Showing posts with label universitar indonesia. Show all posts
Showing posts with label universitar indonesia. Show all posts

Thursday, May 3, 2018

May 03, 2018

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

BOKEP AMOY CHINESE COLLECTION VOL 1

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Sunday, April 22, 2018

April 22, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN TEMAN SEKANTOR - www.ceritasexnesia.blogspot.com


Umurku sekarang 39 tahun sedangkan Sari berusia 34 tahun. Memang kami kesudahannya berhenti bersangkutan karena ia mesti pindah ke luar kota sedangkan saya tetap di Jakarta. Namun kisahku dengan dia tidak jarang kali menjadi kenangan, bahkan tidak jarang merangsangku. Sari ialah seorang ibu dari dua anak dan bersuamikan lelaki yang baik, mempunyai pekerjaan cukup di suatu perusahaan kepunyaan pemerintah.

Aku sendiri di perusahaan swasta, se kantor dengan Sari. Badanku biasa-biasa saja dengan tinggi nyaris 170 cm, sedangkan Sari selama 165 cm. Badannya lumayan langsing dengan pantat yang agak menonjol. Inilah yang paling menggairahkan saya. Sementara dia bilang sangat menyenangi bersenggama dengan saya sebab ukuran penis saya yang lebih gemuk dari punya suaminya, walaupun panjangnya kira-kira sama.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Hubungan kami berawal dari kedekatan lokasi duduk yang menciptakan kami tidak jarang ngobrol di kala senggang. Aku suka memuji pakaiannya dengan kalimat-kalimat yang mengarah keurusan nafsu. Misalnya, “rokmu bagus deh hari ini, seksi banget kelihatannya” .

Luar biasanya, jawaban Sari lebih menunjukkan lagi, “seksi gimana, hayo, jelasin dong..” Aku seringkali langsung ngejelasin bahwa lekuk tubuhnya jadi tampak dan enak dipandang. Dia senang aku memujinya. Hal-hal begini terjadi dan kian lama kian brani, tetapi tanpa pernah ia tersinggung atau marah.

Nampaknya dia santai-santai aja dan merasakan percakapan, sejauh apapun. Pada sebuah waktu, anda keterusan ngobrol mengenai hubungannya dengan sang suami. Kebetulan paginya, katanya, ia baru bersenggama dengan suaminya, tetapi nggak menjangkau orgasme. Sementara suaminya tidak jarang kali orgasme. Saya langsung memancing,” jadi lagi nanggung dong skarang, ya”.

Eh, nggak nyangka dia menjawab,”napa, mo tolong nerusin nih.. emang mampu?”. Wah, untuk saya peluang nih. Aku langsung menunjukkan pembicaraan ke santap siang bersama di luar kantor. Dia inginkan banget. “Gimana kalo makannya di lokasi yang berdua aja”, aku membuka obrolan di mobil saat kami berangkat menggali tempat makan. Sari membalas dengan pertanyaan sambil menyaksikan ke arahku yang sedang nyetir,” di mana?”. Pikiranku tidak beda ke motel jam-jaman tentunya. Di situ dapat nonton tv, ngobrol, pesen makanan, dianterin ke kamar, bayar, tanpa mesti ketemu muka dengan pendahuluan makanan.

Aku jelasin seluruh itu, dia justeru nyambung,”masa cuman nonton tv, ngobrol, makan..”. Ini jawaban yang ngeresin banget. Aku merasakan tekanan dari dalam celanaku, ereksi yang dahsyat. Akhirnya kami mendarat di motel. Ngobrol-ngobrol lebih jauh, ternyata dia memang telah tidak jarang ke motel dengan suaminya saat pacaran dulu.

Saya jadi paling maklum, pantes Sari nggak kelihatan risi atau kaku sama sekali. Selesai menunaikan kamar dan pesen makanan, kamipun duduk di tempat seraya nonton tv. Ternyata terdapat channel video dengan film seks. Aku nggak pindahin lagi channelnya dan Sari nampaknya senang. Baru 2-3 menit, ia telah merapatkan badannya ke tubuhku seraya berkata,” puasin aku ya..”.

Aku langsung merapatkan bibirku ke bibirnya. Kamu berciuman paling bernafsu. Lidahnya duluan masuk ke mulutku ambil meraba-raba masing-masing sudut dalam mulut. Aku paling terangsang, lagipula melihat tangannya memegang wilayah vaginanya yang masih tertutup rok. Wanita ini nampaknya paling dingin dan cuek, pikirku. Inilah kelaziman wanita yang paling ku sukai dan paling merangsangku. Aku membuka kancing bajunya dan langsung menyusupkan tanganku ke buah dada kirinya.

Dia dengan cepat membuka tali bh sampai-sampai menyembul dua bukit yang lumayan besar. Aku langsung mengulum putting salah satunya. Kepalanya bergerak ke belakang menyangga isapanku. Aku suka ekspresinya saat terangsang.

Ia kian terangsang, aku juga.

Tanganku sudah masuk ke dalam celana dalamnya dari samping. Agak basah. Jari tengahku mengusap-usap klitorisnya. Ini menciptakan ia tak tahan. Tanpa komando apa-apa, posisi kami pulang menjadi posisi 69.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Kami saling mengisap sambil, ” aaaah.. eeeeh..haaaaaaahhh. .” Ketika bibirku mengulum klitorisnya, ia melenguh panjang keenakan,” aaaauu.. enak, Di”. Aku kerjakan ini selama 5 menit hingga Sari mendorongku lantas mengangkang di sampingku.

“Ayo Di, nggak tahan nih. Masukin cepet..” Aku berputar menaikinya, menunjukkan kontolku ke liang senggamanya yang sudah paling basah. Perlahan-lahan ku dorong masuk.. enak sekali. Sari melenguh,” aaaaah.. ya teruuuss Di.”. Perlahan-lahan ku pompa liang senggamanya sedangkan dia memaju-mundurkannya dengan badan yang paling kaku.

Rupanya ia memburu orgasmenya yang kesatu. “Terus Diiii, aku suka banget. “. Semenit lantas badannya mengeras total seraya berteriak,” aaaaaaaaah. udah Di aku dapet. aaaaah”. Aku mendiamkan sedikit supaya ia dapat tenang dulu.

“Enak banget, sayang”, katanya sesudah agak tenang Aku kaget dia memanggilku dengan sebutan sayang. “Kamu sayang aku ya?”, aku bertanya sambil mengawali memompa liang senggamanya lagi. “Iya dong, aku sayang anda yang sudah memuaskanku, di samping menyayangi suamiku yang baik tersebut lho”, Sari menjawab.

Kami bertempur lagi dan nampaknya Sari sudah terangsang lagi. Kadang-kadang aku memutarmutar pantatku dengan arah yang bertentangan dengan putaran pantat Sari. Kami benar-benar merasakan hubungan seks kami yang kesatu. Akhirnya aku nyaris mencapai puncak,” Sari, aku mo nyampe nih.aaaahhh” . “Yaaaah, aku juga”.

Semenit lantas aku menjangkau orgasme yang spektakuler sambil berteriak,” aaaaaahhh.”. Sari pun ternyata menjangkau orgasmenya yang kedua seraya melenguh keras sekali,” aaaaauuuu.. Enak Di. enaaaak”. Kami terdiam sejenak. 

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Setelah reda, kami berciuman lagi secara lembut sekali. Kemudian kami mandi bersama. Di bawah shower, kontolku tegang lagi. Sari pun terangsang sebab ku gesek-gesek ke vaginanya saat kami mandi seraya berpelukan. Akhirnya kami bersenggama lagi, kali ini seraya berdiri.

Karena susah melakukannya seraya berdiri, kami pulang ketempat istirahat untuk menuntaskan satu putaran kenikmatan. Lagi-lagi aku merasakan hubungan seks yang paling ekspresif. Karena Sari paling ekspresif, nggak malu-malu, aku jadi paling terangsang.

Akhirnya kami menjangkau kepuasan bersama, sesudah aku mesti menyangga orgasme sebentar sebab Sari belum bakal orgasme. Akhirnya kami meledakkannya bersama-sama, ” aaahhhhhh… aaaahhh.”. Sampai pertengahan 2013 kami rutin bersangkutan 2 atau 3 kali seminggu.

Kami melakukannya tanpa saling menuntut, kecuali menuntut kepuasan. Saya tidak pernah bermaksud memperistrinya, dia pun tidak pernah bercita-cita hendak bercerai dan menikah dengan saya. Cocok benar keinginan saya dengan keinginan dia. Saya kami hari berpisah. Skarang saya mesti agak tidak jarang melakukannya sendiri, seraya berkhayal mengenai hubungan seksku dengan Sari.

Saturday, April 21, 2018

April 21, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Janda Kembang Sange - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Kali ini bercerita tentang empiris yang saya alami 3 tahun yang lalu,sebelumnya, perkenalkan Namaku Sony, berasal dari area Timur Indonesia, bermukim di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku sudah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih memerlukan perhatian penuh.

Aku mesti menjadi ayah sekaligus ibu guna mereka. Bukan urusan yang mudah. Sejumlah teman menganjurkan untuk menikah lagi supaya anak-anak mendapat  ibu baru. Anjuran yang bagus, namun saya tidak hendak anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena tersebut aku paling hati-hati.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Kehadiran anak2 jelas adalahhiburan yang tak tergantikan. Sinta sekarang berusia 10 tahun dan jeremy adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat memenuhi kekosonganku. Namun bila anak-anak lagi berkumpul bareng teman-temannya, kesepian tersebut senantiasa menggoda. Ketika hari sudah larut malam dan anak-anak telah tidur, kesepian tersebut semakin menyiksa.

Sejalan dengan itu, nafsu birahi ku yang termasuk besar tersebut meledak-ledak perlu penyaluran. Beberapa rekan mengajakku menggali wanita panggilan namun aku tidak berani. Resiko terpapar penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aku bermasturbasi. Sesaat aku merasa lega, namun sesudah tersebut keinginan guna menggeluti tubuh seorang perempuan selalu hadir di kepalaku.

Tidak terasa 3 bulan sudah berlalu. Perlahan-lahan aku mulai membubuhkan perhatian ke wanita-wanita lain. Beberapa rekan kerja di kantor yang masih lajang sepertinya membuka peluang. Namun aku lebih suka mempunyai mereka sebagai teman. Karena tersebut tidak terdapat niat untuk membangun hubungan serius. Di saat kemauan untuk merasakan tubuh seorang perempuan semakin meningkat, kesempatan tersebut datang dengan sendirinya.

Senja tersebut di hari Jumat, aku kembali kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum telah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru. Di depan hotel Mirama kulihat seorang wanita keadaan bingung di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan beda melaju lewat, tidak terdapat orang yang peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang berkeinginan dilakukan. Rupanya menggali bantuan. Aku mendekat.

“Ada yang dapat saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.

Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Saya memahaminya. Akhir-akhir ini tidak sedikit kejahatan berkedok tawaran pertolongan seperti itu.

“Tak usah takut, Mbak”, kataku.”Namaku Sony. Boleh saya lihat mesinnya?”

Walaupun agak segan ia menyampaikan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata melulu problema penyumbatan slang bensin. Aku membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia hendak membayar namun aku menolak. Kejadian itu selesai begitu saja. Tidak kuduga hari berikutnya aku bertemu lagi dengannya di Tunjungan Plaza. Aku sedang mendampingi anak-anak berjalan-jalan saat ia menyapaku. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis untuk keduanya.

“Sekali lagi terima kasih untuk pertolongan kemarin sore”, katanya,”Namaku Linda. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”

“Aku Sony”, sahutku sopan.

Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke semua tubuhnya. Wanita tersebut jelas turunan Cina. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh unik dalam pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Pakaiannya tersebut jelas memperlihatkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan jujurnya, dipadu oleh pinggang yang ramping. Pinggulnya bundar estetis digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.

“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut keterangan dari saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya terlihat ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Kami duduk di meja terdekat sambil menyimak orang-orang yang lewat.

“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.

Aku tidak menjawab. Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita membungkuk menghindari air mata.

“Ibu telah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.

“Isteriku telah meninggal”, kataku. Hening sejenak.

“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud menggali tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.

Pokok pembicaraan berpindah ke anak-anak, ke sekolah, ke kegiatan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu bila ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola sejumlah toko pakaian. Aku pun akhirnya tahu bila ia berusia 32 tahun dan sudah menjanda sekitar satu separuh tahun tanpa anak.

Selama pembicaraan tersebut sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, tidak jarang ia menggerak-gerakkan badannya sampai-sampai buah dadanya tersebut dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur menginginkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.

“Nggak beranggapan menikah lagi?” tanyaku.

“Rasanya nggak terdapat yang inginkan sama aku”, sahutnya.

“Ah, Masak!” sahutku,”Aku inginkan kok, bila diberi kesempatan”, lanjutku sedikit badung dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”

“Ah, Sony dapat aja”, katanya tersipu-sipu seraya menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dengan ucapanku.

Tidak terasa nyaris dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak mohon pulang. Linda, perempuan Cina itu, menyerahkan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika bakal beranjak meninggalkannya ia berbisik,

“Saya menantikan Sony di rumah.”

Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yang inginkan menolak peluang berada bareng wanita semanis dan seseksi Linda. Aku mengangguk seraya mengedipkan mata. Ia membalasnya dengan kedipan mata juga. Ini peluang emas. Apalagi sore tersebut Anita dan Marko bakal dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.

“OK. Malam nanti aku main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aku telah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.

Sore tersebut sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aku mencuci sepeda motorku kemudian mandi. Sambil mandi khayalan seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Linda tanpa pakaian? Pasti estetis sekali tubuhnya yang bugil. Dan tentu sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu. Apalagi aku sebenarnya sudah lama hendak menikmati tubuh seorang perempuan Cina.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Tapi apakah ia inginkan menerimaku? Apalagi aku bukan orang Cina. Dari area Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dengan rambut yang ikal. Tapi.. Peduli amat. Toh ia yang mengundangku. Andaikata aku diberi kesempatan, tidak bakal kusia-siakan. Kalau toh ia melulu sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Aku tersenyum sendiri.

Jam tujuh lewat lima menit aku sukses menemukan rumahnya di area Margorejo itu. Rumah yang estetis dan mewah guna ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang perempuan separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya penolong rumah tangga.

“Pak Sony?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Linda menantikan di dalam”, lanjutnya lagi.

Aku mengikuti tahapannya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalam. Selang semenit, Linda keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aku berdiri menyambutnya.

“Selamat datang ke rumahku”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman tiba di pipiku. Ini ciuman kesatu seorang perempuan ke pipiku semenjak kematian isteriku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa ketika bercakap-cakap, si penolong rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku pun sekalian pamit, Bu”, katanya untuk Linda.

“Makan telah siap, Bu. Saya datang lagi kelak jam sepuluh.”

“Biar masuk senja aja, Bu”, kata Linda, “Aku di lokasi tinggal aja besok. Datang saja jam tiga-an.”

Pembantu tersebut mengangguk sopan dan berlalu.

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya seraya menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia selesai ke kamar mandi. Di saat tersebut kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya lumayan memberikan gambaran format tubuhnya. Buah dadanya yang montok tersebut menonjol ke depan seperti gunung. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengekor gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

“Santai saja, anggap di lokasi tinggal sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.

Dua puluh menit menunggu tersebut rasanya laksana seabad. Ketika kesudahannya ia muncul, Linda membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang hingga di punggungnya tidak dipedulikan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju istirahat longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.

Tetapi yang menciptakan mataku membelalak merupakan bahan pakaian tersebut tipis, sampai-sampai pakaian dalamnya jelas kelihatan. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi melulu sepertiga buah dadanya menyerahkan pemandangan yang indah. Celana dalam merah jelas memberikan format pantatnya yang besar bergelantungan. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahi ku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

“Aku tahu, Sony suka”, katanya seraya duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aku lihat mata Sony tak pernah lepas dari buah dadaku. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya kepunyaan kita.”

Ia lalu menghirup pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami telah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok tersebut ketat ke dalam pelukanku. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Ia menggeliat-geliat supaya tanganku lebih leluasa bergerak seraya mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dengan lidahnya.

Tangannya juga aktif mencaplok T-shirt yang kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak.

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam tersebut dan menyentuh bibir memeknya. Ia mengaduh pendek namun segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan badannya mulai menggeletar menyangga nafsu birahi yang semakin meningkat.

Tangannyapun menerobos celana dalamku dan tangan lembut tersebut menggenggam batang kemaluan yang kubanggakan itu. Kemaluanku termasuk besar dan panjang. Ukuran tegang sarat kira-kira 15 cm dengan diameter selama 4 cm. Senjata kebanggaanku berikut yang pernah menjadi kesenangan dan kehormatan hati isteriku. Aku yakin senjataku ini bakal menjadi kesenangan Linda. Ia tentu akan ketagihan.

“Au.. Besarnya”, kata Linda sambil membelai lembut kemaluanku.

Elusan lembut jari-jarinya tersebut membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan tersebut melepaskan bajuku. Segera sesudah lepas bajuku bibir mungilnya tersebut menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kesenangan yang luar biasa. Tangannya pulang menerobos celanaku dan menggenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut. Aku juga bergerak mencungkil pakaian tidurnya. Rasanya laksana bermimpi, seorang perempuan Cina yang cantik dan seksi duduk di pahaku melulu dengan celana dalam dan BH.

“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”

Aku bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya mohon digendong. Tubuh bahenol nan seksi tersebut kurengkuh ke dalam pelukanku. Kuangkat tubuh tersebut dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku menciptakan nafasku megap-megap nikmat. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh tersebut ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai mencungkil BH dan celana dalamnya.

Ia tidak mempedulikan aku mengerjakan semua tersebut sambil mendesah-desah menyangga nafsunya yang tentu semakin menggila. Setelah tak terdapat selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yang mengagumkan itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dengan mata agak sipit laksana umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai hingga di punggungnya.

Buah dadanya sungguh besar tetapi padat dan menonjol ke depan dengan puting yang kemerah-merahan. Perutnya rata dengan lekukan pusar yang menawan. Pahanya mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang besar bulat padat. Di sela paha tersebut kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yang estetis dan menggairahkan birahi.

“Ngapain melulu lihat tok,” protesnya.

“Aku kagum bakal keindahan tubuhmu”, sahutku.

“Semuanya ini milikmu”, katanya seraya merentangkan tangan dan mendekatiku.

Tubuh bugil polos tersebut kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aku ke atas ranjang lunak itu. Mulutnya segera menjelajahi semua dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Tangannya lincah mencungkil celanaku. Celana dalamku segera dipelorotnya. Kemaluanku yang telah tegang tersebut mencuat terbit dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menciduk batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yang luar biasa saat lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menyangga semua sensasi tak waras itu.

Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia mencungkil diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya pun mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku berpindah ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi tentu aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan tekanan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yang mulus padat tersebut membuka, menampakkan lubang surgawinya yang sudah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang tersebut dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang sudah basah membanjir itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil mengurangi kepalaku sampai-sampai lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat laksana cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak terdapat sesuatu juga yang bakalan menghalangiku merasakan dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak hendak menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi tidak banyak tetapi paling nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku. Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ia melolong keras.

Pada saat tersebut kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah menjangkau orgasme yang kesatu. Aku berhenti sejenak tidak mempedulikan ia menikmatinya. Sesudah tersebut mulailah aku menjelajahi pulang bagian tersensitif dari tubuhnya itu. Kembali erangan suaranya tersiar tanda birahi nya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku sudah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, sebab nafsuku pun telah diubun-ubun perlu penyelesaian.

Kudorong tubuh bahenon nan seksi tersebut rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak. Mulutnya terus menggumam tidak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang laksana kepinding.

“Cepat.. Cepat.. Aku telah nggak tahan!” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin dapat mendengar lolongannya itu. Aku berhenti sebentar tidak mempedulikan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sampai-sampai kemaluanku yang panjang dan besar tersebut menerobos ke dalam dan tenggelam sepenuhnya dalam liang surgawi miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas supaya lebih dalam menerima diriku. Sejenak aku diam merasakan sensasi yang spektakuler ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya pun luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya berjuang menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar tersebut diputar-putar guna memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat.

Desisan itu pulang menjadi erangan lantas jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku juga leluasa bertarung dengan lidahnya.

“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayang, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”

Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dengan gerakan pantatku. Di ketika itulah kurasakan fenomena ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aku bakal orgasme.

“Aku inginkan keluar, Linda”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Keluarkan di dalam. Aku hendak kamu di dalam.”

Kupercepat gerakan pantatku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan pantatku dan kemaluanku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku menyemprot deras. Ia juga melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ia pun menjangkau puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Inilah orgasmeku yang kesatu di dalam kemaluan seorang wanita semenjak kematian isteriku. Dan ternyata perempuan itu ialah Linda yang cantik bahenol dan seksi.

Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk seluruh detik kesenangan itu. Lalu perlahan-lahan aku mengusung tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang bersinar karena birahi nya sudah terpuaskan. Ia tersenyum dan mengelus wajahku.

“Sony, anda hebat sekali, sayang”, katanya, “Sudah lebih dari satu tahun aku tidak menikmati lagi kejantanan pria seperti ini.”

“Linda pun luar biasa”, sahutku, “Aku sungguh puas dan bangga dapat menikmati tubuhmu yang menawan ini. Linda tidak menyesal bersetubuh denganku?”

“Tidak”, katanya, “Aku justeru berbangga dapat menjadi perempuan kesatu setelah kematian isterimu. Mau kan anda memuaskan aku lagi nanti?”

“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh bila nolak rejeki ini.” Ia tertawa.

“Kalau anda lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi bila aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.

“Mulai kini kamu dapat menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Hatiku bersorak ria. Aku menarik keluar kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih separuh jam kami berbaring berdampingan. Ia kemudian mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan.

Agen Poker, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Malam itu sampai hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi guna memuaskan nafsu. Aku menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam sekian banyak  posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu ialah hari penuh kesenangan birahi.

Dapat ditebak, pertemuan kesatu tersebut berlanjut dengan ragam pertemuan lain. Kadang-kadang kami menggali hotel namun terbanyak di rumahnya. Sesekali ia mampir ke tempatku bila anak-anak lagi mendatangi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu dipenuhi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan.

Satu malam di kamar tidurnya. Setelah sejumlah kali orgasme iseng aku menggodanya.

“Linda”, kataku, “Betapa beruntungnya aku yang berkulit gelap ini dapat menikmati tubuhmu bahenol, seksi, putih dan mulus seorang perempuan Cina.” kataku, disambut dengan tawa cerianya.

Thursday, April 19, 2018

April 19, 2018

Cerita Sex Ngentot Dengan Pembokat Yang Bertoket Besar - www.ceritasexnesia.blogspot.com

Hari ini laksana biasa aku simaklah istriku sedang bersiap guna berangkat kerja, sedangkan aku masih berbaring. Istriku memang mesti tidak jarang kali berangkat pagi, tidak laksana pekerjaanku yang tidak mewajibkan berangkat pagi. Tidak lama lantas aku simaklah dia berbicara sesuatu, pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah. Sementara aku bersiap kembali guna tidur, pulang kudengar suara orang menghampiri ke arah pintu kamar. Tetapi langsung aku teringat tentu pembantu lokasi tinggal tangga kami, Lia, yang memang mendapat perintah dari istriku guna bersih-bersih lokasi tinggal sepagi mungkin, sebelum menggarap yang lain.

WWW.VIPRCTI99.ORG Situs Agen Bandarq Terpercaya | Agen Domino 99 2018 | Agen Aduq Terpercaya | Agen Domino QQ Terbaik 

Lia ini baru berumur 17 tahun, dengan tinggi badan yang tergolong pendek namun format tubuhnya sintal. Aku melulu perhatikan urusan itu selama ini, dan tidak pernah berfikir macam-macam sebelumnya. Tidak berapa lama dari suara tahapan yang kudengar tadi, Lia juga mulai terlihat di pintu masuk, sesudah mengetuk dan meminta izin sebentar, ia juga masuk sambil membawa sapu tanpa menantikan izin dariku. Baru pagi ini aku simaklah pembantuku ini, not bad at all.

Karena aku tidak jarang kali tidur melulu dengan bercelana dalam, maka aku pikir bakal ganggu dia. Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping sampai selimutku juga tersingkap. Sehingga unsur bawahku telah tidak tertutup apapun, sementara sebab bangun istirahat dan belum sempat ke WC, kemaluanku telah mengeras semenjak tadi. Dengan tidak banyak mengintip, Lia berkali-kali melirik kearah celana dalamku, yang didalamnya ada ‘Mr. Penny’ku yang telah membesar dan mengeras. Namun aku simaklah dia masih terus menggarap pekerjaannya seraya tidak mengindikasikan perasaannya.

Setelah tersebut dia berlalu dengan pekerjaannya dan terbit dari kamar tidur. Akupun bangun ke kamar mandi guna buang air kecil. Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu terbit mencari sesuatu guna minum. Kulihat Lia masih meneruskan pekerjaannya di ruang lain, aku rebahkan diriku di sofa depan TV ruang family kami. Sejenak terbersit untuk menciptakan Lia lebih dalam menguasai ‘pelajarannya’. Lalu aku berfikir, kira-kira topik apa yang bakal aku pakai, sebab selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia.

bandarq terpercaya, agen dominoqq online, agen poker online, agen poker terpercaya, poker online, agen aduq online, bandar sakong online, agen dominoqq online, domino 99 online, agen bandarq online, bandarq online, agen bandarq 

Sambil aku simaklah Lia yang sedang sibuk, aku mengingat-ingat yang pernah istriku katakan soal dia. Akhirnya aku ingat bahwa dia mempunyai masalah bau badan. Dengan tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta guna berhenti mengerjakan aktivitasnya sebentar. Lia pun menghampiri dan memungut posisi duduk di bawah. Duduknya paling sopan, jadi tidak satupun celah untuk menyaksikan ‘perangkatnya’. Aku mulai saja pembicaraanku dengannya, dengan menanyakan apakah benar dia memiliki masalah BB. Dengan dalil tamu dan relasiku akan tidak sedikit yang datang aku memintannya guna lebih perhatian dengan masalahnya.

Dia melulu mengiyakan permintaanku, dan mulai berani menuliskan satu dua hal. Semakin baik pikirku. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Sementara dudukku dengan sengaja aku bikin seolah tanpa sengaja, sampai-sampai ‘Mr. Penny’ku yang melulu tertutup handuk bakal terlihat sepenuhnya oleh Lia. Aku simaklah matanya berkali-kali melirik ke arah ‘Mr. Penny’ku, yang secara tidak sengaja mulai bangun. Lalu aku tanyakan apa boleh menghirup BB-nya, suatu pertanyaan yang lumayan mengagetkannya, selain sebab pertanyaan itu lumayan berani, pun karena matanya yang sedang melirik ke ‘anu’ ku. Bagi menutupi rasa malunya, diapun melulu mengangguk membolehkan.

Aku mohon dia guna mendekat, dan dari jarak sekian centimeter, aku mencoba menghirup BBnya. Akalku mulai berjalan, aku katakan tidak begitu jelas, maka dengan dalil pasti sumbernya dari ketiaknya, maka aku mohon dia untuk mengindikasikan ketiaknya. Sejenak dia terdiam, barangkali dipikirnya, apakah ini mesti atau tidak. Aku pulang menyadarkannya dengan memintanya kembali menunjukkan ketiaknya. Melihat tatapannya aku memahami bahwa dia tidak tahu apa yang mesti dikerjakannya untuk mengisi permintaanku. Maka aku dengan cepat menuntunnya supaya dia tidak bingung bakal apa yang mesti dilakukan. Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sampai-sampai aku dapat mengecek ketiaknya, dan aku katakan tidak boleh malu, toh tidak terdapat siapapun di rumah.

Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira. Perlahan kulit putih mulusnya mulai terlihat, dan kemudian dadanya yang lumayan besar tertutup BH sempit juga mulai terlihat. ‘Mr. Penny’ku langsung membesar dan mengeras penuh. Setelah ketiaknya terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku tampak bulu ketiaknya lumayan lebat. Setelah dekat aku hirup udara selama ketiak, baunya paling merangsang, dan akupun semakin mendekatkan hidungku sampai-sampai menyentuh bulu ketiaknya. Sedikit kaget, dia menjauh dan menurunkan bajunya. Lalu aku katakan bahwa dia mesti mencukur bulu ketiaknya bila hendak BBnya hilang. Dia mengangguk dan berjanji bakal mencukurnya. Sejenak aku simaklah wajahnya yang terlihat beda, merah padam. Aku heran kenapa, sesudah aku simaklah seksama, matanya sesekali melirik ke arah ‘Mr. Penny’ku. Ya ampun, handukku terbuka dan ‘Mr. Penny’ku yang membesar dan memanjang, terpampang jelas di depan matanya. Pasti terbuka sewaktu dia kaget tadi.

Lalu kuminta Lia pulang mendekat, dan aku katakan bahwa ini lumrah terjadi, sebab aku sedang berdampingan dengan perempuan, lagipula sedang menyaksikan yang sedang di dalam bajunya. Dengan malu dia tertunduk. Lalu aku lanjutkan, entah benak dari mana, tiba-tiba aku memuji badannya, aku katakan bahwa badannya bagus dan putih. Aku pun mengatakan bahwa bibirnya bagus. Entah keberanian dari mana, aku bangun seraya memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Kami berciuman lumayan lama dan paling merangsang. Aku simaklah dia begitu bernafsu, barangkali sudah semenjak tadi pagi dia terangsang.

Tanganku yang sudah semenjak tadi sedang di dadanya, kuarahkan mengarah ke tangannya, dan menariknya mengarah ke sofa. Kutidurkan Lia dan menindihnya dari pinggul ke bawah, sedangkan tanganku berjuang membuka bajunya. Beberapa ketika nampaknya kesadaran Lia bangkit dan mengerjakan perlawanan, sampai-sampai kuhentikan seraya membuka bajunya, dan aku kembali menghirup bibirnya sampai lama sekali. Begitu Lia telah kembali mendesah, perlahan tangan yang semenjak tadi kugunakan guna meremas dadanya, kuarahkan ke belakang guna membuka kaitan BHnya. Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran lumayan besar dengan puting besar coklat muda.

bandarq online, bandarq terpercaya 2018, sakong online, aduq online, poker online, bandar poker online

Lumatan mulutku pada buah dadanya membuatnya telah benar-benar terangsang, sampai-sampai dengan gampang tanganku mengarah ke ke arah ‘Veggy’nya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku yang satunya membawa tangannya guna memegang ‘Mr. Penny’ku. Secara otomatis tangannya meremas dan mulai naik turun pada ‘Mr. Penny’ku. Sementara aku sibuk mendongkrak roknya sampai celana dalamnya tampak seluruhnya. Dan dengan menyibakkan celana dalamnya, ‘Veggy’nya yang basah dan sempit itupun telah menjadi mainan untuk jari-jariku. Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya mengapit tanganku, dan tangannya memegang tanganku supaya tidak bergerak dan tidak meninggalkan ‘Veggy’nya. Kusadari Lia merasakan orgasme yang kesatu

Setelah mereda, kupeluk erat badannya dan berjuang tetap merangsangnya, dan benar saja, bebrapa ketika kemudian, nampak dirinya telah kembali bergairah, melulu saja kali ini lebih berani. Lia membuka celana dalamnya sendiri, lalu berjuang mencari dan memegang ‘Mr. Penny’ku. Sementara secara bergantian bibir dan buah dadanya aku kulum. Dan dengan tanganku, ‘Veggy’nya kuelus-elus lagi mulai dari bulu-bulu halusnya, bibir ‘Veggy’nya, sampai ke dalam, dan wilayah sekitar lubang pantatnya. Sensasinya tentu sungguh besar, sampai-sampai tanpa sadar Lia menggelinjang-gelinjang keras. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, bibirku pindah mengarah ke bibirnya, sedangkan ‘Mr. Penny’ku ku dekatkan ke bibir ‘Veggy’nya, ku elus-elus sebentar, kemudian aku mulai selipkan pada bibir ‘Veggy’ pembantuku ini.

Sudah laksana layaknya suami dan istri, kami seakan tak sempat dengan segalanya, Lia bahkan merintih minta ‘Mr. Penny’ku segera masuk. Karena basahnya ‘Veggy’ Lia, dengan gampang ‘Mr. Penny’ku masuk tidak banyak demi sedikit. Sebagai perempuan yang baru kesatu kali bersangkutan badan, terasa sekali otot ‘Veggy’ Lia menegang dan mempersulit ‘Mr. Penny’ku guna masuk. Dengan membuka pahanya lebih lebar dan mendiamkan sejenak ‘Mr. Penny’ku, terasa Lia agak rileks. Ketika itu, aku mulai memaju mundurkan ‘Mr. Penny’ku walau melulu bagian kepalanya saja. Namun tidak banyak demi tidak banyak ‘Mr. Penny’ku masuk dan akhirnya semua batangku masuk ke dalam ‘Veggy’nya. Setelah aku diamkan sejenak, aku mulai bergerak terbit dan masuk, dan sempat kulihat cairan berwarna merah muda, tanda keperawanannya sudah kudapatkan.

Erangan nikmat kami berdua, terdengar paling romantis ketika itu. Lia belajar paling cepat, dan ‘Veggy’nya terasa meremas-remas ‘Mr. Penny’ku dengan paling lembut. Hingga belasan menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, sebab ku pikir nanti saja mengajarkannya gaya lain. ‘Mr. Penny’ku sudan berdenyut-denyut tanda tak lama lagi aku bakal ejakulasi. Aku tanyakan pada Lia, apakah dia pun sudah nyaris orgasme. Lia mengangguk pelan seraya terrsenyum. Dengan aba-aba dari ku, aku mengajaknya guna orgasme bersama. Lia semakin keras mengelinjang, sampai akhinya aku katakan kita terbit sama-sama. Beberapa saat lantas aku rasakan air maniku muncrat dengan derasnya didalam ‘Veggy’nya yang pun menegang sebab orgasme. Lia mendekap badanku dengan erat, tak sempat bahwa aku ialah majikannya, dan akupun melupakan bahwa Lia ialah pembantuku, aku mendekap dan menciumnya dengan erat.

Dengan muka tidak banyak malu, Lia tetap tertidur disampingku di sofa tersebut. Kuperhatikan dengan lega tidak terdapat penyesalan di wajahnya, namun kulihat kepuasan. Aku katakan padanya bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya guna mengulang andai dia mau, dan dibalas dengan anggukkan kecil dan senyum. Sejak ketika itu, kami tidak jarang melakukan andai istriku sedang tidak ada. Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, garasi, bahkan dalam mobil.

Agen Poker Terpercaya, BandarQ Online, Agen BandarQ, Agen Domino 99, Agen Domino, AduQ Online Terbaik, Judi Uang Asli

Lia ikut bareng kami sampai tahunan, hingga suatu ketika dia dipanggil oleh orang tuanya guna dikawinkan. Ia dan aku saling melepas dengan berat hati. Namun sekali masa-masa Lia datang kerumahku guna khusus bertemu denganku, sesudah sebelumnya menelponku guna janjian. Anak satu-satunyapun menurutnya ialah anakku, sebab suaminya mandul. Tapi tidak terdapat yang pernah tahu..

Thursday, October 26, 2017

October 26, 2017

GEGER SKANDAL SEX MAHASISWA UI HANNAH ANNISA ! 18+ VIDEO FULL UNCENSORED !


GEGER ! Video mesum yang menampilkan mahasiswa UI diduga Hana Anisa, nama tersebut sempat menempati deretan teratas pada mesin pencarian Google. Netizen ternyata langsung berusaha mencari info identitas wanita tersebut. Tapi, Sampai saat ini belum ada kalrifikasi resmi dari pihak yang ada di dalam video maupun pihak-pihak lain yang juga ada di dalam kehidupan Hana Anisa.

Kabar tentang info wanita itu pun hingga kini masih tidak jelas. Beberapa media mengabarkan terdapat banyak video dan akun palsu saat netizen mencari nama Hana Anisa pada media sosial (medsos). Namun, tidak ditemukannya akun medsos Hana Anisa, yang menandakan bahwa usernamenya telah diubah atau bahkan akunnya telah dihapus. Namun begitu, salah satu akun medsos Hana Anisa masih dapat diakses hingga kini.

Dilihat dari unggahan terakhirnya pada Rabu (7/9/2016), Hana Anisa tampaknya sudah lama tidak memakai akun tersebut. Namun terdapat satu identitas mengenai jurusan kuliahnya yang tertulis pada cuitannya. Dari cuitan yang diunggah pada Selasa (2/8/2016), Hana Anisa menyebutkan dirinya berkuliah di jurusan Krimonologi di Universitas Indonesia.

Pernyataan tersebut tercantum pada post yang terhubung pada akun ask.fm-nya. Namun, akun ask.fm Hana Anisa rupanya sudah tidak tersedia lagi saat dicoba untuk diakses. Pada Rabu (16/3/2016) dirinya juga memberi saran pada seorang Netizen yang menanyakan untuk menjadi mahasiswa di tempatnya mengenyam pendidikan kuliah, yang adalah universitas terkemuka di Indonesia.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh cuitannya pada Minggu (6/3/2016) saat ditanya seorang Netizen mengenai universitasnya.


Di akun Twitter-nya itu, ia juga mencantumkan username Instagramnya di tampilan profil. Username akun Instagram keduanya tidak dapat dicari lagi. Sedangkan akun pertamanya masih aktif dan diatur tanpa fitur pengamanan, sehingga tanpa mengikutinya, netizen dapat melihat unggahan akun tersebut. Di akun yang diduga milik Hana Anisa itu terdapat dua foto yang diunggah pada Kamis (26/10/2017) pagi. Pada keterangan dua unggahan itu dituliskan kalimat panjang berisi klarifikasi dari pemilik akun.

KLARIFIKASI
Dari sekitar 2-3 bulan yang lalu, banyak orang yang tiba-tiba follow saya & DM saya, mencoba untuk mengkaitkan saya sama suatu video asusila. Saya tadinya gatau itu video apa, video siapa, tapi orang-orang langsung mengolok - olok saya secara kurang ajar seolah-olah wanita yang ada di video adalah saya dan pria nya adalah cowo saya. Lama kelamaan follower dan DM makin meledak sampai ada yg kirim cuplikan video tersebut. Saya sudah klarifikasi personal sama semua orang yg tanya & nuduh itu saya, dan saya memang gamau ambil pusing dan ngurusin ini lebih jauh. Tapi ternyata ini ga makin reda, malah makin meledak dan identitas saya makin disalahgunakan.

Saat ini sudah ada 2 video yg dikaitkan ke saya dan cowo saya dan berdampak parah ke nama saya, cowo saya, dan orang-orang terdekat saya. Bahkan sampai ada belasan fake account yang mengaku-ngaku sebagai saya dan di dlm account itu mengclaim bahwa saya dan cowo saya adalah pelaku dalam video itu. Saya sudah coba sebisa mungkin klarifikasi secara personal ke banyak orang, tapi klarifikasi saya tidak sampai ke banyak orang ini, sehingga saya merasa perlu klarifikasi di account instagram saya sendiri untuk meluruskan semuanya.

Sebelumnya, saya ingin konfirmasi bahwa ini adalah satu-satunya account saya, dengan username yang sama seperti yang disebarkan dimana-mana.

Pertama, saya TIDAK PERNAH membuat video semacam itu bersama siapapun, termasuk cowo saya yang sekarang.

Kedua, saya punya bekas luka operasi angkat tumor yg cukup besar di bagian dada sejak lama. Di kedua video tidak ada bekas luka di tubuh wanita tersebut.

Ketiga, banyak kemungkinan lain yang bisa menyebabkan orang langsung percaya bahwa yang di video adalah saya. Bisa karena ada orang yang memang mirip (apalagi menilai di Indonesia ada lebih dari 200juta orang), bisa karena editan, dan lain-lain.

Saya yakin orang banyak langsung mengira bahwa itu saya karena mereka langsung disuguhi video beserta capture an foto, instagram, dan identitas saya sehingga mereka langsung menelan bulat-bulat informasi yang salah tsb tanpa peduli kebenarannya dan dampak dari tindakan mereka thd saya.

Sayangnya unggahan tersebut hanya diunggah sebentar saja dan sudah dihapus di hari yang sama.
Akun itu pun juga sudah kembali dikunci, sehingga hanya bisa dilihat oleh para pengikutnya.
Belum diketahui pasti apakah akun Instagram tersebut benar-benar dioperasikan oleh Hana Anisa atau Bukan . VIDEO MESUM FULL UNCENSORED HANNA ANNISA