdapat bertanya segera ku angkat mbak mia kedalam rumah.
Saya : mbak, saya hendak mbak yang di atas, saya hendak WOT.


Mbak mia : ia sayang, anda main didepan tivi saja ya. dengan posisi burung ku yang masi menancap di memek mbak mia, kuangat dia dengan sangatlah gampang. Kusandarkan tubuh ku disofa depan tivi. Ouh…. Mbak mia menjerit kecil. Sayang, masa-masa nya mbak yang puasin kamu ya. Pinggul mbak mia mulai menggoyang kedepan kebelakang. buah dadanya yang gantung2 sangatlah menggairahkan. Ku remas buah dadanya. Goyangan mbak mia sangatlah luar umum, yang bikin horni berat itu, ekspresi mbak mia yang memejamkan mata nya, sembari bibir bawahnya digigit-gigit kecil. Sunggu menggairahkan. Pada kesudahannya sesudah 30 menit ngesex ronde ke-2, kami pun klimaks lagi. Mbak mia menjatuhkan seluruhnya tubuhnya di atas tubuh ku. Sembari ku ciumi berwajah, kubisikkan kata2 nakal. Kemudian kami mandi berbarengan, di dalam kamar mandi pun kami kerjakan blowjob.

Hingga kini ini, saya masi tidak jarang kali bersangkutan dengan mbak mia. Kami teratur kerjakan jalinan seks, sangatlah bebas. Serta kuakui saya tergila2 dengan memek ruang belajar dunia memiliki mbak mia.

Friday, May 11, 2018

May 11, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Tante Janda Imut - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Sebenarnya aku masih tergolong seorang pelajar SMU namun di sini aku hendak menceritakan kisahku yang pernah mengerjakan adegan layaknya dalam kisah dewasa bareng seorang janda imut. Namaku Andri dan masih duduk di ruang belajar dua SMU, keseharianku melulu pergi sekolah dan nongkrong bersama teman sekaligus seraya berbagi empiris tentang kisah dewasa yang pernah kami lakukan.

Sudah tidak sedikit temanku yang pernah merasakan kisah sex meskipun masih duduk di ruang belajar Satu SMU. Tapi aku tidak hingga akhirnya menginjak ruang belajar dua akupun mengerjakan hal itu, tanpa aku duga sebelumnya sebab baru kesatu kali mengerjakan dengan seorang janda pula. Tapi janda tersebut begitu imut dan paling ayu aku biasa memanggilnya mbak Dewi dan dia masih berumur selama 29 tahun.

Hari tersebut mbak Dewi lewat depan rumahku, aku yang sedang mencuci motorku hanya dapat mencuri pandang padanya. Karena saat tersebut juga ibuku dan ayahku sedang duduk santai minum teh di teras depan rumah, ketika mbak Dewi memberi salam sama ibu ayahkupun menyerahkan senyumnya ” Pagi bu Johan.. ” Ibuku membalas tapi dengan muka dingin ” Pagi Wi… ” Katanya dan langsung melotot pada ayahku.

Sedangkan aku hanya dapat tersenyum menyaksikan tingkah ayah dan ibuku, tapi pria mana yang tidak tergoda oleh tubuh sesksi mbak Dewi saat dia melenggang lewat depan seorang lelaki. Begitu pun dengan aku sebab sudah tahu bila mbak Dewi bakal pergi kepasar yang berada satu kilo dari rumah, akupun langsung mengobarkan motorku guna mengejarnya tanpa sepengetahuan orang tuaku.

Ternyata benar tidak berapa lama lantas aku lihat Mbak Dewi berlangsung di trotoar ” Ayo mbak saya anter … sekalian inginkan ke pasar juga.. ” Dia tersenyum dan berbicara ” Dik Andri nggak usah aahh.. bentar lagi pun sampai… ” Tapi aku tetap menawarkannya dan kesudahannya diapun inginkan ikut denganku. Terasa senang rasa hatiku kala tersebut ketika mbak Dewi memegang pinggangku dari belakang.

WWW.VIPRCTI99.NET Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Akupun mengerjakan hal yang dapat menguntungkan aku, saat melewati jalan yang agak berlubang dengan sengaja aku melewatinya dan ” Aauuww… pelan-pelan dik An….. ” Katanya dengan lebih erat mendekap tubuhku, akupun menggodanya dengan bilang ” Nggak papa mbak pegangan saja…. ” Kataku dengan nada membujuk dan aku yakin bila dia tersipu malu di belakangku.

hampir masing-masing hari aku menggoda mbak Dewi saat kami berpapasan hingga akhirnya pada suiatu hari, dia mengajakku guna mengantarnya ke lokasi tinggal tantenya yang terdapat di wilayah cakung cukup jauh dari kotaku, namun aku mau mengantarnya lagipula hari tersebut kebetulan hari minggu dan akupun memang telah terbiasa tidak kembali seharian sampai-sampai orang tuaku tidak tidak sedikit bertanya.

Aku merasa ketiban durian runtuh hari itu, bagaiaman tidak bila mbak Dewi yang tidak jarang kali menjadi bunga mimpiku mengajakku dan dengan mesranya dia peluk tubuhku dari belakang. Sampai akhirnya saat melewati jalanan sepi dengan sengaja aku memegang tanganya dengan lembut dan aku tidak menduga dia tidak mempedulikan aku melakukan urusan tersebut dan aku senang di buatnya.

Begitu hingga di lokasi tinggal tantenya mbak Dewi langsung mengajaku guna masuk dan diapun terlihat membual akrab dengan tantenya yang masih muda juga. Dan tidak berapa lama kemudia aku lihat tantenya terdapat yang menjemput kemudian pergi dengan orang yang membawa mobil itu, sebab dari dalam ruang tamunya aku tidak dapat menyaksikan apa seorang cowok atau cewek yang menjemputnya.

Saat tersebut mbak Dewi menatapku dengan demikian tajam saat tersebut aku memahami untuk aku mendekatinya, dan benar saja saat wajahku begitu dekat wajahnya diapun langsung melumat berakhir bibiurku dan aku balas dengan lebih ganas lagi ” Ooouugggh.. sayang… mbak.. dari dulu suka anda Andri…. aaaagggggghhhhh…. ” Katanya seraya terus melumat berakhir bibir dan pun wajahku.

Layaknya pemain dalam kisah dewasa dia begitu lihai emmbuka bajuku dan baju yang dia pakai. Kini tubuh kami telah sama-sama telanjang bulat, saat tubuh kami bersentuhan ketika itulah aku merasa kontolku menegang dan mengganjal perut mbak Dewi saat aku peluk tubuhnya, diapun mendorong tubuhku kemudian meliaht ke arah kontol yang menegang itu.

Dengan lembutnya dia elus kontolku dengan tangannya lantas dia masukan dalam mulutnya ” Aaaggghhhh… aaaagggghh… mbak….. aaaggghh …pelan.. mbak…. ” Kataku sebab tidak tahan dengan kuluman mulut mbak Dewi, namun begitu dia pelankan kulumannya aku justeru semakin geli dan merasa nikmat pun pada akhirnya, ketika itulah aku pejamkan mataku.

Karena tidak kuat pun akupun mengajak mbak Dewi guna segera berbaring di lokasi tidur ” Ayo.. mbak.. Andri nggak powerful lagi… aaaagagggggghhh…. ” Kataku ketika itu, laksana dalam adegan kisah dewasa mbak Dewi bangun dan dia mendorong tubuhku guna lebih dekat pada lokasi tidur, ketika itulah dia merebahkan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk menciduk tubuhku guna menindihnya.

Saat itulah aku masukkan kontolku dan langsung menerbos dengan masuk kedalam memeknya yang telah basah, sebab begitu aku masukkan kontolku langsung menerobos masuk dalam memeknya dan akupun bergerak di atas tubuhnya ” Ooouuuuugghhh… oooouuuggghhh… aaaagaggghhh… aaaaagggghh… aaaggghh ” Desahan mbak Dewi membuatku hendak segera menyelesaikan permaian ini.

Karena aku pun sudah merasa tidak mampu untuk menyangga kontolku supaya tidak bergerak dalam mememknya tapi kesudahannya ” Ooooouuuggh.. mbak… ma..af.. itu… su…dah …keluar… aaaaggggghhhh….aaaaggggghhh….. ” Akupun merintih saking nikmatnya permainan kisah dewasa ini, dengan eratnya aku dekap tubuh mbak Dewi begitu pun dia peluk tubuhku dan menghirup wajahku.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

BOKEP KOREA PASANGAN ABG NGENTOT DI HOTEL

PASANGAN KOREA ENA-ENA DI HOTEL

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli
bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Sunday, April 22, 2018

April 22, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN TEMAN SEKANTOR - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Umurku sekarang 39 tahun sedangkan Sari berusia 34 tahun. Memang kami kesudahannya berhenti bersangkutan karena ia mesti pindah ke luar kota sedangkan saya tetap di Jakarta. Namun kisahku dengan dia tidak jarang kali menjadi kenangan, bahkan tidak jarang merangsangku. Sari ialah seorang ibu dari dua anak dan bersuamikan lelaki yang baik, mempunyai pekerjaan cukup di suatu perusahaan kepunyaan pemerintah.

Aku sendiri di perusahaan swasta, se kantor dengan Sari. Badanku biasa-biasa saja dengan tinggi nyaris 170 cm, sedangkan Sari selama 165 cm. Badannya lumayan langsing dengan pantat yang agak menonjol. Inilah yang paling menggairahkan saya. Sementara dia bilang sangat menyenangi bersenggama dengan saya sebab ukuran penis saya yang lebih gemuk dari punya suaminya, walaupun panjangnya kira-kira sama.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Hubungan kami berawal dari kedekatan lokasi duduk yang menciptakan kami tidak jarang ngobrol di kala senggang. Aku suka memuji pakaiannya dengan kalimat-kalimat yang mengarah keurusan nafsu. Misalnya, “rokmu bagus deh hari ini, seksi banget kelihatannya” .

Luar biasanya, jawaban Sari lebih menunjukkan lagi, “seksi gimana, hayo, jelasin dong..” Aku seringkali langsung ngejelasin bahwa lekuk tubuhnya jadi tampak dan enak dipandang. Dia senang aku memujinya. Hal-hal begini terjadi dan kian lama kian brani, tetapi tanpa pernah ia tersinggung atau marah.

Nampaknya dia santai-santai aja dan merasakan percakapan, sejauh apapun. Pada sebuah waktu, anda keterusan ngobrol mengenai hubungannya dengan sang suami. Kebetulan paginya, katanya, ia baru bersenggama dengan suaminya, tetapi nggak menjangkau orgasme. Sementara suaminya tidak jarang kali orgasme. Saya langsung memancing,” jadi lagi nanggung dong skarang, ya”.

Eh, nggak nyangka dia menjawab,”napa, mo tolong nerusin nih.. emang mampu?”. Wah, untuk saya peluang nih. Aku langsung menunjukkan pembicaraan ke santap siang bersama di luar kantor. Dia inginkan banget. “Gimana kalo makannya di lokasi yang berdua aja”, aku membuka obrolan di mobil saat kami berangkat menggali tempat makan. Sari membalas dengan pertanyaan sambil menyaksikan ke arahku yang sedang nyetir,” di mana?”. Pikiranku tidak beda ke motel jam-jaman tentunya. Di situ dapat nonton tv, ngobrol, pesen makanan, dianterin ke kamar, bayar, tanpa mesti ketemu muka dengan pendahuluan makanan.

Aku jelasin seluruh itu, dia justeru nyambung,”masa cuman nonton tv, ngobrol, makan..”. Ini jawaban yang ngeresin banget. Aku merasakan tekanan dari dalam celanaku, ereksi yang dahsyat. Akhirnya kami mendarat di motel. Ngobrol-ngobrol lebih jauh, ternyata dia memang telah tidak jarang ke motel dengan suaminya saat pacaran dulu.

Saya jadi paling maklum, pantes Sari nggak kelihatan risi atau kaku sama sekali. Selesai menunaikan kamar dan pesen makanan, kamipun duduk di tempat seraya nonton tv. Ternyata terdapat channel video dengan film seks. Aku nggak pindahin lagi channelnya dan Sari nampaknya senang. Baru 2-3 menit, ia telah merapatkan badannya ke tubuhku seraya berkata,” puasin aku ya..”.

Aku langsung merapatkan bibirku ke bibirnya. Kamu berciuman paling bernafsu. Lidahnya duluan masuk ke mulutku ambil meraba-raba masing-masing sudut dalam mulut. Aku paling terangsang, lagipula melihat tangannya memegang wilayah vaginanya yang masih tertutup rok. Wanita ini nampaknya paling dingin dan cuek, pikirku. Inilah kelaziman wanita yang paling ku sukai dan paling merangsangku. Aku membuka kancing bajunya dan langsung menyusupkan tanganku ke buah dada kirinya.

Dia dengan cepat membuka tali bh sampai-sampai menyembul dua bukit yang lumayan besar. Aku langsung mengulum putting salah satunya. Kepalanya bergerak ke belakang menyangga isapanku. Aku suka ekspresinya saat terangsang.

Ia kian terangsang, aku juga.

Tanganku sudah masuk ke dalam celana dalamnya dari samping. Agak basah. Jari tengahku mengusap-usap klitorisnya. Ini menciptakan ia tak tahan. Tanpa komando apa-apa, posisi kami pulang menjadi posisi 69.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Kami saling mengisap sambil, ” aaaah.. eeeeh..haaaaaaahhh. .” Ketika bibirku mengulum klitorisnya, ia melenguh panjang keenakan,” aaaauu.. enak, Di”. Aku kerjakan ini selama 5 menit hingga Sari mendorongku lantas mengangkang di sampingku.

“Ayo Di, nggak tahan nih. Masukin cepet..” Aku berputar menaikinya, menunjukkan kontolku ke liang senggamanya yang sudah paling basah. Perlahan-lahan ku dorong masuk.. enak sekali. Sari melenguh,” aaaaah.. ya teruuuss Di.”. Perlahan-lahan ku pompa liang senggamanya sedangkan dia memaju-mundurkannya dengan badan yang paling kaku.

Rupanya ia memburu orgasmenya yang kesatu. “Terus Diiii, aku suka banget. “. Semenit lantas badannya mengeras total seraya berteriak,” aaaaaaaaah. udah Di aku dapet. aaaaah”. Aku mendiamkan sedikit supaya ia dapat tenang dulu.

“Enak banget, sayang”, katanya sesudah agak tenang Aku kaget dia memanggilku dengan sebutan sayang. “Kamu sayang aku ya?”, aku bertanya sambil mengawali memompa liang senggamanya lagi. “Iya dong, aku sayang anda yang sudah memuaskanku, di samping menyayangi suamiku yang baik tersebut lho”, Sari menjawab.

Kami bertempur lagi dan nampaknya Sari sudah terangsang lagi. Kadang-kadang aku memutarmutar pantatku dengan arah yang bertentangan dengan putaran pantat Sari. Kami benar-benar merasakan hubungan seks kami yang kesatu. Akhirnya aku nyaris mencapai puncak,” Sari, aku mo nyampe nih.aaaahhh” . “Yaaaah, aku juga”.

Semenit lantas aku menjangkau orgasme yang spektakuler sambil berteriak,” aaaaaahhh.”. Sari pun ternyata menjangkau orgasmenya yang kedua seraya melenguh keras sekali,” aaaaauuuu.. Enak Di. enaaaak”. Kami terdiam sejenak. 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Setelah reda, kami berciuman lagi secara lembut sekali. Kemudian kami mandi bersama. Di bawah shower, kontolku tegang lagi. Sari pun terangsang sebab ku gesek-gesek ke vaginanya saat kami mandi seraya berpelukan. Akhirnya kami bersenggama lagi, kali ini seraya berdiri.

Karena susah melakukannya seraya berdiri, kami pulang ketempat istirahat untuk menuntaskan satu putaran kenikmatan. Lagi-lagi aku merasakan hubungan seks yang paling ekspresif. Karena Sari paling ekspresif, nggak malu-malu, aku jadi paling terangsang.

Akhirnya kami menjangkau kepuasan bersama, sesudah aku mesti menyangga orgasme sebentar sebab Sari belum bakal orgasme. Akhirnya kami meledakkannya bersama-sama, ” aaahhhhhh… aaaahhh.”. Sampai pertengahan 2013 kami rutin bersangkutan 2 atau 3 kali seminggu.

Kami melakukannya tanpa saling menuntut, kecuali menuntut kepuasan. Saya tidak pernah bermaksud memperistrinya, dia pun tidak pernah bercita-cita hendak bercerai dan menikah dengan saya. Cocok benar keinginan saya dengan keinginan dia. Saya kami hari berpisah. Skarang saya mesti agak tidak jarang melakukannya sendiri, seraya berkhayal mengenai hubungan seksku dengan Sari.

Saturday, April 21, 2018

April 21, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Janda Kembang Sange - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Kali ini bercerita tentang empiris yang saya alami 3 tahun yang lalu,sebelumnya, perkenalkan Namaku Sony, berasal dari area Timur Indonesia, bermukim di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku sudah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih memerlukan perhatian penuh.

Aku mesti menjadi ayah sekaligus ibu guna mereka. Bukan urusan yang mudah. Sejumlah teman menganjurkan untuk menikah lagi supaya anak-anak mendapat  ibu baru. Anjuran yang bagus, namun saya tidak hendak anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena tersebut aku paling hati-hati.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Kehadiran anak2 jelas adalahhiburan yang tak tergantikan. Sinta sekarang berusia 10 tahun dan jeremy adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat memenuhi kekosonganku. Namun bila anak-anak lagi berkumpul bareng teman-temannya, kesepian tersebut senantiasa menggoda. Ketika hari sudah larut malam dan anak-anak telah tidur, kesepian tersebut semakin menyiksa.

Sejalan dengan itu, nafsu birahi ku yang termasuk besar tersebut meledak-ledak perlu penyaluran. Beberapa rekan mengajakku menggali wanita panggilan namun aku tidak berani. Resiko terpapar penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aku bermasturbasi. Sesaat aku merasa lega, namun sesudah tersebut keinginan guna menggeluti tubuh seorang perempuan selalu hadir di kepalaku.

Tidak terasa 3 bulan sudah berlalu. Perlahan-lahan aku mulai membubuhkan perhatian ke wanita-wanita lain. Beberapa rekan kerja di kantor yang masih lajang sepertinya membuka peluang. Namun aku lebih suka mempunyai mereka sebagai teman. Karena tersebut tidak terdapat niat untuk membangun hubungan serius. Di saat kemauan untuk merasakan tubuh seorang perempuan semakin meningkat, kesempatan tersebut datang dengan sendirinya.

Senja tersebut di hari Jumat, aku kembali kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum telah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru. Di depan hotel Mirama kulihat seorang wanita keadaan bingung di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan beda melaju lewat, tidak terdapat orang yang peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang berkeinginan dilakukan. Rupanya menggali bantuan. Aku mendekat.

“Ada yang dapat saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.

Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Saya memahaminya. Akhir-akhir ini tidak sedikit kejahatan berkedok tawaran pertolongan seperti itu.

“Tak usah takut, Mbak”, kataku.”Namaku Sony. Boleh saya lihat mesinnya?”

Walaupun agak segan ia menyampaikan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata melulu problema penyumbatan slang bensin. Aku membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia hendak membayar namun aku menolak. Kejadian itu selesai begitu saja. Tidak kuduga hari berikutnya aku bertemu lagi dengannya di Tunjungan Plaza. Aku sedang mendampingi anak-anak berjalan-jalan saat ia menyapaku. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis untuk keduanya.

“Sekali lagi terima kasih untuk pertolongan kemarin sore”, katanya,”Namaku Linda. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”

“Aku Sony”, sahutku sopan.

Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke semua tubuhnya. Wanita tersebut jelas turunan Cina. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh unik dalam pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Pakaiannya tersebut jelas memperlihatkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan jujurnya, dipadu oleh pinggang yang ramping. Pinggulnya bundar estetis digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.

“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut keterangan dari saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya terlihat ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Kami duduk di meja terdekat sambil menyimak orang-orang yang lewat.

“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.

Aku tidak menjawab. Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita membungkuk menghindari air mata.

“Ibu telah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.

“Isteriku telah meninggal”, kataku. Hening sejenak.

“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud menggali tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.

Pokok pembicaraan berpindah ke anak-anak, ke sekolah, ke kegiatan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu bila ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola sejumlah toko pakaian. Aku pun akhirnya tahu bila ia berusia 32 tahun dan sudah menjanda sekitar satu separuh tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan tersebut sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, tidak jarang ia menggerak-gerakkan badannya sampai-sampai buah dadanya tersebut dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur menginginkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.

“Nggak beranggapan menikah lagi?” tanyaku.

“Rasanya nggak terdapat yang inginkan sama aku”, sahutnya.

“Ah, Masak!” sahutku,”Aku inginkan kok, bila diberi kesempatan”, lanjutku sedikit badung dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”

“Ah, Sony dapat aja”, katanya tersipu-sipu seraya menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dengan ucapanku.

Tidak terasa nyaris dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak mohon pulang. Linda, perempuan Cina itu, menyerahkan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika bakal beranjak meninggalkannya ia berbisik,

“Saya menantikan Sony di rumah.”

Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yang inginkan menolak peluang berada bareng wanita semanis dan seseksi Linda. Aku mengangguk seraya mengedipkan mata. Ia membalasnya dengan kedipan mata juga. Ini peluang emas. Apalagi sore tersebut Anita dan Marko bakal dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.

“OK. Malam nanti aku main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aku telah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.

Sore tersebut sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aku mencuci sepeda motorku kemudian mandi. Sambil mandi khayalan seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Linda tanpa pakaian? Pasti estetis sekali tubuhnya yang bugil. Dan tentu sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu. Apalagi aku sebenarnya sudah lama hendak menikmati tubuh seorang perempuan Cina.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Tapi apakah ia inginkan menerimaku? Apalagi aku bukan orang Cina. Dari area Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dengan rambut yang ikal. Tapi.. Peduli amat. Toh ia yang mengundangku. Andaikata aku diberi kesempatan, tidak bakal kusia-siakan. Kalau toh ia melulu sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Aku tersenyum sendiri.

Jam tujuh lewat lima menit aku sukses menemukan rumahnya di area Margorejo itu. Rumah yang estetis dan mewah guna ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang perempuan separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya penolong rumah tangga.

“Pak Sony?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Linda menantikan di dalam”, lanjutnya lagi.

Aku mengikuti tahapannya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalam. Selang semenit, Linda keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aku berdiri menyambutnya.

“Selamat datang ke rumahku”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman tiba di pipiku. Ini ciuman kesatu seorang perempuan ke pipiku semenjak kematian isteriku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa ketika bercakap-cakap, si penolong rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku pun sekalian pamit, Bu”, katanya untuk Linda.

“Makan telah siap, Bu. Saya datang lagi kelak jam sepuluh.”

“Biar masuk senja aja, Bu”, kata Linda, “Aku di lokasi tinggal aja besok. Datang saja jam tiga-an.”

Pembantu tersebut mengangguk sopan dan berlalu.

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya seraya menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia selesai ke kamar mandi. Di saat tersebut kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya lumayan memberikan gambaran format tubuhnya. Buah dadanya yang montok tersebut menonjol ke depan seperti gunung. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengekor gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

“Santai saja, anggap di lokasi tinggal sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.

Dua puluh menit menunggu tersebut rasanya laksana seabad. Ketika kesudahannya ia muncul, Linda membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang hingga di punggungnya tidak dipedulikan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju istirahat longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.

Tetapi yang menciptakan mataku membelalak merupakan bahan pakaian tersebut tipis, sampai-sampai pakaian dalamnya jelas kelihatan. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi melulu sepertiga buah dadanya menyerahkan pemandangan yang indah. Celana dalam merah jelas memberikan format pantatnya yang besar bergelantungan. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahi ku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

“Aku tahu, Sony suka”, katanya seraya duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aku lihat mata Sony tak pernah lepas dari buah dadaku. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya kepunyaan kita.”

Ia lalu menghirup pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami telah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok tersebut ketat ke dalam pelukanku. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Ia menggeliat-geliat supaya tanganku lebih leluasa bergerak seraya mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dengan lidahnya.

Tangannya juga aktif mencaplok T-shirt yang kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak.

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam tersebut dan menyentuh bibir memeknya. Ia mengaduh pendek namun segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan badannya mulai menggeletar menyangga nafsu birahi yang semakin meningkat.

Tangannyapun menerobos celana dalamku dan tangan lembut tersebut menggenggam batang kemaluan yang kubanggakan itu. Kemaluanku termasuk besar dan panjang. Ukuran tegang sarat kira-kira 15 cm dengan diameter selama 4 cm. Senjata kebanggaanku berikut yang pernah menjadi kesenangan dan kehormatan hati isteriku. Aku yakin senjataku ini bakal menjadi kesenangan Linda. Ia tentu akan ketagihan.

“Au.. Besarnya”, kata Linda sambil membelai lembut kemaluanku.

Elusan lembut jari-jarinya tersebut membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan tersebut melepaskan bajuku. Segera sesudah lepas bajuku bibir mungilnya tersebut menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kesenangan yang luar biasa. Tangannya pulang menerobos celanaku dan menggenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut. Aku juga bergerak mencungkil pakaian tidurnya. Rasanya laksana bermimpi, seorang perempuan Cina yang cantik dan seksi duduk di pahaku melulu dengan celana dalam dan BH.

“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”

Aku bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya mohon digendong. Tubuh bahenol nan seksi tersebut kurengkuh ke dalam pelukanku. Kuangkat tubuh tersebut dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku menciptakan nafasku megap-megap nikmat. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh tersebut ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai mencungkil BH dan celana dalamnya.

Ia tidak mempedulikan aku mengerjakan semua tersebut sambil mendesah-desah menyangga nafsunya yang tentu semakin menggila. Setelah tak terdapat selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yang mengagumkan itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dengan mata agak sipit laksana umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai hingga di punggungnya.

Buah dadanya sungguh besar tetapi padat dan menonjol ke depan dengan puting yang kemerah-merahan. Perutnya rata dengan lekukan pusar yang menawan. Pahanya mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang besar bulat padat. Di sela paha tersebut kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yang estetis dan menggairahkan birahi.

“Ngapain melulu lihat tok,” protesnya.

“Aku kagum bakal keindahan tubuhmu”, sahutku.

“Semuanya ini milikmu”, katanya seraya merentangkan tangan dan mendekatiku.

Tubuh bugil polos tersebut kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aku ke atas ranjang lunak itu. Mulutnya segera menjelajahi semua dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Tangannya lincah mencungkil celanaku. Celana dalamku segera dipelorotnya. Kemaluanku yang telah tegang tersebut mencuat terbit dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menciduk batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yang luar biasa saat lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menyangga semua sensasi tak waras itu.

Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia mencungkil diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya pun mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku berpindah ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi tentu aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan tekanan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yang mulus padat tersebut membuka, menampakkan lubang surgawinya yang sudah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang tersebut dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang sudah basah membanjir itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil mengurangi kepalaku sampai-sampai lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat laksana cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak terdapat sesuatu juga yang bakalan menghalangiku merasakan dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak hendak menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi tidak banyak tetapi paling nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku. Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ia melolong keras.

Pada saat tersebut kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah menjangkau orgasme yang kesatu. Aku berhenti sejenak tidak mempedulikan ia menikmatinya. Sesudah tersebut mulailah aku menjelajahi pulang bagian tersensitif dari tubuhnya itu. Kembali erangan suaranya tersiar tanda birahi nya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku sudah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, sebab nafsuku pun telah diubun-ubun perlu penyelesaian.

Kudorong tubuh bahenon nan seksi tersebut rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak. Mulutnya terus menggumam tidak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang laksana kepinding.

“Cepat.. Cepat.. Aku telah nggak tahan!” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin dapat mendengar lolongannya itu. Aku berhenti sebentar tidak mempedulikan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sampai-sampai kemaluanku yang panjang dan besar tersebut menerobos ke dalam dan tenggelam sepenuhnya dalam liang surgawi miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas supaya lebih dalam menerima diriku. Sejenak aku diam merasakan sensasi yang spektakuler ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya pun luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya berjuang menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar tersebut diputar-putar guna memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat.

Desisan itu pulang menjadi erangan lantas jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku juga leluasa bertarung dengan lidahnya.

“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayang, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”

Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dengan gerakan pantatku. Di ketika itulah kurasakan fenomena ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aku bakal orgasme.

“Aku inginkan keluar, Linda”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Keluarkan di dalam. Aku hendak kamu di dalam.”

Kupercepat gerakan pantatku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan pantatku dan kemaluanku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku menyemprot deras. Ia juga melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ia pun menjangkau puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Inilah orgasmeku yang kesatu di dalam kemaluan seorang wanita semenjak kematian isteriku. Dan ternyata perempuan itu ialah Linda yang cantik bahenol dan seksi.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk seluruh detik kesenangan itu. Lalu perlahan-lahan aku mengusung tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang bersinar karena birahi nya sudah terpuaskan. Ia tersenyum dan mengelus wajahku.

“Sony, anda hebat sekali, sayang”, katanya, “Sudah lebih dari satu tahun aku tidak menikmati lagi kejantanan pria seperti ini.”

“Linda pun luar biasa”, sahutku, “Aku sungguh puas dan bangga dapat menikmati tubuhmu yang menawan ini. Linda tidak menyesal bersetubuh denganku?”

“Tidak”, katanya, “Aku justeru berbangga dapat menjadi perempuan kesatu setelah kematian isterimu. Mau kan anda memuaskan aku lagi nanti?”

“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh bila nolak rejeki ini.” Ia tertawa.

“Kalau anda lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi bila aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.

“Mulai kini kamu dapat menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Hatiku bersorak ria. Aku menarik keluar kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih separuh jam kami berbaring berdampingan. Ia kemudian mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Malam itu sampai hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi guna memuaskan nafsu. Aku menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam sekian banyak  posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu ialah hari penuh kesenangan birahi.

Dapat ditebak, pertemuan kesatu tersebut berlanjut dengan ragam pertemuan lain. Kadang-kadang kami menggali hotel namun terbanyak di rumahnya. Sesekali ia mampir ke tempatku bila anak-anak lagi mendatangi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu dipenuhi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan.

Satu malam di kamar tidurnya. Setelah sejumlah kali orgasme iseng aku menggodanya.

“Linda”, kataku, “Betapa beruntungnya aku yang berkulit gelap ini dapat menikmati tubuhmu bahenol, seksi, putih dan mulus seorang perempuan Cina.” kataku, disambut dengan tawa cerianya.

Sunday, April 15, 2018

April 15, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Istri Temanku - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Perkenalkan namaku Jerry, aku berumur 29 tahun, telah menikah dan memiliki 2 orang anak. Aku bekerja sebagai konsultan di suatu perusahaan kontraktor ternama di kota Jogja. Pekerjaankulah menciptakan aku mesti tidak jarang pergi terbit kota. Suatu saat aku mesti ke Kota Mendoan, pejabat disini memintaku untuk memeriksa kesiapan pembangunan lokasi tinggal sakit yang terdapat di kota tersebut, kira –kira satu minggu aku mesti berada disana.

Hanya dalam masa-masa 3 hari saja pekerjaan tersebut terselesaikan. Masih terdapat waktu tidak sedikit tersisa bermukim di kota ini. Iseng-iseng aku buka Facebook di kamar hotel, siapa tau terdapat temen sma atau smp yang bermukim di kota ini, ya sekalian silaturahmi ataupun ketemuan. Ternyata ada pun yang bermukim di sini, namanya Eri, dia satu ruang belajar dengan ku di SMP. Segera aku message dan dia menjawab serta menyerahkan nomor WA, biar komunikasinya lebih lancar. Langsung aja aku chat si Eri.


“siang eri, ini Jerry, td anda ngobrol lwt FB”

“siang pun mas Jerry, ini Cita, Istri mas Eri, maaf mas eri nya lagi keluar, hp yang terdapat WA nya ketinggalan,”balasnya

“oh mba Cita ya, ini temen mas ery masa-masa SMP.”

“Iya, mas ery pernah cerita, punya temen akrab SMP namanya Mas Jerry, gmn kabarnya?”

“ baik informasinya hayok anda ketemuan sama family mas eri, mumpung aku di Kota Mendoan, eh gimana informasinya mba Cita”

“kabar baik pun mas,eh mas Jerry nginep dimana, nanti saya kasih tau mas eri”

“aku di hotel XXX mbak, kalo mas eri dah pulang kelak kita santap siang aja ya sekalian, lokasinya nderek aja, soalnya saya ga hapal nih heheh”

“oke deh, nanti saya ucapkan mas eri, hingga ketemu.”

Cita tersebut istrinya si Eri, kata temen-temen si Cita tersebut dulunya model dan jauh lebih muda, jadi Eri ketiban rejeki, sebab mukanya pas-pasan ketemu ama cewe cantik haha.

Mumpung malam ini ga ada pekerjaan aku iseng ke diskotik yg terdapat disebelah hotel. Sudah tiga hari disini ternyata ga tau kalo samping hotel terdapat karaoke dan diskotiknya. Mau karaoke namun sendirian, enaknya sih ke diskotik aja, siapa tau terdapat yang inginkan nemenin malam ini. Wah ternyata ramai sekali,ternyata hari ini terdapat DJ dr ibukota. Langsung ke bar pesen martell satu, kelaziman di jogja, martell sebagai umpan cewe guna mendekat. Tak berapa lama terdapat cewe yang memungut tempat duduk di sampingku, tingginya 165 cm,wajahnya manis, rambutnya sebahu, umurnya selama 20an, dia gunakan pakaian ketat dan susunya menyembul keliatan, rok mininya menciptakan pahanya yang mulus buat horny aja nih. Iseng aku tawarin minum bareng, Eh dia juga mau, kami berkenalan namun pas berisik musiknya aku ga begitu dengar namanya siapa jadi aku panggil dia mbak aja,. Karena dj nya asik anda pun terbawa suasana,ngobrol kesana kemari hingga 2 botol anda minum bareng. Sengaja aku hentikan minum sebab takut jackpot dan buat buyar. Kelihatan dia udah mabok aku tawarin stay dulu dihotel walau baru jam 11 malam. dia ga powerful berjalan, jadinya aku papah dia masuk ke kamar dan kubaringkan di ranjang. Susunya yang besar semakin buat aku terangsang, dia juga tersenyum saat aku melihatnya.

“kenapa mas, horni ya”

“iya nih, berakhir minum jadi horni, boleh endak minum susunya, biar ga mabok hehehe”

“boleh, namun susu aja ya tidak boleh yang lain”

Mendapat persetujuan, aku langsung peluk dia, aku cium bibir merahnya yang menggoda, diapun membalasnya dengan ciuman dan hisapan dan lumatan yang bener bener buas, Lidah kami saling menggelitik dan memilin, aku ciumi belakang telinganya, bulu kuduknya berdiri, tanda paling horni. Secara pelan aku pelorotin pakaiannya, ternyata dia tak menggunakan BH, susu yang sesak tersebut sudah terbebas, segera puting nya yang coklat muda aku jilatin dan hisap pelan-pelan, paling nikmat. SLRUUP SLRUPP SLRUUUP, putingnya yang awalnya ga keliatan jadi menyembul dan mengeras aku hisap terus susunya bergantian seraya tangan kananku mengupayakan membuka cawat di rok mininya. Setelah cawatnya aku buang, jari tengahku aku masukkan di sela-sela pahanya, meraba vaginanya, ternyata dia telah basah. Perlahan lahan aku gesek luar vagina dan dia juga mendesah kesenangan semakin lama semakin menggelinjang.

Sepertinya enggan kalah diapun meraih celanaku, memintaku guna gantian posisi sedang di bawahnya, segera dia buka ritsleting celanaku, membukanya dan menerbitkan kontlku dari dalamnya. Dia mengelus, mengocok dengan agak kasar dan menciptakan ku melulu melenguh, merasakan setiap kocokannya. Diemutnya kontlku membuatku semakin melayang, hisapannya dan sedotan di pucuknya membuatku keenakan, seraya dikocok kontlku dengan cepat menciptakan tubuhku serasa di awan, AAAH UUUH sensasi yang bertolak belakang dengan istri ku di lokasi tinggal memang jauh lebih nikmat.

Takut segera terbit , aku segera tarik rambutnya dan menindihnya memposisikan dia di bawah lagi, wajahku ke lubang vaginanya, aku buka pahanya dan mulai jilatin, aku sedot sedot memek nya yang sudah paling basah, seraya aku pilin-pilin dan remas-remas susunya, dia semakin bergelinjang tak karuan, AAHH…AHHH, ENAK MASSS… ADUHHH AMPUUUN ENAAAK SEEEKALIIII MASSS…. AAAH UUUUH tiba-tiba dia mengejang MAS…AKU KELUAR, mendadak aku hisap memeknya lebih kuat, sampai-sampai dia menggelinjang lebih dasyat. Cairan tersebut pun aku sedot dan rasanya nikmat, gurih.

Dalam suasana ini aku langsung masukkan kontl ku ke lubang memeknya, dia tidak banyak protes sebab ga terdapat jeda, hahaha… BLESSSS, BLEESSS, dengan tidak banyak memaksa, aku masukkan ke memeknya …AAAAHH, ENAAAK BANGEEET MASSS, jeritan panjangnya AH, MASS,… UUUHH AAHH, aku goyangkan pantatku sampai-sampai kontlku semakin masuk ke dalam memeknya yang telah basah. UUH AAAH UUUH AAAH… KONTOOOOL MU ENNAAAAK BANGEEEED MASSSS…..UUUHH AAAH. AAHHH UUUUH, AAHHH UUUH, matanya merem wajahnya mendongak keatas, tanda merasakan persetubuhan ini. Aku semakin senang, aku genjot memek nya lebih dalam, susunya bergoyang tak karuan cocok irama genjotanku, sedangkan mulutnya mendesah kenikmatan… AAAAHH ENNAAAK MASSSS, AAAHHH AAAAHH,aku nyaris nih, katanya….. AAAHHH UUUHHH AAAH UUUHH AAAH, memek mu enak nih, kataku ,,,UUUHHH AAAHH, DIKEELUAARIIN DII DALAM YAAAA MASS, JANGAAN DI PUUUTUUUSSS AAAAH , aku juga terpacu guna menggenjotnya lebih cepat, AAAH, AKUUUU KEEEELUAAAAR MAAAAS, kontolku semakin ditarik ke dalam berkedut kedut dan tersebut membuat ku semakin blingsatan jadinya, kesudahannya ga dapat ditahan lagi aku bakal crot, AAAH KITAAA BAREEENG YAAA, CROOOT, CROOOT, bersamaan spermaku muncrat di lubang memeknya. Aku membaringkan tubuhku di sampingnya, sekali kali anda berciuman, paling enak sekali malam ini. Kita tidur sejenak melepas lelah seraya berpelukan.

Jam 1 malam hpnya berbunyi, dia segera memungut hp tersebut di tasnya. Samar-samar saat menjawab tampak ada artikel HUSBAND…. wtf, ternyata dia dah punya suami…

“maaf mas, aku mesti kembali ya, ga dapat nemenin. Suamiku dalam perjalanan ke rumah, aku kira dia ga pulang.” Katanya padaku

“oh gpp say, aku panggilkan taksi ya” jawabku, kan ga barangkali aku anterin, dapat berabe nih dipukuli suaminya, hahaha

“iya say, makasih ya, anda lanjut lagi, uh anda enak banget,belum pernah laksana ini, ini nomerku 081392207xxx”,dia menyebutkan di kertas memo hotel,

“ kalo anda ke Kota Mendoan, tidak boleh lupain aku”katanya seraya pergi ke kamar mandi guna bersih-bersih. Setengah jam lantas dia pergi dengan taksi yang telah saya pesan lewat resepsionis tanpa aku anterin ke lobby, akupun melanjutkan tidur sebab kecapekan dan efek alkohol yang masih tersisa tanpa baju yang menempel.

Aku tak tau istirahat sampai bebrapa jam, hingga aku terbangun, karena merasa geli sebab kontlku seolah-olah ada yang memijat –pijat, aku buka mata, ternyata kontolku berada di kulum oleh cewe yang menggunakan seragam cleaning service hotel ini, dia masih muda dan parasnya cantik….aku pura-pura ga tau, fobia dia kaget, namun memang ga dapat dibohongi, paling nikmat, sampai-sampai aku meleguh….AAAH UUUH, cewe tersebut pun kaget dan wajahnya memucat melihatku bangun, namun segera aku pegang kepalanya agar ga melepas kulumannya. AAAH NIKMAAT MBA…TERUUUUS kataku padanya…. dengan sigap si Dina, liat namanya di seragam, mengocok kontol ku lebih cepat…. kocokannya tersebut membuatku semakin terangsang, namun aku ga inginkan cuman di kocok doang,

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Aku menuntun dina istirahat di ranjang, aku lucutin seluruh seragamnya, mungkin sebab dian sange, maka inginkan aja saat aku buka. Ciuman aku daratkan di bibirnya, aku lumat dia, dan dian pun menjawab ciumanku dengan ganasnya.liukan lidahnya memnyelusuri masing-masing ujung mulutku. Perlahan aku buka Bhnya, aku remas-remas susunya. Putingnya sejak tadi telah mengeras aku pilin pilin sampai-sampai dia tambah mendesah keenakan.AAAHHH, ENAAAAK PA. Aku ciumin lehernya dan jilatin semakin kebawah kearah susunya… susunya lebih banyak Dian, jadi tambah semangat… AAAH PAAK, PEEENGIIIN BANGEEET,HOORNIIIII PA…ricaunya.aku juga menyedotnya tambah kenceng….dia pun melulu mendesah AAAHH AAAHH AAAH.

Tangankupun bergelirya di selangkangannya, memeknya tembem bersih, tanpa rambut. Aku raba dan gesek gesek lembut dengan tanganku, Dian telah becek sekali, saat aku berkeinginan menjilati memeknya dia unik kepalaku…PAAAK JANGAAN, JIJIIIK, aku ga peduli, pahanya aku buka dan aku jilatin memeknya, dia semakin menggelinjang…AAAH EEENAAAAK PAAA, AAAH UUUUH, aku pun mengejar spot nya yang buat Dian terus keasyikan AAAHH TERUSSS AAAAH sebab sudah basah sekali akupun menunjukkan kontolku ke memeknya…. UUUGGH, AAAH BEESAAAR BAANGEEED, aku tidak banyak memaksa masuk sebab memeknya ternyata sempit, pelan-pelan aku goyang, BLEEESS AAAH AAAH, aku gantian mendesah keasyikan krn kontolku serasa di pijat-pijat enak, masih rapet sekali memek dian ini aku genjot agak cepat sebab keenakan….AAAHH UUUUHHH AAAAH UUUUHHH EEENAAAK AAAH UUUH si Dian semakin blingsatan, kesudahannya dia menegang, tubuhnya bergetar dan tiba-tiba dia teriak, AAAHHH AKUUUU KELUAAAR PAAAA, EEENNAAAAK.

Memeknya tambah licin, sebab dia orgasme, akupun mempercepat kontolku, sampai akhirnya CROOOT CROOOT enak sekali rasanya,meskipun telah keluar, kontolku masih aku tancepin di memeknya, pelan pelan aku cabut kontolku dan rebahan di sampingnya, aku liatin wajahnya yang nampak kecapekan, namun ada kebahagiaan di matanya.

“maaf pak, kamar bapak tadi saya ketok ga terdapat jawaban, saya masuk liat bapak telanjang, kebetulan saya lagi perlu banget, saya janda pak, suami meninggal lama dan terangsang liat bapa bugil, maaf kalo lancang pa…” katanya lirih

“Gpp Dian, aku seneng kok, panggil aku Jerry aja ya, kalo anda pengen kesini aja, aku masih disini agak lama. Eh Dian bermukim dimana emangnya?jauh dari sini?” Wah pikirku bisa gratisan tiap hari nih hehehehe.

“Ya maaf mas Jerry, saya bermukim di deket Baturaden, mampir kesana mas kalo pas main ke Baturaden, saya bermukim sama ibu kok, tp rumahnya jelek.” katanya

“Iya nanti aku main ke tempatmu ya, dapat buat nginep kan? Hhehe” peluang nih,dapat memek cuma-cuma sambil wisata.

“Boleh mas, namun puasin saya lagi ya” jawabnya tersenyum

Aku juga tersenyum dan lantas mencium bibirnya dengan lembut, hendak ke ronde ke dua, namun dia menolak, sebab takut di telusuri supervisornya. Akhirnya anda mandi bersama mesra aja berdua. Sebelum Dian pergi aku kasih Rp. 500.000,- , dia menampik tapi aku paksa agar dia menerima, dan diapun menciumku dengan horni lagi, tapi sebab HT-nya telah berisik menggali namanya, kesudahannya Dian meninggalkan kamarku.

Setelah Dian pergi, aku nyalakan HP ku, tidak sedikit sekali WA yang masuk, dari Istri,Ortu, Kantor, dan Eri. Seperti yang di janjikan kemari, Eri menanyakan apakah hari ini jadi ketemuanhari ini.

“Bro, ketemuan dimana nih?” tanyaku

“Di Mang Engkng ya Jerry separuh jam lagi bisa? Gw inginkan ke jakarta nih senja nanti” jawab Eri

“Siaap, kirimin tempatnya ya, aku ga tau nih” jawabku

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Segera setelah tempat dikirim, aku ambil mobil CRV ku di parkiran dan mengekor google map. Tak berselang lama, aku berada di tempat yang dimaksud, krn telah lama ga ketemu, aku ga tau wajahnya laksana apa, aku telpon dia, di sebelah ujung restoran terdapat seorang lelaki kurus menggunakan baju putih melambaikan tangannya. Aku pun mengarah ke ke meja tersebut.

“Lho sendirian bro?” tanyaku

“Sama istri,tapi dia lagi di kamar mandi.” Kata Erry

Akupun duduk dan memesan makanan yang enak di restoran itu.

“Wah tahan lama muda bro…katanya istri anda model yak, maaf ga datang di nikahan km” kataku bercanda

“Iya bro, aku nikah 25 tahun, istri masih 18 tahun, bisa rejeki gw bro hahahaha,” ketawa seolah pamer kalo dia juaranya. Karena tertawa agak kenceng dia terbatuk-batuk, si Eri ini pengisap rokok berat. Kami juga ngobrol kesana kemari menilik kejailan-kejailan anda semasa SMP dulu. Tak berselang lama terdapat seorang perempuan datang dari belakangku dan langsung duduk disebelah Ery. Wanita tersebut menunduk begitu anda saling bertatap muka. wajahnya disembunyikan tak berani memandang ke arahku. Ery mengenalkan wanita itu mempunyai nama Cita, istrinya. Deg… Aku terkejut hingga batuk , jantungku terasa inginkan copot. si Cita ternyata perempuan yang di ranjangku semalam. Kita bersalaman agak lama, berlagak tidak kenal, Untung situasinya dapat terkendalikan layaknya tak terjadi apa-apa antara kita. Makan siangpun berlangsung lancar, dan kesudahannya balik lagi ke hotel. Di Hotel HP berbunyi, terdapat WA dari nomer tak dikenal.

“Mas Erry ke jakarta nanti malam, anda mau kan ditemenin ya. Akupun tersenyum kegirangan. Love this City.

Sunday, April 8, 2018

April 08, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Istri Teman - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Aku punya rekan baik, sahabat karibku di kantor. Sekarang dia telah pindah ke kantor beda yang menawarkan offering lebih bagus. Tapi kami masih bersangkutan baik sebab kami berdua punya side job sebagai fotografer pre-wedding. Dari sinilah aku jadi akrab dengan keluarganya, meskipun kebalikannya tidak.

Aku yang bermukim sendiri merantau di Jakarta tidak tidak sedikit yang dapat dishare ke temanku ini, malah malah mereka yang kuanggap sebagai keluargaku. Dengan kekariban kami, aku pun kenal baik dengan istrinya. Mereka menikah 3 tahun yang lalu. Namun sampai kini belum dikaruniai dengan buah hati oleh Tuhan.

Mereka biasanya ribut dan kawanku ini suka curcol soal urusan ini. Hingga sebuah ketika, sehabis sesi potret prewedding di wilayah Pantai Indah Kapuk, kawanku berbicara “Bro, gw udah kenal lo berapa lama sih?” “Ya dari gw masuk PT XYZ, lo kan udah lama disana yang punya kantor. mmmm… berapa lama ya? 5 tahun kali?” “Iya, sekitar ini gw udah nyaman banget bersama sama lo, kerja sama lo, gila2an pun sama lo” Heummmm… apaan nih, jangan2 ntar dia bilang, dia gay trus suka sama gw x____X. “Wah mengapa nih bro, tumben2an lo mengherankan begini?”

“Gini bro, gw terdapat satu permintaan sama lo. Lo tau kan gw sama istri gw udah 3 tahun married namun belom punya anak. Gw berdua udah periksa ke dokter dan situasi gw sama istri gw sebenernya sehat kok” “Yaaaudahalaaah” kupikir dia inginkan bilang apaan. “Mungkin emang belom dikasi sama Tuhan, kali lo diajak senang-senang dulu bro, lo berdua kan kerja, jabatan oke, gaji pun oke, lo berdua bahkan tidak jarang jalan-jalan terbit negeri” Memang betul bahwa karibku dan istrinya ini dari sisi karir berhasil luar biasa.


Sejak pindah ke kantornya yang baru, dia langsung melejit dapat menduduki posisi Senior Manager yang paling diandalkan oleh Dewan Direksi. Istrinya juga begitu, tidak jarang kali dengan gampangnya memuluskan deal-deal perusahaan, maklum istrinya bekerja di bidang penyaluran komponen pembangkit listrik. Kebayang dong margin mereka gimana?

“Yaaah bukan gitu bro, gw ngerasa hidup gw hampa aja gak terdapat anak, istri gw pun ngerasa begitu.” “Yah, terus gimana bro, barangkali lo jajaki usaha lagi aja sekitar 1 tahun maybe” “gak dapat bro, istri gw udah nyerah”. “Oookkkeeeey, trus permintaan apaan yang lo maksud?” “Gini….” dia berhenti sejenak tidak melanjutkan kalimatnya. “Gini….” “eaaaahhhh…. lama daaah” “Iye iyeee, gini, gw minta pertolongan lo untuk buat istri gw hamil.” And I said WHATTT???? “Serius bro, lo tidak boleh becanda deh, aneh2 aja.” aku terhenyak mendengar permintaan dia. Gila aja, ini kan sama aja aku menghianati karibku sendiri, seseorang yang telah kuanggap kakak. “Seriusan ini…. gw udah diskusi panjang lebar sama istri gw soal ini.”

“Gak dapat lah bro, tak waras aja lo, gw bukannya gimana2, hanya men, lo sama gw kan udah temenan lama, gw udah anggap lo kayak abang gw sendiri, mmmm…. gak ada pilihan lain apa? andaikan bayi tabung?” “gak lah, bayi tabung kemahalan, gw udah konsul sama sejumlah dokter di Indonesia sama di Singapore, biayanya gede banget, dapat dapet Honda Jazz gw, belum lagi rasio keberhasilannya hanya 65.

Gw gak dapat ambil chance hanya segitu” Kawanku ini seorang akuntan yang handal, semuanya dianggarkan dari sudut pandang matematis. Pernah kami backpackeran ke Indonesia Tengah (Bali, Lombok, Flores, Timor) yang terdapat kalo backpackeran kan ngegembel, seadanya duit. Ini dia nggak, seluruh tercatat rapi, tips tukang parkir, ongkos kereta, ongkos ferry dll.

“Yaaa, apakek, mmm…. adopsi gimana?” “nggak lah, anda gak tau orang tua si anak ini kayak gimana” “Yang nentuin sikap anak tersebut bukan siapa ortunya, namun lingkungan dia? gw yakin kal… ” kawanku sudah mencukur tidak inginkan mendengar “Gini bro, gw bukannya sembarangan mohon tolong sama lo, gw udah tau background lo, gw diam-diam research mengenai lo, family lo, riwayat medis lo jangan tanya gimana caranya, diperbanyak lagi, gw udah kenal sama lo udah lama banget, lo orangnya gak macem-macem yaaah bandel2 dikit okelah hanya kan gak parah2 amat, lo kenal baik sama istri gw, lo kenal sama bokap nyokap gw, adek-adek gw. Ya kalo lo inginkan masuk Kartu Keluarganya bokap gw, tentu dengan senang hati mereka nerima. Intinya, gw udah bicarain masalah ini panjang lebar, pro-kontra, konsekuensi dan segalanya sama istri gw dan anda berdua setuju”

“Oke, kalo boleh tau emang yang milih gw siapa, lo apa istri lo?” “kita berdua spontan kalo nggak terdapat kandidat yang lebih tepat di samping lo” Wah terharu aku mendengarnya. “Gw gak dapat mikir kini nih bro, lo boleh kasi gw waktu bikin mutusin ini gak? ini rada mengherankan dah permintaannya.”

Diam-diam setan, aku memang mengagumi istri kawanku ini. Bisa dibayangkan lah perempuan muda, mmmm gak terlampau muda sih sebab umurnya kini sudah 32 tahun, umurnya lain 5 tahun dengan umurku, berpenampilan layaknya eksekutif muda, masing-masing kali bertemu bila dia menjemput kawanku ini, dia selalu memakai blazer kantoran yang malah menonjolkan sex appealnya. Kulitnya tidak terlampau putih, tetapi bersih, rambutnya dicukur sebahu, badannya pun gak terlampau langsing.

Tingginya semampai, ideal bila diacuhkan mungkin tingginya sedaguku. Tapi the main attractionnya ialah her boobs. Her big melon boobs. Aku perkirakan barangkali ukurannya telah 34D. Mungkin pun besarnya ini ditunjang oleh body mass dia yang memang tidaklah kurus. Bahkan dalam balutan blazer kerja resmi juga yang paling tertutup, siluet bongkahan gunung kembarnya laksana menyihir guna memandangi.

Makanya masing-masing kali aku ngobrol dengan istri kawanku ini, aku selalu konsentrasi dengan ngobrol sambil menyaksikan ke pangkal hidungnya. Aku terlalu fobia untuk eye contact, tapi pun tidak inginkan mataku jelalatan ngeliatin toket gedenya. by the way, namaku Rendi, karibku ini mempunyai nama Wein sementara istrinya mempunyai nama Novi.

Sudah nyaris dua minggu aku memikirkan urusan ini tidak kunjung tuntas. Aku tau gimana nikmatnya menggenjot tubuh Novi dengan sepenuh nafsu, lagipula udah dapet izin dari suaminya. Namun aku masih merasa terdapat yang mengganjal. Aku tetap merasa tidak enak dengan Wein. Wein ini baik sekali denganku, benar-benar laksana abang sendiri. Sudah tidak terhitung berapa kali dia meminjamkanku uang guna utang2ku, meminjamkan mobilnya, meminjamkan perlengkapan kameranya. Bahkan dapat dibilang, side job fotografer pre-wedding ini modalnya dari dia sementara aku modal dengkul saja.

TINUNINUNG BBku berbunyi tanda pesan baru diterima. Dari Wein. “Bro, gimana nih, udah terdapat keputusan belom?”. Aku belum membalas, tapi tentu di ujung sana, dia telah tau bila aku sudah menyimak pesannya. TINUNINUNG pesan baru masuk lagi. “Bro, please lah, help me, I have never ask you for any help. Gw bukannya inginkan ngungkit2 apa yang udah gw pernah tolong ke lo. Tapi please…” Mungkin bila orang beda yang menyimak pesan tersebut akan terbaca bahwa Wein ini pamrih dalam memberi bantuannya. Namun tidak bagiku, aku tau serupa aku telah berhutang tidak sedikit dari kebajikan yang diserahkan Wein. “Oke bro, gw setuju. I hope this is not one of your sick jokes.” “GREAT!!!! gw kabarin istri gw.”

Hari tersebut hari Rabu, kami janjian guna ketemuan di Plasa Senayan (PS). Aku tidak jarang kali suka PS, sebab gak terlampau crowded, jadinya guna nongkrong juga enak. Kami janjian di food court. Aku sudah menantikan agak lama nyaris 20 menitan, cemilan french friesku juga udah nyaris habis, mendarat ada yang menepuk pundakku dari belakang “Hi Ren..!” salam Novi kepadaku dia mendarat dengan Wein dari arah belakang.

Aku kali ini benar-benar canggung bertemu dengan mereka, tidak seperti seringkali “Eeehh hai.. Mbak” “Mbak? Mbaak? semenjak kapan anda manggil aku Mbak?” protes Novi kepadaku “Grogi dia” celetuk Wein. Dan memang benar, aku lagi super grogi, tanganku mendadak berkeringat basah dan aku salting. “Ren, udalah nyantai aja.” “eeeh iya Novi” “Novi? duh anda rileks deh, sekali2nya anda manggil aku Novi” Betul, aku tidak jarang kali memanggil Novi dengan panggilan teteh. Karena dia dan Wein lebih tua daripadaku, lebih tua 5 tahun.

“So…” ujarku “Iya, so….” Novi mengulang kata-kataku dengan sarat semangat dan senyum. Aku hingga takut tidak boleh sampai Wein cemburu, namun nampaknya Wein oke oke saja. Wein menimpali “Makasih banget bro lo inginkan bantuin gw, ya yang kayak gw cerita, anda perlu pertolongan lo untuk…. untuk…. ya you know” “Iya, gw ngert, trus gimana prosesnya nih. Apa gw dateng tiap hari apa, berkala. kemudian ML. atau lo terdapat di situ ngeliatin gw sama teteh ntar jangan2″ “wueeeh…. ogah meen yang bener aja deh lo tidak boleh gila” kami bertiga terbahak2.

No no… gini, gw gak inginkan tau, arrangementnya antara lo sama Novi aja, kalian janjian dimana, ngelakuinnya dimana, don’t tell me. I don’t wanna know. Ntar kebayang2. Hey men, lo sobat gw hanya kalo ngebayanginnya masih gimana…” canggung deh anda bertiga. Ini dia yang sebetulnya aku takutkan. Aku fobia melukai perasaan Wein. Namun menilik ini permintaan Wein dan Novi sendiri ya mungkin dapat dikesampingkan saja.

Novi lantas menimpali. “I’ll contact you ya. btw ini terdapat hubungannya sama masa subur gw, jadi mesti dilakuin di masa-masa yang pas.” aku mengangguk tanda setuju. Malam tersebut kami lanjut nonton dan kembali ke lokasi masing2. TINUNINUNG BBMku kemasukan message, dari Novi, “Ren, kamu kelak free gak.” “Aku sih free teh, Wein emang kemana?” “Dia lagi terbit kota. “Oke teh, jadi aku ke apartemen aja nih” “Iya you can come”

Lusanya aku mendarat di apartemen, sengaja aku bilang Novi bila aku bakal datang lebih cepat barangkali sebelum gelap supaya tidak terlampau larut pulangnya. Aku menikmati deg-degan luar biasa. Jujur saja meskipun aku belum menikah, aku sudah menikmati hubungan seks dengan mantan-mantanku dulu.

Namun belum pernah kurasakan hal laksana ini, deg-degan spektakuler gak berhenti pun sejak turun mobil dari parkiran, naik ke lift hingga ke pintu apartemennya teteh. Setelah ku pencet bel 3x masih belum terdapat jawaban, kemudian aku menerbitkan BBku guna bbmin teteh, tetapi disaat bersamaan teteh membuka pintu. “Haiiiyy Reeenn, I’ve been waiting for you, come in” Eeeeuuuuhhhh…. senyum teteh buat hati melted. Aku mesti berjuang untuk tidak main hati guna urusan beginian. “Iya teh, sorry telat, tadi cari bensin dulu” “Yuk masuk”

Novi mengajak duduk diruangan tengah, di ruang tivi. Didepan tivi terhampar spreadsheet, serupa timing guna pipeline project, namun ini beda, terdapat tanggal yang berulang. Ah! Aku baru sadar, ini ialah siklus haid dan masa suburnya Novi. “Udah research ya Teh, ini kok sampe berantakan gini” “Itu dia Ren, sebelumnya aku inginkan jelasin ke anda dulu soal ini” ujar Novi yang datang dari arah dapur membawa soft drink dan ditaruh di meja kecil sebelah sofa lokasi aku duduk. Belum hingga Novi hingga ke sofa, aku turun ke bawah mengobrak-abrik spreadsheet yang diciptakan Novi, sok sok ngerti lah. Novi juga duduk di sofa setelah menempatkan kaleng soft drink di meja.

Sore tersebut Novi paling seksi, dengan rambut diikat ke belakang dengan melulu menggunakan karet, menunjukkan lehernya yang jenjang dan tengkuknya yang laksana mengundang guna aku jilati, Novi menggunakan you-can-see warna putih yang tidak terlampau tipis, tetapi aku dapat melihat tali BHnya yang berwarna hitam menyembul melingkari pundak. Rendaan bra juga tercetak di you-can-see Novi dari depan melingkar ke belakang.

Belum apa-apa aku telah mikir macam2. Bagi bawahannya dia memakai Hotpants yang lumayan pendek, celana dalamnya juga terceplak di bokongnya yang semok. Brrrr……. Novi ini benar2 didesain Tuhan untuk mendongkrak birahi lelaki sepertinya. Aku tidak dapat bayangkan gimana Wein tiap hari, tiap malam disuguhi malaikat sempurna laksana ini.

KLOP, jari Novi disentakkan di depan wajahku “Bengongin apaan hayoooo, belom apa2an udah ngayal2″ Anjir, ketauan aku memandangin dia. “Ngggg… nggak kok teh, kagum aja dan iri sam Wein dapat punya istri se-perfect Teteh” ujarku menggombal. “Bisa aja deh kamu. Jadi gini, planning aku, anda cuma ML pada masa-masa aku sedang subur. yang berarti 14 hari sebelum aku mens. Aku ini mensnya kan tidak jarang kali tanggal 25an. Jadi ya sebelum2 tersebut kita ML” Kulihat jamku, menyaksikan bagian tanggalan, masih tanggal 29.

“oooo…. kirain mulai sekarang, kan masih tanggal 29 nih teh” “Ya well, aku inginkan test drive dulu” Apa2an nih maksudnya Novi. “Maksudnya gimana Teh?” “Hhh…. anda ini lucu ya, super lugu. Kamu tau aku sengaja berhias gini bikin kamu?” AKu semakin bingung. Novi turun ke bawah duduk diatas karpet di sebelahku. Dia mendekap lengan kiriku dan menyandarkan kepalanya di bahuku.

“Kamu tau gak sebenernya mengapa kita gak dapat punya anak?” “Iya, Wein juga kisah kok, katanya kalian berdua sehat namun bingung pun kenapa gak bisa” “Itu sepotong aja ceritanya, anda tentu ingat kemalangan yang Wein alami 2 tahun lalu” Aku lantas flashback, semuanya menjadi jelas sekarang. 2 tahun yang lalu, Wein terlibat kemalangan parah di Cipularang. Bukan… bukan lokasi kecelakaannya Saipul Jamil ntar dikira jadi kisah hantu.

Saat melaju kencang disebuah turunan, mobil Wein diserempet oleh mobil yang menyalipnya dari sebelah kiri, mobil Wein miring dan menabrak pembatas jalan hingga mobilnya terbalik berkali2 sebelum kesudahannya berhenti terbalik sesudah menabrak kaki suatu jembatan penyebrangan di atas tol. Kondisi Wein luka parah, sejumlah tulangnya remuk terutama pinggul kiri ke bawah. Tubuh unsur atas Wein sama sekali tidak rusak, tetapi pinggul sampai kaki kirinya mesti di operasi sejumlah kali sampai perlu diterbangkan ke lokasi tinggal sakit di Singapura.

“Iya aku tau teh, apa karena itu We…” Novi mengangguk, aku terlalu fobia untuk melanjutkan pertanyaanku, takut menciptakan sedih Novi. “Sejak tersebut Wein kehilangan faedah seksualnya. Dia tidak dapat “bangun” lagi. Dan ejakulasi yang dia bisa hanyalah ketika dia mimpi basah. Karena kemalangan yang dia alami, dia tidak dapat menghasilkan sperma yang bagus. Dia pasti saja gak bakal jujur ke anda kalo aku tidak dapat hamil sebab dia. Selama ini aku bersangkutan dengan Wein melulu sebatas petting saja, atau dia memasturbasikanku dengan dildo2 yang dia beli.

Aku cinta Wein, tetapi aku ada keperluan yang mesti dipenuhi. Dan di samping itu, perempuan mana sih yang gak hendak punya anak.” Aku terhenyak mendengarnya. “Iya Teh, aku ngerti kok” Setelah sejumlah lama, wajah Novi menjadi ceria kembali, saking cerianya menjadi lusty lagi. “So, Ren. Kamu inginkan kan muasin aku. Cuma anda yang aku dan Wein percaya. Aku tau Wein tentu sakit hati dengan urusan ini namun ini malah usulan dari dia” “Iya Teh”.

Kami berpandangan sejumlah lama, lantas aku beranikan diri mendekatkan bibirku ke bibir Novi. Novi menyambutku dengan sarat nafsu, tangannya langsung memelukku dan badanku langsung ditindih ketika posisiku masih terduduk di atas karpet. Dengan canggung aku melulu menempatkan kedua tanganku di pinggang Novi. Ciuman kami sarat nafsu, laksana dua pasang kekasih yang telah lama tidak bertemu.

Kami saling berpacu berciuman, saling berebutan bibir atas, bibir bawah, main lidah dst dst. Perlahan tanganku dituntun untuk meremas buah dadanya. Buah dadanya yang paling besar. Tangan kananku melakukannya dengan paling baik. Good Job! tangan kiriku melingkar meremas pantatnya yang paling seksi. Sesekali kami bergulingan diatas karpet.

Setelah kami berdua ciuman dengan hotnya hingga bibir kami berdua nyut-nyutan, Novi mencungkil ciumannya. “Kamu tau, aku tidak jarang kali kagum sama anda Ren, semenjak kesatu kali ketemu. Tapi ya apa inginkan dikata, aku ini istri orang, namun look here we are now.” Aku hanya dapat tersenyum, kalo lagi sange gini seringkali otakku berhenti bekerja, jadi mendingan diam saja daripada ngomong urusan bodoh.

Lalu Novi, beranjak berdiri dan berbicara “You ready to fuck me?” “Mmmmmm…. aku gak janji Teh, aku fobia gak mampu. Lagian kan aku udah anggep Teteh kayak kakak sendiri.” Novi turun pulang dan meremas celana jeansku di unsur kontolku. “Katanya si Junior nggak tuh” seraya tersenyum nakal. Novi berdiri pulang dan berlangsung ke arah kamar tamu. “Jangan lama-lama ya nyusulnya” seraya membuka pintu kamar tamu dan menghilang ke dalam.

Aku separuh sadar langsung berdiri mengarah ke tas ranselku yang tadi kuletakkan dekat rak TV, segera bongkar celanaku, celana jins dan celana dalamku dan berganti dengan celana boxer longgar andalanku. Ku berjalan mengarah ke kamar tamu dan mengetuk sebelum masuk. Entah apa yang kupikirkan, aku masih beranggapan harus bertingkah sopan untuk Novi. Begitu aku masuk, aku mengejar Novi telah merebah di atas kasur, kasur yang seringkali kutiduri bila aku menginap disini.

Novi sudah mencopot you-can-see dan hotpantsnya. Yang terbelakang ditubuhnya hanyalah BH yang kelihatannya kekecilan sebab terlihat laksana tidak dapat menampung toket Novi yang besar, dan G-string. Novi bertumpu dengan sikunya di punggung. “Buka dong kaosnya…” sesudah kubuka kaosku, aku mendekat Novi dengan merebah di sampingnya kirinya. Novi mengolah posisinya menjadi menghadapku. Jarinya yang lentik mulai bermain-main mulai dari dadaku, turun ke bawah, masuk ke celana, pas nyaris sampai di kontolku yang telah super tegak laksana mau meledak, Novi tarik lagi jarinya keatas.

Novi lantas menciumi badanku, menjilati putingku, aku mulai menikmati nafasku menjadi tidak beraturan. Sudah horny super bos. Sambil menciumi puting kiriku, Novi lantas menaiki badanku, menunggangiku layaknya joki diatas kuda, memeknya yang masih tertutup G-string di gesek-gesekan ke kontol tegangku yang pun masih tertutup celana. Aku meremas kedua bongkah pantat Novi dan sesekali menuntun gerakan pinggulnya. Novi tampaknya merasakan yang kulakukan.

Cukup lama Novi menciumi putingku, bergantian kiri dan kanan, ciumannya mulai naik ke leher dan kami juga berciuman kembali. Ciuman kami sama panasnya laksana ciuman di sofa tadi. Sesekali Novi mencungkil nafasnya seakan tersebut yang dia tahan sekitar ini. Tangannya menjambaki rambutku, pinggulnya masih bergoyang. Pettingan ini kami lakukan lumayan lama. Kalau Novi memang Test Drive, aku barangkali memang mesti memuaskan dirinya hingga pol. Novi semakin blingsatan menciumiku, gerakan pinggulnya semakin menjadi, mengalahkan tuntunan tanganku.

Aku juga merubah posisi, kami berguling dan sekarang Novi berada dibawah ku, ku gesek-gesekkan kontolku ke memek Novi. Kakinya yang jenjang melingkar mengapit pinggulku sebagai reaksi gesekanku. Semakin powerful aku menggeseknya, semakin powerful pula jepitan. Sampai akhirnya laksana Novi membantingku ke sisi dan kami berdampingan dan jepitannya kian kencang dan bergetar jambakannya pun semakin mejadi.

“AaaaaaaaaaAAAAAAAAAAAaaahhhhhhh…….hhhhhhhhhhh ……..” Novi sedang orgasme. Orgasme Novi diblokir dengan exhale nafas panjang Novi dan dilanjutkan dengan ciuman mesra ke bibirku. Mukaku merah padam, bahagia rasanya dapat memuaskan Novi. “Gimana Teh, barusan O ya” “Ouuuwhhh iyaaaah…. udah lama aku gak ngerasain O kayak begitu, bahkan kontol anda pun belom masuk.” Novi pulang menciumi bibirku, tangannya yang lembut seraya mengelus-elus pipiku. AKu menikmati rasa sayang dari belaiannya, atau memang beginilah perilaku seksual Novi.

“Kamu gak inginkan nelanjangi aku? Aku masih menyeluruh gini?” “Jangan dulu Teh, Teteh lebih seksi kalo terdapat yang nutupin, inginkan pelan-pelan aja. Btw aku boleh sampe jam berapa ini?” “Terserah anda aja..mmm… sekuatnya anda aja…” Novi pulang menciumiku. sungguh spektakuler Novi terus-terusan menggodaku dengan body seksinya. Sambil menciumiku, Novi menggeliat-geliat, menggesek-gesekan tubuhnya ke tubuhku. Kami berdua bertukar panas tubuh, wajahnya yang nafsuin semakin meningkatkan nafsuku kepadanya.

Geliatan Novi semakin menjadi, pelan dan halus tetapi tau bagaimana mendongkrak birahiku. Hingga menggeliat turun, sampailah kepala Novi di depan celanaku. “Buka ya” “terserah Teteh, punya teteh kok” Novi membuka celanaku sama sekali tidak memakai tangan, dengan bibirnya dia unik celanaku turun kebawah. Sampai didengkul celanaku dilanjutkan dipeloroti dengan tangannya. Novi lantas menunggangiku lagi. Otomatis posisi tubuhnya berputar. Jadi saja kami dalam posisi 69 yang super seksi.


Aku telah telanjang bulat sementara onderdil Novi masih lengkap. Novi menciduk kontol tegakku. Sesekali dia menciuminya dengan lembut. “Ren, gede amat nih, aku gak yakin muat.” “Yah teh, diusahakan aja dulu, diukur pake mulut” godaku. Novi menjawab dengan cubitan pelan di pahaku. Novi perlahan menciumi sekeliling kontolku sampai basah dengan air liurnya, lantas sleebb… masuklah kontolku ke dalam mulut Novi yang di pagari dengan bibir tipis nan seksi. “Mmmmmmhhhhh…… mmmmmmhhhh……mmmmmm…..” sama sepertiku Novi sangat merasakan sepongan yang dia kerjakan ke kontolku.

Pinggul Novi yang ketika ini terdapat di atas dadaku mulai menggeliat, aku cengekeram pantat Novi dan kuremas2. “Teh, kubuka ya” aku merujuk untuk G-string Novi.. “hhheee emmmm” tanda persetujuan Novi terbit dari mulut yang masih sarat dengan kontolku. G-String Novi modelnya entah apa namanya, yang pasti melulu dengan membuka satu simpul tali di belakang G Stringnya telah terlepas.

Wow… lembah surgawi Novi benar-benar indah, putih dan tidak terdapat jembut yang tumbuh di sekitarnya, diperbanyak wangi sekali. Aku tidak langsung menjilati, jempolku mengelus2 lokasi sekitaran bibir memek Novi yang masih basah dari orgasmenya yang kesatu tadi. Kemudian kuciumi saja memeknya, lama kelamaan ciumanku pulang menjadi jilatan, tidak terdapat sudut memek yang luput dari jilatanku. Goyangan pinggul Novi semakin menjadi, jilatanku pun tidak dapat kalah, aku juga semakin menjadi menjilatnya.

Novi juga mengimbanginya dengan menghisap, menjilati, menciumi kontolku dengan liar. Bijiku juga tak luput diciumi olehnya. Saat Novi semakin turun ke bawah, aku tau dia inginkan menjilati lobang sunholeku. Aku menolak. Kutarik tubuh Novi agar mulut Novi pulang sejajar dengan kontolku dan kuarahkan kontolku ke mulutnya pulang “Jangan Teh, tidak boleh ke situ, aku gak suka” “Okemmm…… mmmm…. Ren, as you wish….mmmmmhhhhmmmm” Ya men, plis deh, dia cium silitku, aku dan dia nantinya ciuman, ya apa bedanya aku cium silit sendiri.

Aku lanjutkan menjilati memek Novi yang semakin basah. Novi pun sudah mulai panas, tanganku dengan lihai bergerak kepunggungnya, membuka kaitan BHnya dan melepasnya. Aku tidak dapat melihatnya tetapi aku dapat merasakan, toket kencang nan kenyal mengurangi pinggang depanku. Kutengok ke kananku, ternyata lemari pakaian kamar tamu terdapat cerminnya. Aku dapat melihat dengan jelas posisi kami benar benar hot. Sambil meneruskan jilatanku, aku merogoh toket Novi guna kuremas-remas dengan kedua tanganku.

Posisinya memang sulit tetapi sepertinya Novi menyukainya “Teruuuuussss…..mmmmmmhhhmmm…. teruuuss….” Novi menggumam. Setelah berapa lama, dan setelah sejumlah sedotan tiba2 paha Novi melingkar erat memiting kepalaku erat salah satu selangkanganku, dan CRrroooooottt……… terbit cairan hangat dari memek Novi. Ternyata dia O yang kedua kalinya, Novi gemeteran menyangga Orgasmenya kali ini seraya meremas pahaku dalam posisi membungkuk.

“AAAaaaaahhhhhhhhh…. ya ampuuuuuuunnnhhhh….hhhhh… anda hebat banget aku udah dua kali…” Novi langsung berbalik badan dan berbicara “Now for the main course-nya ya. Novi jongkok diatas pinggangku, berupaya guna memasukkan kontolku ke dalam memeknya, tetapi sudah sejumlah detik kelihatannya dia kesulitan, aku langsung memeluknya dan berjuang menukar posisi, membantingnya dengan lembut ke kasur dan membuka kedua kakinya. “Iya, main coursenya nih, siap-siap yah.” Ku perlahan mulai memasukkan kontolku ke dalam memeknya.

Memek Novi benar-benar sempit, aku tak mengerti, mungkin sebab sudah lama tidak pernah ditembus kontol, tapi mestinya dengan dua kali O sudah dapat dengan gampang dicoblos. Apa barangkali memeknya yang terlampau kecil dan kontolku yang kegedean. Atau memang keduanya. “Sempit nih Teh” “Lanjutin…. lanjutin… aku gak kenapa2″ dengan satu sodokkan kuat tetapi perlahan, kesudahannya Kontolku dapat menembus liang vagina Novi. “AAAAAAaaaakkkkkhhhh….” jeritan keras Novi dan cakaran di punggungku menyertai tusukanku.

AKu perlahan mulai genjot, rasanya luar biasa, Novi yang awalnya meringis kesakitan lama-lama tampak menikmati, makatanya telah merem melek gak karuan. Nafasnya bersuara tak beraturan dan seirama dengan sodokanku. Dalam posisi ini kami bergumul lama sekali, sejumlah kali Novi memiting pinggangku tetapi aku tetap sodok saja. Lalu Novi mengupayakan mengubah posisi hendak di atas. Novi mendorong tindihanku dan berbalik memindihku. Semua dilaksanakan tanpa kontolku terlepas dari memeknya.

Gantian kini Novi yang memompa kontolku. Sungguh nikmat menyaksikan wanita sesempurna Novi sedang merasakan bercinta denganku. Toketnya yang besar dan kenyal menggandul gandul seiring dengan genjotannya dia. Sesekali Novi juga melenguh dan menghela nafasnya panjang. Jika Novi telah agak capai, Novi memelukku, tetapi seringnya dia duduk diatasku memamerkan toketnya yang besar. Tangannya menuntun tanganku supaya tetap meremas buah dadanya dan memainkan putingnya. Sesekali aku juga menjilati putingnya.

Masih dalam suasana pinggulnya memompa kontolku. Aku sejumlah kali berjuang merubah posisi menjadi man on top lagi tetapi Novi menahan. ia masih hendak menguasai kontolku demi kepuasannya untuk sejumlah lama. Tiba2 genjotan Novi semakin kencang. Kedua kaki Novi memiting pinggulku dan tubuh Novi ambruk ke tubuhku dan Novi menyerangku dengan ciuman ganas. Novi O ketiga kalinya.

Aku semakin nafsu menyaksikan Novi yang telah O, mengembalikan posisi menjadi man on top, mumpung Novi sedang tidak terdapat tenaga guna melawanku. “bentar…hhhh… time outtt..hhhh” Ujar Novi menyerah. “Jangan Teh, tanggung, mari lagi.” Aku pulang menggenjot, tidak tanggung-tanggung aku menggenjot dengan rpm cepat dan konstan, Novi semakin menggila dan berteriak2. Sesekali aku mencumbu bibirnya, menjilati putingnya, menciumi lehernya, menjilati kupingnya. Diperlakukan seperti tersebut genjotan Novi dari bawah semakin menjadi.

Saat dipuncak2nya aku keluarkan kontolku. Kutarik tubuh Novi dan kubalik badannya hingga Novi nungging di hadapanku. Disuguhi dengan pemandangan berupa bemper yang paling seksi, ku langsung masukkan kontolku ke dalam memeknya dari belakang. Ku raih dua bantal guna menopang tubuhnya dan kumulai genjot kembali. Rasanya dengan posisi ini aku bakal cepat keluar.

Kugenjot dengan cepaat cepaaat aaaaaahhhhhhhhh “Teeeeeehhhh…. aku inginkan keluarrrr….” “Iyyyaaa Reeeennnnn…. keluarin ajaaaa” genjotanku kulanjutkan, rasa semriwing disekitar kemaluanku telah mengumpul tetapi entah mengapa tidak keluar2 juga. Novi kelihatannya sudah menyerah, dia tidak dapat lagi melawanku, kesudahannya dia dalam posisi tengkurap, melemparkan bantal dari bawah tubuhnya dan ambruk ke kasur. Dengan posisiku menindih Novi tanganku melingkar ke depan meraih kedua toketnya. tak luput pulang kuciumi tengkuk dan leher belakangnya. Novi yang telah tak berdaya masih terangsang dengan ciuman2ku.

Hingga akhirnya, ledakan tersebut muncul “TTttttteeeeeehhhhhhh…..AAAAaaaaaaahhhhhhh…… ….” Kubuang seluruh cairan spermaku. Belum pernah aku selega ini mencungkil spermaku ke dalam liang vagina seorang wanita. Biasanya aku memakai kondom ataupun buang diluar. Namun sensasi buang di dalam tanpa kondom memang lebih nikmat. CRrrrrroooooooooooootttt…..crrrrrttttt crrrrrtttttt…. aku dapat merasakan denyutan memek Novi menyambut datangnya sperma2ku. “Enaak ren” “Enak banget Teh” “Bukan, bukan, tadi aku bukan nanya ke kamu, aku bilang ke anda dientotin kamu tersebut nikmat banget.

Aku beruntung banget sesudah sekian lama puasa langsung dapet yang kayak kamu” Posisi kami masih dalam posisi bercinta kami sebelumnya, aku masih menindih Novi dari belakang dengan kontol masih terhujam di dalam tetapi akhirnya aku ambruk kesamping. Kuciumi pundak Novi, kubelai dengan lembut punggungnya dan kubelai rambutnya yang tadinya telah berantakan. Kami berdua juga ketiduran.

Aku terbangun menyaksikan jam telah di pukul 10.30 malam. Aku menyaksikan kesampingku, Novi tidak ada. Tidak lama lantas pintu kamar terbuka, Novi masuk pulang dan langsung menyerangku. Malam tersebut kami lagi2 bercinta sampai pagi.

Setelah test drive yang kesatu ini kami juga rutin mengerjakan seks sekitar lebih dari 1 bulan. Seringnya ketika Wein tidak terdapat di rumah, atau gantian di apartemenku atau kami ke luar kota. Sampai kesudahannya berita gembira tersebut hadir, Novi positif hamil. Wein dan Novi dan pun Keluarga besarnya gembira bukan main. Aku juga senang kesudahannya aku menjadi ayah dan juga dapat membahagiakan Wein. Namun biarlah Wein yang mengurus anak ini dengan lebih baik. Aku dan Wein juga masih bersahabat sampai kini.


Tapi yang Wein tidak tahu, meskipun telah lewat 3 tahun Novi sukses hamil dan mencetuskan anak dariku, tetapi Aku dan Novi masih tidak jarang bercinta. Mungkin saja Wein tahu dan membiarkan. Entahlah, aku tak tahu bagaimana mengakhirinya.