Showing posts with label kisah sex. Show all posts
Showing posts with label kisah sex. Show all posts

Tuesday, July 24, 2018

July 24, 2018

Cerita Sex Liar Pengalaman Ngentot Dengan Om Sendiri

Ketika tersebut rumah memang sedang sepi, melulu Oom Win dan aku saja yang terdapat di rumah. Kedua orang tuaku sedang berlibur ke Bali dan kakak-kakakku yang telah berkeluarga telah pindah ke beda kota. Pembantu-Pembantu juga tidak ada sebab memang saat tersebut hari lebaran.


Sambil malas-malasan, aku menyaksikan televisi sendirian sebab Oom Win pun belum kembali malam itu, jadi sekalian saja menantikan Oom Win (yang katanya akan membawa temannya malam itu). Sebetulnya aku agak kesal dengan berita tersebut karena aku bercita-cita Oom Win bisa melakukan pekerjaan “rutin” kami yang biasa kami kerjakan sejak aku berumur 16 tahun.

Bunyi bel di pintu memecah konsentrasiku pada acara televisi, dan aku juga sudah memprediksi bahwa tersebut pasti Oom Win beserta temannya yang terdapat di luar pintu.

“Malam, Oom”
“Malam Anna, ini kenalkan rekan Oom Adeel”

Teman Oom Win ternyata ialah seorang keturunan Pakistan-Cina dengan tampang yang notabene diatas rata-rata. Tubuhnya tegap, dadanya bidang dan perawakannya yang cukup tinggi sudah mendapatkan simpatiku.

“Anna, Adeel ini jago pijat lho”
“Anna kagak capek kok Oom, jadi kagak usah dipijat” sahutku seraya memasang tampang kesal di depan kedua orang itu.
“Anna, kamu tidak boleh gitu dong sama rekan Oom. Dia sengaja Oom undang malam ini guna memijatmu sebab Adeel bukan pemijat biasa, dia berpengalaman kecantikan”

Setelah mendengar ucapan-ucapan kecantikan yang ternyata lumayan ampuh untuk mengolah pikiranku, aku juga setuju guna dipijat oleh Adeel.

“Adeel, anda mandi dulu deh setelah tersebut giliranku”

Dan sekitar Adeel mandi, Oom Win menjelaskan kepadaku bahwa Adeel ialah seorang pemijat professional yang bisa mempercantik pasien-pasien nya, dan kepiawaiannya telah tidak sedikit terbukti.

“Ok deh, Oom. Anna inginkan dipijat oleh Adeel dengan kriteria nanti malam Oom inginkan melakukan pekerjaan “rutin” kita”
“Iya, Anna, Oom janji”

Setelah berlalu mandi, Adeel melulu mengenakan celana training seraya bertelanjang dada.

“Adeel, anda mulai saja pijatnya. Aku mandi dulu,” kata Oom Win.

Dengan tampang masih kesal aku pun mengarah ke ke kamar Oom win yang ternyata sudah secara diam-diam dipersiapkan guna pijat malam ini. Kamar tersebut telah dilengkapi dengan lilin-lilin yang diatur rapi berderet diseluruh dinding ruangan; tidak lupa pun minyak tradisional untuk kebutuhan pijat.

Lumayan pun selera Oom Win, begitu pikirku. Kami juga masuk dan tidak mempedulikan pintu tidak banyak terbuka sebab memang tidak terdapat orang beda lagi di rumah tersebut yang bakal menganggu pekerjaan kami. Adeel merengkuh pinggangku seraya menuntunku ke lokasi tidur Oom Win yang lumayan lebar.

“Anna, saya hanyalah seorang pemijat, dan bila kamu tidak keberatan, saya bakal pijat anda dalam suasana bugil”

Adeel juga meninggalkan aku memberi aku waktu guna bersiap-bersiap sedangkan dia menantikan di luar kamar Oom Win. Dengan perasaan heran namun demi mengisi janji Oom Win dan menginginkan bahwa aku bakal mendapat kepuasan dari Oom Win malam ini, aku juga cuek saja dan langsung mencungkil semua pakaianku dan memungut handuk guna menutupi unsur pinggulku saat berbaring tengkurap.

Karena menantikan Adeel terlampau lama, aku juga tertidur (karena keadaan ruangan yang gelap temaram tersebut juga menyokong kantukku).

Setelah Adeel memijatku sejumlah lama, tenyata tanpa kusadari Oom win yang setelah berlalu mandi melulu mengenakan kimono saja, duduk di kursi sambil menyaksikan Adeel yang sedang memijatku. Ketika aku terbangun, kurasakan lembutnya tangan Adeel memijat-memijat kepalaku dan memang kuakui pijatannya professional sekali. Minyak yang digunakannya pun terasa segar di tubuh dan berbau enak.

Adeel menata posisi tubuhku yang tengkurap sampai-sampai kedua tanganku direntangkan ke arah samping. Setelah memijat kepalaku, Adeel juga memijat leherku dan beranjak ke tanganku yang dibuka dari ujung-ujung jari. Kemudian tak sejumlah lama, konsentrasinya berpindah ke unsur samping tubuhku yang memang menantang sebab tanganku terentang ke samping. Pertama-Pertama dituangkan nya minyak ke unsur samping bahuku sampai-sampai cairan yang dingin menuruni susuku mengarah ke kea rah putingnya memang membuatku tersentak. Karena licinnya minyak itu, kadang-kadang tangannya mengena pentilku, dan tersebut membuatku semakin terangsang.

Setelah berlalu dengan pungguku, Adeel pun berpindah ke ujung-ujung jari kakiku, dan pelan-pelan naik ke pahaku. Ketika disingkapkannya handuk yang menutupi unsur pinggulku, aku pun merasakan rangsangan yang terasa paling erotis, mungkin sebab dengan begitu aku dapat memamerkan memekku ke orang yang baru kukenal. Pijitannya di pahaku dilakukannya tanpa menyentuh memekku yang telah mulai basah itu, dan tersebut membuatku tidak banyak kecewa.

Tetapi urusan yang tak kusangka-kusangka terjadi saat dia mulai tidak banyak demi tidak banyak menuangkan minyak ke belahan pantatku, otomatis aku menggelinjang dan meregangkan selangkanganku. Sebelum aku sempat untuk beranggapan lebih jauh, Kedua tangannya yang bertumpuk satu sama beda telah merangkum semua memekku dan memijat-memijat nya. Kedua tangannya masuk lebih dalam guna memijat perutku sampai-sampai otomatis pergelangan tangannya yang memang sarat minyak tersebut mengurut-mengurut memekku dan kelentitku. Perasaan yang kurasakan luar biasa sebab gerakan tersebut sekaligus menciptakan pusarku geli dan memekku laksana diusap-diusap.

Pelan tetapi pasti, Adeel mengembalikan badanku, dan langsung saja tangannya mengarah ke ke payudaraku dengan pentil-pentil nya yang telah mencuat tanda aku memang telah terangsang hebat. Gerakan tangannya yang berputar-berputar tersebut ternyata tidak menyentuh pentilku sama sekali, dan tersebut membuatku semakin memajukan dadaku ke arahnya berharap supaya Adeel segera menyentil puncaknya yang telah tidak dapat menantikan lebih lama lagi guna disentuh. Adeel juga tersenyum sebab aku yakin bahwa dia juga tahu bila aku hendak pentilku disentuhnya. Tak lama kemudian, harapanku menjadi kenyataan, namun bukan dengan jari-jari nya, Adeel menempatkan telapak tangannya yang telah licin tersebut tepat diatas kedua pentilku.


Dengan gerakan memutar-memutar, Adeel “memijit” pentilku, semakin lama gerakannya semakin cepat dan semakin mengurangi susuku. Dengan berakhirnya gerakan tersebut pula aku mencungkil eranganku yang kesatu tanda aku menjangkau orgasmku yang kesatu. Bukannya menghentikannya, Adeel malahan menyentil-menyentil pentilku dengan ujung-ujung jarinya, dan sesudah pentilku menjadi keras kembali, Adeel memasang perangkat perangsang berbentuk lingkaran di kedua pentilku. Ternyata alat tersebut dapat membuatku terangsang terus-menerus terlebih saat aku bergerak-bergerak, terasa perangkat yang laksana cincin tersebut memberikan kegelian yang paling di ujung pentilku sampai-sampai kedua puncak tersebut tetap mencuat keras.

Pelan tetapi pasti, pijatannya berpindah kea rah perutku dan Adeel mulai menjilat-menjilat pusarku yang ternyata amat memicu birahiku. Kembali kurasakan cairan hangat mengalir melewati memekku yang tentu telah berkilat-berkilat sebab banyaknya lendir yang keluar. Lama kelamaan, pijatannya turun ke unsur dibawah pusar dengan gerakan memutar, dan gerakan tersebut menambah banyaknya cairan yang terbit sampai kesudahannya aku menjangkau orgasme yang kedua. Betapa hebatnya pijatan-pijatan Adeel ini yang ternyata tanpa disetubuhi juga aku dapat mendapatkan orgasme sampe dua kali.

Ketika aku belum reda dengan orgasmeku yang kedua kalinya, Adeel membuka selangkanganku lebar-lebar dan merekahkan kedua bibir memekku dengan tangan kirinya. Kemudian dengan telapak tangan kanannya (ke empat jari-jarinya), dia mulai menepuk-menepuk pussyku yang terpampang lebar di depannya. Gerakan-Gerakan itu berawal dengan pelan, dan masing-masing kali “tamparan” nya tentang bibirku yang telah basah itu, aku tersentak-tersentak antara rasa kaget dan erotis.

Akhirnya, pukulan-pukulan kecil itu meningkat keras dan cepat seiring dengan aku menemukan sensasi yang spektakuler di rondeku yang ketiga. Aku orgasme hebat diselingi erangan-erangan saat tamparannya tentang memekku dengan cairan kentalnya yang mengalir deras hingga ke bongkahan pantatku.

Kemudian Adeel memasangkan sebuah alat yang mengherankan sekali di pinggangku, berupa sabuk dengan penis produksi yang berukuran sedang dengan permukaannya yang diisi tonjolan-tonjolan yang tidak sama besarnya maupun tingginya. Keseluruhan alat tersebut berbentuk laksana ikat pinggang dengan celana dalam yang dilengkapi dengan penis mencuat kea rah dalam. Setelah agak reda, Adeel memberiku segelas air putih sambil menantikan sampai aku agak tenang kembali, dan pelan-pelan memasukkan penis tersebut ke dalam lubang memekku dan memasangkan strap-strapnya ke pinggangku. Adeel pun mengganjal pinggangku dengan tumpukan bantal sampai-sampai penis tersebut yang sudah dilumuri lubricant, bisa dengan gampang masuk ke lubang memekku.

Alat yang mengherankan itu ternyata mempunyai remote control yang tidak terhubung dengan kabel sampai-sampai tidak merepotkan pemakainya. Setelah dirasanya lumayan siap, Adeel melebarkan kakiku dengan memekku yang sudah tertancap penis palsu itu. Kemudian, dia mengurangi tombol di remote control yang ternyata mengakibatkan alat tersebut bergerak memutar pelan-pelan seakan-seakan menggaruk rahimku. Dan oleh gerakan itu, maka semua dinding rahimku kegelian.

“Argh, argh, hmph hmph..”
“Enak kan, Anna?”
“Oh, perangkat biadab, oh, oh, oh”

Di tengah-tengah permainan itu, Adeel meningkatkan getaran-getaran kecil di alat tersebut sehingga aku merasa melambung dibuatnya. Alat tersebut ternyata bisa pula menerbitkan cairan dari unsur ujungnya, sampai-sampai rahimku terasa disemprot-disemprot oleh cairan yang seolah-seolah terasa laksana cairan air mani.

“Oh, oh, Adeel, Anna telah mau keluar”

Dan seketika tersebut Adeel menghentikan perangkat itu, dan terlihat sekali di wajahku rasa kecewa yang amat sangat.

“Please Adeel, Anna mau, Anna nggak tahan Adeel, gerak-gerak in lagi Adeel”

Bukannya menurutiku, Adeel melulu senyum-senyum sendiri melihatku, dan aku juga tidak tahan akhirnya melulu memegang-memegang kelentitku saja. Tiba-Tiba Adeel mengulurkan tangannya, dan mengajakku guna berdiri.

“Aku bakal turuti permintaanmu andai kamu mau mengerjakan syaratnya”
“Please, Adeel apa aja bakal aku lakuin”
“Kamu mesti berjalan-berjalan di luar kamar ini dengan perangkat itu”
“Siapa takut, namun please Adeel, telah tanggung tadi”

Karena cincin yang masih terpasang di pentil-pentil ku bergoyang-bergoyang masing-masing kali aku bergerak, maka aku juga mulai terangsang lagi. Kemudian aku juga melangkah terbit kamar dan mulai berjalan-berjalan. Tiba-Tiba kurasakan alat tersebut kembali beroperasi mengorek-mengorek isi rahimku, kakiku juga menjadi lemas sebab sensasi yang kurasakan lebih hebat dengan posisi tubuhku yang berubah-berubah dan kedua kaki ku yang tetap kupaksakan melangkah meningkatkan rangsangan di kelentitku dan memekku.

“Adeel, Anna tidak kuat berlangsung lagi, oh please” seraya berjalan terseok-terseok aku juga merintih-merintih.
“Ayo anda teruskan atau alat tersebut kuhentikan”

Akhirnya aku melulu dapat menuruti keinginan Adeel guna terus berjalan-berjalan dengan perangkat yang semakin dasyat mengorek-mengorek rahimku dengan tonjolan-tonjolan nya itu. Ketika aku menjangkau orgasmeku, Aku juga terjatuh lemas di sofa.

Kemudian, Adeel menghentikan alat tersebut tepat saat aku menjangkau orgasmeku dan dengan hati-hati dia merapikan alat tersebut melepaskan nya dari pinggangku. Aku juga terkulai lemah untuk sejumlah saat sebelum Adeel kesudahannya membopongku ke dalam kamar Oom Win dan merentangkan kedua pahaku guna siap dimainkan oleh penis asli kepunyaan Oom Win yang telah berdiri tegak mencuat itu.

“Thank you banget, Adeel, aku sangat merasakan permainan ini. Sekarang anda boleh pulang,” kata Oom Sam seraya memberi Adeel sebanyak uang.
“Oom, Anna telah nggak powerful lagi Oom,” dengan tampangku yang telah pasrah demi menyaksikan kemaluan Oom Win yang telah berdiri.
“Oom melulu memenuhi janji Oom, Anna”

Malam itu, kesudahannya aku tertidur kecapaian sesudah mendapatkan empat kali orgasme lagi dengan Oom Win dari sekian banyak  posisi. Keesokan harinya, aku terbangun dengan posisiku yang mengangkang lebar menantang.

Tuesday, February 27, 2018

February 27, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN KAKAK IPAR CINAKU - BONUS VIDEO BOKEP 3GP - CERITASEXNESIA.BLOGSPOT.COM



CERITASEXNESIA.BLOGSPOT.COM - Meskipun produk dalam negri ngnggak kalah berlomba dengan produk luar namun nggak dapat di pungkiri kalo produk Cina ketika ini merajai pasaran perdangan dalam negri kita, lagipula produk produk yang di jual melewati media online.

Sebagai saudagar online laksana yang pernah gw tulis sebelumnya gw akhirnya menyimpulkan untuk berangkat ke Cina menggali barang-barang barang-barang apa aja yang gw pasarkan di indonesia melewati media online baik dari facebook, camfrog dan link-link forum jual beli yang tentunya agan agan pun tau.

“mah bila aku berangkat ke Cina kira kira mbak Fayra dapat nggak ya jadi guide aku di sana?”

“bisa pah, kan bulan november ini kakak dapet libur 3 bulan trus kan dia mau kembali ke indo, kemarin aku cf an dah bilang sama mbak Fay katanya papah sampe di sana tanggal 2 aja pas dia dapet libur trus nanti pulangnya ke indo dia bersama papah”

“ok deh bos cantik!”

“huu ngerayu, kakak pun bilang papah langsung ke Macau aja nggak usah ke Cina, soalnya sayang dananya buat bayar hotel, kalo di Macau papah dapat tidur di platnya kakak”

“nah terus gimana? Kan urusanku di Cina?”

“kata kak Fay dari Macau ke Cina tersebut Cuma 15 menit jalan kaki pah”

“wah sesuai banget kalo gitu”

Emang tadinya gw nggak berani berangkat karna gw nggak dapat bahasa mandarin atau cantonis tapi menilik kakak istri gw kerja di suatu casino di Macau dan beliau tentunya mau jadi guide dan juru bicara gw di sana kesudahannya gw nekat berangkat


Akhirnya tanggal 2 november 2012 kemarin gw menginjakkkan kaki di Aeroporto Internacional de Macau dan gw dah di jemput kakak ipar gw yang keliatan lebih muda dan lebih bersih karna bermukim di negara orang sipit ini

“udah lama nunggu kak? Tambah sipit aja tiuh mata ketularan orang orang Cina loe”

“yey udah di tungguin sejam lebih bukan say helo justeru ngatain, dasar adek tidak cukup ajar” dia ninju perut gw namun becanda, akhirnya anda naik bis nomer 3 ke kost lokasi dia tinggal sekitar ini, di dalem bis yang sesek sama kayak di jakarta anda ngobrol kesana kemari, dan 10 menit naik bis anda sampe di kost2an dia yang cukup dan ternyata emang wilayah situ kayak komplek kost kostan WNI yang kerja di situ, dari sejumlah cewek orang indonesia yang gw lewatin pada ngelirik badung ke gw dan terdapat yang ngomong sama kakak ipar gw pake bahasa canton kayaknya nanya siapa gwa

“kak cewek yang kost di sini sexy2 banget ya?”

“eit awas loe kalo badung gw bilangin inge, cewek di sini yang pendatang sama yang asli sama aja! Loe hati2?”

“maksudnya sama aja gimana? Trus kok hati2 mang kenapa?”

“ceweknya gatel2 pada mohon di garukin, barangkali karna kelamaan puasa jauh dari suami ma pacarnya, hahahahaha”

“hahahahhhh berarti kakak pun dong? Tapi asik tuh kak bikin pelepas stress!”

“enak aja! Awas loe berani berani macem2 gw laporin ke inge”

Sekedar cerminan kakak ipar gw ini janda tanpa anak cerai sama suaminya karna malu karna suaminya bandar narkoba yang keciduk polisi , dan bikin nutupin malu sama teman, tetangga dan kenalan dia menyimpulkan jadi TKW, namun karna dia punya sarjana kerjanya di sini lain dia jadi bandar di meja kasino di lokasi perjudian terbesar di Macau dengan tinggi badan 165 ukuran dadanya 36B pantat yang bohai buat gw ngebayangin gimana rasanya kalo kontol gw masuk pas pake posisi dogy

“woi ngelamun jorok loe ya, cari santap yuk”

gwa kaget banget emang bener pas masa-masa di kagetin gw pas ngelamunin ngentotin dia sesudah mandi kakak ipar gw ngajak jalan2 cari santap sampe ke Zhuhai (China) wilayah perbatasan antara Macau dan china kami santap jalan jalan sampe malem, pas sampe di kost dia udah jam 10 malem masa-masa Macau kalo di jakarta masih jam 9 malem dia ngambil anduk trus masuk kamar mandi yang emang terdapat di dalem kamar separuh jam dia terbit dari kamar mandi dengan mengenakan tank-top tanpa bra soalnya keliatan pentilnya di ujung mancung kaosnya dan celana pendek berbahan lembut tadinya gua pun mengira dia nggak pake cd namun pas ngeliat dia duduk di sebelah gwa, keliatan tali g-string di pinggangnya soalnya kaosnya nggak dapat nutupin perutnya pas dia ngangkat tangan, kami nonton tv seraya masih ngobrolin family di jakarta

“kak kamar ini kan terdapat kasurnya dua kok kakak Cuma sendirian?”

“Temenku sekamar aslinya orang Cina, dia ada hal dah seminggu ini belum balik jadi kan kasurnya dapat kamu pake”

“owh kirain orangnya belum kembali trus nanti kalo dia kembali aku istirahat ma kak Fayra? He he he”

“yey ngarep banget” seraya dia ngedorong aku “nanti kalo sewaktu masa-masa dia dateng aku istirahat sama dia anda tidur sendiri di sini”

“iya iya kuatir banget sih, eh kak nggak pake BH ya tuh ujungnya keliatan”

“kurang ajar nih, mata loe tuh jelalatan ya” seraya di lempar bantal yang di pangku dia seraya kami tertawa tawa

“jangan tidak boleh nggak pake cd pun ya?”


“enak aja..! ya pake lah..” dia berbalik membelakangi gw memungut gelas dan saat tersebut gw ngeliat jelas pantatnya karna celananya ketarik

“wuich tersebut pantat sexy banget, pake g-string wakakakakak”

“Beni rese banget sih ngintip ngintip”

“siapa yang ngintip? Orang kakak yang balik badan ngasih liat sendiri gitu!” jujur aja gw saat tersebut juga langsung konak gan, namun masih nggak berani ngapa ngapain

“udah ah aku istirahat dari pada loe makin keasyikan ngeliatin badan gwa” dia langsung mengarah ke kasur kosong lokasi temennya dan narik selimut masih seraya ikutan nonton tv malam tersebut akhirnya malam kesatu gua ngerasain istirahat di Macau paginya gua bangun duluan, karna emang udah biasa gw bangun pagi nganterin anak gw sekolah, dan gw liat kakak ipar gw masih istirahat ngangkang keliatan banget belahan mexynya dari celana kainnya dan gw perhatiin kulit pahanya mulus banget sama pentil toketnya gw perhatiin rada2 nonjol kayak lagi horny, ngeliatin yang begituan kontol gw pun langsung bangun lagipula pagi2 gini, langsung aja deh gw ngelus2 pusaka gw seraya ngebayangin dia, udah nggak tahan kesudahannya gw masuk kamar mandi langsung coly sampe crot lima kali trus langsung mandipas terbit kamar mandi kakak gw udah buka mata

“udah bangun ben? Masih pagi banget ini”

“gwa ni cowok rajin kak emang dah biasa bangun pagi trus mandi, nah loe cewek istirahat kayak kebo gitu”

“gwa seringkali bangun jam 8 ben” gw yang terbit kamar mandi pake celana pendek casual yang dari kemarin senja gw pake tanpa pake kaos langsung ke dispenser buat buat kopi

“mau kopi kak?”

“mau banget, gw mandi dulu ben”dia masuk kamar mandi dan gw ngopi seraya ngidupin lepi bikin chat sama temen2, pas lagi asik gw chat terdapat yang ngetuk pintu pas gw buka ternyata cewek Cina yang sexy banget dia ngomong apa gw kanggak ngarti sama sekali gw udah ngira kalo tersebut paLing rekan sekamar kakak ipar gw yg dia ceritain semalem, gw bingung soalnya dia nyerocos terus yang gw nggak ngerti sama sekali, langsung aja gw ketok pintu kamar mandi

“apaan si Ben? gw belum berlalu ini” kakak ipar gw Cuma ngeluarin kepalanya

“itu terdapat cewek dateng2 nyerocos gw kanggak ngarti” dia nutup pintu dan terbit Cuma pake handuk dia ngobrol sama cewek Cina tersebut sementara gw Cuma takjub ngedengerin yang gw nggak ngarti sama sekali

“ben kenalin ini temen sekamar gwa”akhirnya kakak gw ngenalin dia gw pun menyuruh salaman, Ling An namanya tinggi nyaris sama ama kakak ipar gw toketnya sama pantatnya lebih mantap kakak ipar gw namun keliatan pas di badannya yang putih banget, kesudahannya kakak gw masuk lagi ke kamar mandi nerusin mandi, dan nggak gw sangka ternyata link an dapat bahasa indonesia katanya di ajarin kakak ipar gw kesudahannya kita dapat ngobrol meskipun kadang terdapat yg nggak dia pahami

“aku kira anda pacarnya Fayra, ternyata adiknya, sory aku tadi marah marah”

“nggak papa Ling, lagian anda marah marah pun aku nggak paham kok, ha ha ha..” kami ngobrol ketawa ketiwi bersama sampe kakak ipar gw terbit dari kamar mandi

Masih sama kayak tadi dia terbit cuma pake anduk langsung nyamber gelas kopinya

“haduh dingin banget,gimana Ben Ling dapat kan bahasa kita?”

“aku telah lama inginkan praktek langsung bicara bahasa indonesia namun baru kali ini aku praktekkan, Fayra”

“bahasa indonesia anda sudah bagus kok Ling”gwa ngasih komen ke Ling An

“terima kasih beny”

“kak pake baju napa sana gw horny nih liat loe Cuma pake anduk”

“wekk” dia memeletkan lidahnya ngeledek dan keliatan dia pake g string lagi, setelah seluruh siap kamipun mengarah ke Cina Ling An pun ikut kami karna hari tersebut dia pun sama2 libur dan rencananya dia inginkan ikut kak Fayra ke indonesia, katanya dia pengen ke bali, dan hari tersebut dia ikut jalan2 sama kami dan dia katanya seneng ngobrol sama gw bikin ngelancarin bahasanya

Seharian kami jalan jalan di Cina menggali apa saja barang2 yang aku anggap dapat di jual di indonesia, kak Fayra dan Ling An menjadi guide gwayang hebat, Ling An lebih menguasai obrolan dengan orang orang asli karna dia emang pribumi pribumi, pas naik bis balik ke Macau pas banget jam sibuk orang kembali kerja, kesudahannya kami berdiri berdesak tekanan pas tersebut kak Fayra pas diri di depan gw dan Ling An di depan kak Fayra berhadapan

Kak Fayra pake rok pendek sama dengan Ling An, emang kayaknya sih di Cina cewek cewek kalo jalan2 fasionnya gitu sementara gw pake celana jeans, posisi si kontol mepet banget sama pantat kak Fayra hasilnya baru 5 menit kontol gw udah keras, kak Fayra tentu ngerasain urusan itu

“loe ngaceng ya ben?”dia berbisik

“situasi dan situasi begini siapa cowok yang nggak ngaceng si kak, lagipula di pepetin sama pantat bahenol kayak kakak, udah gitu kakak pake g string lagi kan?”

“dalemanku emang G-string seluruh ben”


“wah mantep tuh, jadi penasaran pengen liat aslinya kalo di pake gimana!, inge gw suruh pake G-string nggak inginkan soalnya kak” dia nggak bisa melakukan apa apa kecuali tidak mempedulikan kontol gw mepet di belahan pantatnya bergesekan cocok irama goyangan bis yang sebentar2 berenti, namun jujur aja meskipun bis nggak bergoyang malah gw yang menggoyang menggesek gesekin meskipun tetep terhalang jeans gw yang terasa menganiaya dan rok dia, kesudahannya kami sampe di halte dan 3 perjalanan kami menginjak kamar kost denga kecapean, Ling An langsung masuk kamar mandi katanya kebelet pipis

“haduuhh….ben loe tanggung jawab kudu mijitin gwa, capek banget”

“iya ntar gw pijitin kak tenan aja, pake plus deh”

“beneran loe Ben gw mandi dulu” sesudah Ling An terbit dari kamar mandi kak Fayra langsung masuk bikin mandi gw ngobrol lagi sama Ling An seraya ngerokok dan ternyata dia pun ngerokok, gw bingung banget pas ngobrol soalnya Ling An Cuma pake celana pendek banget hot pan yang duduk ngangkak jadi keliatan banget belahan memeknya kebayang atasannya dia pake tang top nggak pake bra

“Ling sory aku anda nggak pake celana dalam ya?”

“aku kalo mau istirahat Cuma pake laksana ini ben”

“tapi disini kan terdapat aku Ling aku nggak powerful ngeliat belahan memek laksana itu” gw blak blakan karna emang udah bawaan gwa

“hie hi, pegang aja kalo berani sama kakak kamu” dia Cuma ketawa dan nantangin gwa, dan karna gw tau kalo kakak ipar gw mandinya lama nekat gw elus tersebut meki dari luar celananya

“ihhh Ben yes..!” ternyata yg sekitar ini gw liat di film bokef beneran cewek Cina baru di senggol aja dah ngerintih namun gw Cuma berani ngelus aja soalnya fobia kakak ipar gw keburu udahan mandinya

Untung aja waktu tersebut gw hanya ngelus elus mexy si Ling An meskipun udah kerasa basah dan tentu nggak bakalan nolak kalo gw colok mexynya pake kontol gwa, lagi asik gw ngelus mexynya Ling An dan Ling An dan ngelus kontol gw sendiri kakak ipar gw berlalu mandi

“Ok Ling aku mandi dulu nanti anda ngobrol lagi” gw langsung cepet narik tangan gw dan mengalihkan fokus si Ling An biar kakak ipar gw nggak curiga, keliatan Ling An kecewa karna ngegantung, gw langsung masuk kamar mandi

“Ling udah istirahat kak?”Gwa terbit dari kamar mandi gw liat si Ling An dah tidur

“Kecapean kali dia jalan seharian” sedangkan kakak ipar gw kayak kemarin malem pake tang top dan celana pendek tiduran tengkurep jadi keliatan pantatnya bulet banget

“Kak gw istirahat di sofa aja deh, kasian Ling kalo loe ikutan istirahat sekasur sama dia”

“Ya udah kalo gitu tapi tidak boleh lupa loe!”

“Ya udah sini, handbodynya mana?” Dia bangun ngambil handbody dan balik lagi tiduran

Gwa mulai mijitin kakinya sampe paha, ternyata beneran otot2 kakak ipar gw sampe kenceng seluruh kecapean, kebetulan gw ngerti seluruh titik urat2 syaraf pas dulu waktu pelajaran silat, tujuannya banyak, mulai dari penyembuhan sejumlah penyakit sampe titik2 syaraf yg mematikan

“Badannya pun nggak kak?”

“Iya lah capek banget gwa”

“Ya udah dimulai dong kaosnya” Dia langsung buka kaosnya dan balik tengkurep, gw langsung ngasih handbody ke punggunggya dan mengurutnya

Ngeliat punggungnya yg mulus dan tali g-stringnya gw konak lagi sebenarnya barusan di kamar mandi gw sempet coly ngebayangin ngentotin si Ling An, gw juga mengurut urut titik syaraf yang buat dia horny di dekat pinggulnya, sesudah gw tentu dia horny gw beraniin mijitin pantatnya

“Kak gw mijitin loe jadi konak nih! gw pinjem pantat loe lagi kayak di bis tadi ya?”

“Dari luar aja Ben jangan dimulai ntar keterusan”

“Iya kak beres” gw langsung buka celana pendek gw tanpa dia tau dan hanya pake cd gw naiki pantatnya gw duduk di paha bawah pantatnya seraya terus gw pijit punggungnya mengarah nurunin celananya seraya gw sodok2 kontol gw ke selangkangannya

“Kak gw dah konak banget ini boleh nggak di jepitin ke belahan pantat kakak?”

“Jangan Ben ntar loe keterusan” gw tau dia sebetulnya pun mau lebih namun jaga gengsi atau gimana gw nggak tau jelas, soalnya gw seraya mijitin punggung udah sukses nurunin celananya sampe belahan pantatnya keliatan dan udah pasti dengan pura pura gw mijitin pake handbody

“Ngnggak deh kak gw janji lagian masak gw tidak cukup ajar sama kakak ipar sih! Ya kak ya kontol gw diapit di sini ya?” gw ngomong gitu seraya ngelusin belahan pantatnya

“Cd nya nggak usah dimulai kak celana ini aja ya?” gw terus ngerangsang dia seraya memohon demi kesenangan liang surga dunia, toh dianya pun gw yakin dah horny soalnya kontol gw gwa sodok sodokin terus terusan ke selangkangannya

Akhirnya dia ngangkat tidak banyak pas gw nurunin celana pendeknya dan gw nggak inginkan tanggung lagi gw lepasin celananya total dan dengan cepat pun gw lepas cd gwadia tengkurep Cuma bermukim pake G-string warna biru yang kalo di liat dari belakang udah kayak bugil soalnya model G-String unsur belakang Cuma semacem tali yg nyelip ke belahan pantatnya, dan pada unsur yang nutupin lubang memeknya lebarnya Cuma seukuran 3 jari

“okhhh kak anget banget pantat kakak” gw langsung ngegesek batang kontol gw ke belahan pantatnya seraya terus gw pijitin dia, namun pijitan gw tujuannya ngerangsang dia

“Ben..!” dia berjuang nggak ngeluarin suara karna gw ngawasin dia ngegigit bibirnya lagipula pas gw mijitin lengan sampe ke keteknya dan udah barang pasti toket unsur samping ikutan gw pencet

Konsentarsi dia gw pindahin pas dia gw pijitin unsur atas gw berjuang ngerenggangin selangkangannya, yang awalnya gw yang ngangkangin dia kini gw udah sukses memposisikan di dalem di antar pahanya dan posisi tersebut dia udah ngebuka pahanya lebar jadi gw udah dapat ngegesek gesek kontol gw di memeknya meskipun masih ketutupan g-stringnya

Gwa terus menambah serangan kini gw dah mulai nyodok nyodok mexynya meskipun masih kehalang G-stringnya, namun gw dah dapat ngerasain kalo yg gw dorong tersebut pas di lobangnya dan gw ngerasain udah basah

“Ekhhh Ben sialan loe buat guwwwa ikutan horny” kesudahannya dia nnggaku kalo horny juga

“Buka aja ya kak cdnya” seraya terus gw sodok sodok mexynya dan dari samping penutup mexynya tidak banyak sedikit udah gw geser

“Jangan Ben anda nggak boleh”padahal posisi palkon gw udah nyelip terbit masuk di lubang memeknya yang udah banjir bermukim dorong lebih dalem lagi aja, namun terlanjur kakak ipar gw sadar langsung bangun duduk ngadep gw udah nggak pake malu lagi toketnya keliatan nantangin bikin di remes pentilnya nantangin mohon di isep

“Kak pleash ya gesekin aja deh sampe gw keluar, nggak usah di masukin beneran!” gw yang udang kentang ngerayu gimana metodenya dia inginkan nerusin sampe gw dapat crot

“Kita udah kelewatan ben!”

“Kitakan bukan sedarah kak! Gini deh, kakak di atas biar dapat ngontrol ngegesekin biar nggak masuk ya kak ya pleash”

akhirnya pas gw tarik dia bikin nindihin gw dia nggak nolak dan kayak kena strum kontol gw anget banget kegencet mexynya yang udah basah

“Okhhhh kak thanks banget..” gw rangkul dia dan udah gw ciumin toketnya dan gw isep pentilnya

“Hmmm benn ahhhh” dia pun mendesis kayak uler, namun baru lima menit gw di gesekin bibir memeknya tanpa di masukin gw udah crot

“Kakk okhhh gw kak gwhaa akhhhhh” crecet cret cret


gwa yg udah ngecrot masih di gesekin dia dan nggak sampe semenit gw pun ngerasain kalo kontol gw kian basah kesiram mexynya

“Ben gw pun keluar ampe lemes nih” makasih ya kak, gw ke kamar mandi bikin nyuci peju gw yg nyemprot ke perut trus gantian kak Fayra dan anda akhirnya istirahat dia di kasur gw di sofa

Gwa masih nyesel sama diri gw sendiri, mengapa cuma segitu aja gw udah crot, padahal seringkali gw dapat kuat 2 jam

Tapi ya emang udah lebih sejam lebih mulai dari gw nangkring di atas pantatnya yang bahenol itu..

Sekitar subuh gw yg masih ngantuk banget kebangun soalnya ngerasain terdapat yang anget2 basah di kontol gwa, dan pas gw buka mata kakak ipar gw lagi ngemut palkon gw yang masih separuh ngaceng

Gwa tetep nggak negur dia dan tetep pura pura istirahat tapi kontol gw langsung seratus persen ngaceng soalnya dia biar udah make tang topnya namun G-stringnya hanya di kesampingin, tangan yg satu ngeblowjob gw yang satunya ngucek ucek itilnya sesekali gw liat dia nyolok memeknya pake jari

“Ehhhmmm emmm” tidak cukup lebih gitu suaranya dia pas kontol gw terbit masuk mulutnya, sedangkan gw nahan erangan gw dengan pura pura ngorok namun mata gw melek dan tetep pura2 merem pas kakak ipar gw ngelirik, nggak tau tentu udah berapa lama kakak ipar gw ngeblow job gw sampe kesudahannya dia naik ke atas selangkangan gw dan ngegesek gesekin kontol gw kayak tadi

Posisi dia ngebelakangin gw jadi waktu tersebut gw udah aman ngebuka mata! Dan pas dia asik ngegesekin kontol gw ke memeknya gw ngatur posisi biar kontol gw dapat masuk ke memek, sedangkan dia terus ngegesek dan udah seraya ngeremes toketnya buat gw tambah nggak kuat kesudahannya gw nggak tahan pun gw pegang pinggangnya dan tidak banyak demi tidak banyak gw angkat dia sampe akhirnya

“akhhhhkkkk kok masuk”


“ekhhhhmmmasuk ya kak nggak papa koknikmati aja okhhhh” dia tidak banyak kaget tapi kesudahannya dengan pertolongan gw yg megangin pinggangnya dia mulai goyang lagi dan setelah fasih dia goyang gw udah ngeremesin toketnya yang wah mantep banget

“aduhhhh ekhhhh Ben enak banget kontol loe ekhhhhh”

“kakak pun enak bangheettt kkhaaakkk okhhhhh yes” kesudahannya udah nggak pake malu malu lagi dia gw entotin sampe ganti ganti posisi dan kesudahannya pas posisi wot namun dia udah ngadep ke gwa, gw ngerasa terdapat cairan yang anget banget nyembur di dalem memeknya dia neken dalem dalem kontol gw dan masa-masa gw udah nggak tahan memeknya kayak ngurut urut kontol gw dan nyedot nyedot dahsyat sampe

“aaaaaaaaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh kakak ggwwaaaa sampheeee crocot crot crot” mani gw nyemprot dalem banget sampe dia kaget dan gw ngerasain dia nyemprot lagi

“bhennnnnn ekkkhhhhhh tak waras enak banghet okhhhhhh” dia ambruk di atas badan gw yang telanjang dan gw biarin dia merasakan sisa saldo orgasmenya

pas gw ngelirik jam ternyata udah jam 5 gw suruh dia balik ke kasurnya fobia kalo Ling An bangun nggak enak

“ben tadi kok di keluarin di dalem sih? Aku kan nggak pake pengaman”

“waduh kak gw udah nggak dapat nahan banget soalnya memek kakak nyedot nyedot enak banget, trus gimana dong”

“kalo gw hamil loe tanggung jawab haru..!”

“nah kan kakak yang mulai duluan!”

“iya namun loe yang buat gw sange tadi pas mijitin gwa”


“udah sana kalo gitu cebok dipancar dalemnya pake shower” gw anggak panik namun gw masih sempet ngeremes pantatnya pas dia jalan ke kamar mandi. gw balik ke sofa istirahat tiduran lagi

sementara Ling An masih enak banget tidurnya nggak lama kakak ipar gw terbit kamar mandi

“gila Ben mani loe tidak sedikit banget”

“pantesan sampe gw terbit lagi loe semprot” enak ya kak? Dia Cuma nyengir seraya ngedorong jidat gwa

“enak namun kalo gw hamil gimana?”

“tenang kak gw tau nama obatnya kelak beli aja di apotik langsung minum aja beres”

“wah loe berarti empiris banget ya mainin cewek? Kurang ajar loe! Adek gw tidak cukup apa? Sampe kakak ipar loe embat juga”

“yey… bukannya kakak ipar yang ngembat adik ipar wkwkwkwkwkkkkk”

“ihhh rese loe dasar” dia nyubitin gw dan anda becanda sampe kesudahannya Ling An bangun

“sory Ling An keganggu kakak adik lagi becanda”

“tidak papa jam berapa sekarang?” Ling An nanya seraya jalan ke kamar mandi dan kakak ipar gw ngejawab pake bahasa canton, sedangkan Ling An di dalem kamar mandi gw ngajak Fayra cipokan dia buas banget barangkali karna udah 4 tahun ini dia ngejanda

“kak bikinin kopi dong gw capek abis menservice loe”

“ehh udah berani tidak cukup ajar kini ya nyuruh nyuruh” dia protes namun bercanda, pas sama si Ling An terbit kamar mandi

“waduh kopinya abis Ben gw terbit dulu deh beli, namun ntar malem kudu nyervis gw lagi ya”

“mau berapa kali mari aja neng”

“hey apa yang bobrok fayre..? “ mendarat tiba Ling An nyeletuk

“itu Ling tas kak Fay rusak sebenarnya mau bikin bawa pakaian kembali ke indonesia” Ling An manggut manggut kayak burung perkutut

gwa di bermukim sama kak Fayra berdua sama Ling An pagi pagi gini baru bangun tidur pun tuh mata si Cina tambah nggak keliatan anda ngobrol dan udah dapat di tebak dia protes soal semalem akhirnya bikin nebus yang semalem gw langsung sosor dia yang nggak nolak sama sekali pas bibirnya gw lumat dia jago banget mainin lidah dan nggak pake lama fobia keburu kak Fay dateng lagi gw langsung prosotin celananya dan gw jilmek gw kelitikin tuh itilnya karena gw penasaran pun kayak gimana memek orang pribumi kulit putih dan ternyata beneran merah banget dalemnya

“ihhhhikkkkk ekhhhhhh” dia ngerintih kayak kuda betina serupa banget kayak di film bokef makin buat gw tambah ngaceng aja

Ternyata Ling An merasakan banget seraya memilin kedua putingnya sendiri.

Gwa masukin lidah gw ke memeknya dan jari kiri mainin itilnya, dia kelojotan dengan apa yang gw lakuin, Ga bertahan lama pahanya mengapit kepala gw dan menciptakan gw sulit bernafas. gw tau dia inginkan orgasme dan gw isep itilnya dengan powerful dan secara bersamaan dia melungguh panjang

” ooohhhhhh bennnnnnnn aku keluaarrrr..” cairan hangat perlahan merembes yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di sofa dengan kaki mennggakang dengan wajah lemas.

“udah ya Ling nanti anda lanjut lagi takuk kak Fayra dateng” dia mengerLingkan matanya yg tambah sipit dan ngajak gw cipokan sebentar, jujur aja gw kentang banget gan tapi fobia keburu kakak ipar dateng

Minggu pagi di Macau rame orang orang pada jalan jalan sedangkan gw lemes banget, tidak cukup tidur dan abis crot tidak sedikit banget, sesudah nganter kak Fay ke apotik bikin beli obat yang gw tau bikin membunuh sperma biar nggak jadi anak anda bertiga langsung jalan2 ke lokasi rekreasi, gw ngajak kakak ipar gw sama link an mendatangi Objek wisata bersejarah di Macau yang terletak di dalam kota dan terdiri dari delapan square, yakni Barra Square, Lilau Square, St. Augustine’s Square, Senado Square, Cathedral Square, St. Dominic’s Square, Company of Jesus Square, dan Comoes Square.


Di delapan square itu kita dapat lihat sekian banyak  macam bangunan bersejarah, salah satunya Kuil A-Ma. Kuil A-Ma dulu adalahtempat peribadatan. Ketika orang Portugis kesatu kali tiba di Macau, wilayah tersebut dijadikan lokasi penampungan untuk mereka. Bangunannya terdiri atas tidak sedikit ruangan guna berdoa, paviliun, dan di sekitarnya ada halaman luas. Kuil ini di bina di bukit berbatu dan di halamannya terdapat tidak sedikit jalan mengarah ke taman-taman mini yang indah.

Pada gerbang menginjak wilayah Kuil A-Ma terdapat suatu batu besar yang di atasnya ada sampan tradisional yang telah berumur lebih dari 400 tahun. Kuil ini pun katanya menyerahkan berkah kapada yang datang. Konon, menurut keterangan dari legenda Cina, dengan menyentuh puncak gerbang berbentuk bulan yang sedang di atas bukit bakal membawa tuah dalam urusan percintaan.

Dan barangkali sebab tersebut juga si Ling An ngajak gw ke situ

Kita jalan sampe senja nggak tak sempat mampir santap dan beli cemilan, bir dan vodka sampe di kost sesudah gantian mandi gw ngemix bir vodka + gw kasih capucino seraya nonton tv duduk di sofa bertiga anda nyemil seraya minum vodka yg di mulut rasanya enak namun langsung buat tepar kakak ipar gw dan Ling An, sedangkan gw yg udah biasa minum racikan gw yg begituan masih sadar sampe si Ling An jalan ke kamar mandi sempoyongan dan gw denger dia muntah

Dia terbit kamar mandi masih sempoyongan sedangkan kakak ipar gw dah tepar gw langsung paranin si Ling An dan pas gw ajak cipokan dia nggak nolak langsung pasrah ngegeletak di atas kasurnya

“Ekhhh muachhhh”mulut anda cipokan tangan gw ngeremesin toketnya yang gedenya sama ama kakak ipar gw pelan lembut gw terus ngeremesin toketnya seraya terus cipokan dan pelan gw langsung gantian ngemut pentilnya yg kecil merah seraya mulai ngeraba selangkangannya yang ternyata basah, gw nggak pake lama langsung prosotin celananya dan gw mainin itilnya, sesekali gw colok lobang mexynya pake jari sedangkan gw masih tetep ngelumat bibirnya biar dia nggak berisik

Mungkin karna nggak tahan dia kesudahannya melorotin celana gw dan ngocokin konti gwa, sentuhan tangannya yg lembut buat gw nggak tahan pengen cepet ngerasain lobang mexynya, gw lepasin celana gw dan langsung gw suruh dia nungging

Pelan gw mulai masukin palkon gw ke bibir memeknya yang botak dan basah

“Ihhhh…” Dia ngeringik masa-masa palkon gw terbit masuk di bibir mexy dan

“Okhhhhhhh ekkkkkhhhhhhh”

“Iyaaaahhhhhh yaaahhhhh ikhhhhh” gw langsung tancep sedalaem barangkali kontol gw ke dalem memeknya

“Akhhhhhhhh Ben sakit” gw ngerasain terdapat yang mentok dan sobek pas gw dorong kontol gw dan lobang memeknya ngejepit kenceng banget, gw diemin sejumlah saat dan gw cipok lagi dia pas gw ngerasain otot2 mexynya udah relax gw tarik kontol gw pelan dan saat tersebut gw penasaran dan gw liat ternyata bener yg gw rasain, Ling An masih perawan, gw mulai deh goyang maju mundur pelan, Ling An pun udah mulai keasyikan ngerasain gesekan konti gwa

“Ikkkkhhhh yaaa ekhhhhh”

“Okhhhh goood Ling aaannn okhhhh” gw terus genjot sampe tak sempat berapa kali ganti posisi masa-masa itu, yang gw inget gw nembakin mani gw pas posisi dia telentang dan gw masukin konti gw dalem banget

“Okhhhhh Ling crot crotttt crococot…” Kamipun tertidur berpelukan

Sebelum subuh gw kebangun karna ngebet pengen kencing, gw langsung masuk kamar mandi sesudah gw nutupin badan Ling An pake selimut, berlalu gw langsung istirahat lagi di sofa sampe jam 7 senin pagi tersebut gw di bangunin sama kakak ipar

“ben udah siang loe katanya inginkan ke Cina lagi cari dagangan..?”

“eakhhhh jam berapa kak?”sambil gw ngintip jam dan ternyata jam 7 gw duduk di sofa dan kakak ipar gw ternyata pun baru bangun langsung bangunin gw , dia jalan ke kamar mandi

gwa ngebangunin Ling An dan untung aja gw bangunin soalnya dia masih nggak pake cd abis anda ngentot semalem, buru2 dia gw suruh pake cd dan gw suruh dia ngumpetin spreinya yang terdapat darah perawannya karna gw fobia kakak ipar gw liat

gwa langsung buat kopi langsung 3 gelas sekalian ngebikinin perempuan wanita yang telah rela menggaruk batang konti gwa

“kak hari ini gw terakhir cari barang-barang dan kelak balik ke indonesia, loe jadi barengkan?”

“he eh iya jadi, Ling anda jadi ikut kan”

“eh ngomong ngomong terbit udah pake anduk gitu emang udah sekalianmandi tuh tadi..?”

“belum Cuma siap2 aja”

“jadi kelak kita berangkatnya?”sambil ngopi ngobrol bertiga Ling An tanya

“aku belum jadi beli ticket, di sini anda nggak dapat langsung beli ticket trus berangkat, anda harus boking dulu!”

“iya Ben bener pun tuh kata Ling An”

“ohh gitu, ya udah kalo gitu anda beli ticket dulu baru anda jalan cari dagangan”

“sip kalo gitu ya udah anda mandi duluan sana Ling nanti gantian aku”kak Fay nyuruh Ling An mandi

Sementara dia justeru narik gw

“loe masih punya utang sama gw ben..! mari buruan”dia narik gw bikin nindihin dia di atas sofa tangannya langsung masuk ke celana gw ngeremes konti gw yg masih tidur, sedangkan bibir kami saLing melumat, gw akhirnya pun gerak cepat langsung aja gw remes toketnya yang emang mantep bikin di remes meskipun tanpa ngelepas tangtopnya dan nggak pake lama konti gw udah tegang dan pun ternyata di balik handuk kakak ipar gw dia pun udah nggak pake cd dan lainnya, dia pake anduk Cuma bikin nutupin

“persiapannya sempurna kak”

“udah dong cepetan nggak tahan nih pengen di entot elo”

Akhirnya dengan Cuma nurunin celana gw tidak banyak gw masukin konti gw ke memeknya yang emang udah langsung basah

“ekkkkhhhh Ben enak banget oekhhhhhhhhhhhhhhh”

“sarapan ennnnaaaaaakkkkk kakkk” gw langsung genjot pake posisi misionaris sedangkan dia ngegigit bibirnya bikin nahan suaranya, main gerak cepat ternyata kadang2 asik juga, 15 menit gw genjot kakak ipar gw di pagi yang terang itu dan dia kesudahannya nyampe karna gw ngerasain otot2 mexinya kedut2 dan terdapat yang nyemprot buat mexynya kian anget

“nungging kak..!” dia nurutin apa yg gw inginkan tapi baru aja palkon gw masuk suara konci pintu kamar mandi bunyi gw buru2 naikin celana gw dan anduk kakak ipar gw di rapiin seraya ikutan duduk di sebelah gwa

“haduh kentang deh gwa..!”

“jiakakakakakakakkkkkakakkaka” kakak ipar gw ketawa denger gw ngeluh

“yahh parah nih…” Ling An terbit kamar mandi nggak ngerti gw sama ipar gw lagi ngobrol apa Cuma diem

KLIK DI SINI UNTUK MENONTON VIDEO LENGKAPNYA

“Ling nanti anda berangkat jam 9 gimana kalo sekarang anda tolong belikan makanan bikin sarapan bikin menghemat waktu, sedangkan aku mandi dan nanti gantian beny mandi” kakak ipar gw akhirnya mohon tolong Ling An dapet aja dia alesan bikin melengkapi keperluan meKinya

“ok Fay kalo gitu aku berangkat dulu”

“pake uangmu dulu ya Ling nanti aku ganti” Ling An Cuma ngasih ibu jari sambil dia nyisir rambutnya dan kakak ipar gw masuk ke kamar mandi

5 menit lantas Ling An dah berangkat seraya sebelumnya pas mau terbit kamar ngajak gw cipokan sebentar, gw langsung ngetuk kamar mandi kakak ipr gw ngelongok

“apa ben..? Ling An dah berangkat”


“iya udah mana gw ikutan mandi seraya nerusin yang tadi” gw langsung dorong pintu kamar mandi dan ternyata kakak ipar gw badannya dah sarat sabun, ngeliat tubuh bugilnya konti gw yg sempet lemes langsung bangun sempurna, gw langsung buka celana dan gw peluk dia dari belakang dan lagi2 gw gesekin batang konti gw di belahan pantatnya seraya dia nyiramin badannya ngebilas sabun sedangkan gw remes2 toketnya dari belakang.

Setelah badannya bersih dari sabun dia ngangkat satu kakinya di taroh di atas closet dan dia nuntun palkon gw ke bibir mexynya pastinya langsung gw dorong sampe amblas semuanya batang gw nggak pake nunggu lama dan nggak pake di suruh

“Ekkkkhhhh Ben sedddhaaaapppp”

“Enak ka..?” gw genjot dia seraya nungging

“Bannnnggetttttt Ben ekhhhhhh” posisi dogy emang gaya yang paLing gw suka soalnya dapat sambil ngeremes toket dari belakang dan ngeliat bulatan pantat yang bulet

Gwa terus ngenjot konti gw sampe gw ngerasain dia nyampe lagi

“Bennnnniiiii aaakkkkkkkhhhhhh gwhaaaa nyamphe lagiiiiii” gw masih belum ngerasa inginkan nembak kesudahannya gw cabut konti gw dan gw duduk di atas closed dia ngerti banget dan langsung naik ke pangkuan gw dan dengan buas dia ngelumat bibir gw seraya ngegenjot mekinya sampe dia kejang kejang dan toketnya di teken ke muka gwa

Langsung gw isep sekenceng barangkali pentil toketnya

“Bennnn aaakkkkkhhhhhhhh akkhhhhhhkkk” rupanyanya dia orgasme dahsyat

“Ben sakit kekencengan loe nyedot pentil gwa” dia protes seraya megangin pentil teteknya yang tadi gw isep

“Tapi enak kan kak?”

“Loe masih lama ya ben? gw dah lemes banget nih”

“Bentar lagi kak nungging lagi ya” diapun nungging lagi dan gw colok lagi mexynya dan gw langsung genjot pake speed yang cukup sampe gw udah ngerasa mani gw dah di ujung namun keduluan kakak ipar gwa

“Aduuuuhhhh oooookkkhhhhhh bennnnn” gw nggak perduli lagi soalnya gw pun dah mau terbit dan nggak sampe satu detik

gw kesudahannya nembakin peju gw sedalem dalemnya ke memeknya dan waktu tersebut gw inget banget pas gw nyemprotin mani gw gwa colok lobang pantatnya pake jari gw jadinya reflex lobang mexynya ngempot ngempot nyedot kontol gw rasanya paling luar biasa, sampe kayak di kuras isi kontol gwa

“Okkkkkhhhhhhhhh kakakkkkkkkkkk mantapppp”

“Ahhhhkkkkkkkkkkhhhhhhhh enaaaaakkkkk bangettttttt bennnnnn” rupanya di sembur peju dia masih nyampe lagi akhinya dia ambruk di pangkuan gw sedangkan kontol gw masih nancep di mexynya, seraya ngatur nafas yg ngos2an

“Gimana kak udah puas..?”

“Ikhhhh”

“Aduh..” Dia nyubit perut gw dan anda ketawa lemes dan akhirnya anda mandi bersama sambil nyabunin masing2 badan sampe terbit kamar mandi bareng, gw langsung salin sedangkan dia justeru duduk di kasur

“Woiiii malah takjub bukan pake baju buruan, apa inginkan lagi?”

“Lemes banget Ben dengkul gw kayak nggak powerful berdiri”

“Ha ha ha ha” gw ketawain dia

Akhirnya sesudah Ling An dateng anda bertiga ke bandara beli tiket Fayra dan Ling An, kalo tiket gw udah paketan PP dari indonesia tempo hari dan anda langsung ke Cina bikin nganter gw ke distrik home industri terbesar, sampe bingung gw milih barang-barang di Cina karena semuanya pantas di jual dan paling menjanjikan keuntungan


Akhirnya sampe malem anda baru sampe di kost sesudah mampir santap malem anda langsung rapi2 barang karna kelak pesawat ke indonesia berangat jam 10 dari Macau ke indonesia

Kami langsung tertidur bikin persiapan penerbangan selama 5 jam besok

Saturday, February 3, 2018

February 03, 2018

CERITA SEX NGENTOT DENGAN ANAK PERAWAN TETANGGA - BONUS VIDEO BOKEP 3GP - WWW.CERITASEXNESIA.BLOGSPOT.COM




Minggu sore nyaris pukul empat. Setelah menyaksikan CD porno semenjak pagi penisku tak mau disuruh kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, lokasi tinggal sedang kosong melompong. Istriku pulang dusun sejak kemarin hingga dua hari mendatang, sebab ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya.

Aku mengupayakan menenangkan diri dengan mandi, kemudian berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah kini terasa berdenyut-denyut unsur pucuknya. “Wah gawat gawat nih. Nggak terdapat sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian”, gumamku.


Aku bangkit dari tiduran mengarah ke ruang tengah. Mengambil segelas air es kemudian menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi saat ada video klip musik barat agak seronok, penisku pulang berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya.

Sempat terpikir guna jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah dapat ketularan HIV yang belum terdapat obatnya hingga sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai guna menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas sekarang adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali mesti nancap. “Sekarang mohon jatah..”. Sambil terus berjuang menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan menyimak surat kabar pagi yang belum tersentuh.

Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dimulai orang. Refleks aku memindahkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat. “Selamat senja Om. Tante ada?” “Sore.. Ooo Tantemu pulang dusun sampai lusa. Ada apa?” “Wah gimana ya..” “Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada kebutuhan apa”, kataku ramah.

ABG berusia selama lima belas tahun tersebut menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku. “Nah, ada butuh apa dengan Tantemu? Mungkin Om dapat bantu”, tuturku sambil mencari badan gadis yang mulai mekar itu. “Anu Om, Tante janji inginkan minjemi majalah terbaru..” “Majalah apa sich?”, tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang terlihat mulai menonjol. Wah, telah sebesar bola tenis nih. “Apa saja. Pokoknya yang terbaru”. “Oke silakan masuk dan pilih sendiri”.

Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti. “Cari sendiri di rak bawah televisi itu”, kataku, lantas membanting pantat di sofa. Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya paling bagus guna ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah alangkah asyiknya bila saja dapat menikmati tubuh yang mulai berkembang itu.


“Nggak terdapat Om. Ini lama semua”, katanya menyentak lamunan nakalku. “Nggg.. barangkali ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana” Selama ini aku tak begitu menyimak anak tersebut meski tidak jarang main ke rumahku. Tetapi sekarang, saat penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku tersebut ibarat buah mangga sudah mulai mengkal. Mataku mengekor Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, “inilah kesempatan untuk penismu supaya berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan tersebut semua, yang urgen birahimu terlampiaskan”.


Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak tersebut berjongkok merombak majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan. “Sudah ketemu Ren?” tanyaku. “Belum Om”, jawabnya tanpa menoleh. “Mau lihat CD bagus nggak?” “CD apa Om?” “Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.”

Gadis tersebut tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar. “Film apa sih Om?” “Lihat saja. Pokoknya bagus”, kataku seraya duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-tenang tak membubuhkan curiga. “Ihh..”, jeritnya begitu menyaksikan intro mengandung potongan-potongan adegan orang bersetubuh. “Bagus kan?” “Ini kan film porno Om?!” “Iya. Kamu suka kan?” Dia terus ber-ih.. ih saat adegan syur berlangsung, namun tak berjuang memalingkan pandangannya.


Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku mendekap gadis tersebut dari belakang. “Kamu hendak begituan nggak?”, bisikku di telinganya. “Jangan Om”, katanya namun tak berjuang mengurai tanganku yang melingkari lehernya. Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang. “Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..” “Tapi.. tapi.. ah tidak boleh Om.” Dia menggeliat berjuang lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan berkeinginan memberontak. “Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om telah pengalaman..”

Tangan kananku menyibak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di dekat vaginanya, dia mengerang. Tampak birahinya telah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang namun kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibungkus celana warna hitam.

“Ohh.. ahh.. tidak boleh Om”, erangnya sambil berjuang merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya lantas kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana menyaksikan pemandangan itu. Pangkal kenikmatan tersebut begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya pun mungil. Tak menantikan lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang seraya melenguh dan merintih keenakan. Bahkan lantas kakinya mengapit kepalaku, seakan-akan meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.

Oke Non. Maka lidahku pun kian dalam menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kesenangan milik ABG tersebut kuhajar dengan mulutku. Kuhitung sangat tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul lantas BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu sejumlah saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan menghirup putingnya yang kecil.

“Ahh..” keluh gadis itu. Tangannya meremas-remas rambutku menahan kesenangan tiada tara yang barangkali baru kini dia rasakan. “Enak kan beginian?” tanyaku seraya menatap wajahnya. “Iii.. iya Om. Tapi..” “Kamu pengin lebih enak lagi?”


Tanpa menantikan jawabannya aku segera menata posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia terlihat telentang pasrah. Penisku pun telah tak sabar lagi tiba di sasaran. Namun aku mesti hati-hati. Dia masih perawan sampai-sampai harus sabar supaya tidak kesakitan. Mulutku pulang bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang sudah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya.

Beberapa ketika kugesek-gesekkan hingga Renny kian terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi tidak banyak kumaju-mundurkan sehingga kian melesak ke dalam. Butuh masa-masa lima menit lebih supaya kepala penisku masuk seluruhnya. Nah tidur sebentar sebab dia tampak menyangga nyeri.

“Kalau sakit bilang ya”, kataku sambil menghirup bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang tidak banyak lagi aku akan menembus perawannya. Genjotan kutingkatkan walau tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah terdapat kemajuan. Leher penisku mulai masuk. “Auw.. sakit Om..” Renny menjerit tertahan. Aku berhenti sejenak menantikan liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit lantas aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. “Ouuu..”, dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menjebol sesuatu. Wah aku sudah memerawani dia. Kulihat terdapat sepercik darah mengairi sprei.


Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya guna menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu. “Ahh.. ohh.. asshh…”, dia merintih dan melenguh saat aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun kian keras. Mendengar tersebut aku kian bernafsu menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya ialah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku.

“Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?” “Ouuu enak sekali Om…” Sebenarnya aku hendak mempraktekkan sekian banyak  posisi senggama. Tapi kupikir guna kali kesatu tak butuh macam-macam dulu. Terpenting dia mulai dapat menikmati. Lain kali kan tersebut masih dapat dilakukan.


Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya mati-matian sebelum spermaku muncrat mengairi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini. “Gimana? Betul enak laksana kata Om kan?” tanyaku sambil mendekap tubuhnya yang lunglai sesudah sama-sama menjangkau klimaks. “Tapi fobia Om..” “Nggak usah takut. Takut apa sih?” “Hamil” Aku ketawa. “Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak barangkali hamil dong” Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas dapat meredakan adik kecilku.


“Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti anda belajar sekian banyak  gaya lewat CD”. “Kalau ketahuan Tante gimana?” “Ya tidak boleh sampai ketahuan dong” Beberapa saat lantas birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia telah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa terbit masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

Tuesday, January 23, 2018

January 23, 2018

CERITA SEX NGENTOT MENIKMATI MONTOKNYA GUNDUKAN MEMEK JANDA BERANAK SATU - CERITASEXNESIA.BLOGSPOT.COM



Cerita ini terjadi ketika aku baru duduk di bangku SMP ruang belajar 3. Waktu tersebut aku bermukim di pinggiran kota Jakarta yang masih tidak sedikit penduduk Betawinya. Di sebelah rumahku bermukim keluarga Betawi, anak pria bungsunya rekan bermainku. Dia memiliki 3 orang kakak perempuan. Yang bakal aku ceritakan di sini ialah kakaknya yang mempunyai nama Anah. Seorang janda beranak satu. Usianya saat tersebut kira-kira 38 tahunan.

Sebagai tetangga sebelah rumah, aku lumayan akrab dengan seluruh anggota keluarga, sampai-sampai aku dapat keluar masuk rumahnya dengan leluasa. Oh iya, sebelum aku lupa, mpok Anah ini orangnya hitam manis dengan payudara cukup besar (mungkin ukuran 36C). Entahlah, aku sendiri saat tersebut tidak tahu persis, sebab masih “ingusan”. Yang aku tahu, ukurannya lumayan membuat anak seusiaku menelan ludah, bila melihatnya.


Seperti orang Betawi jaman dulu pada umumnya, mpok Anah ini suka sekali, terutama bila hari sedang panas, hanya mengenakan bra saja dan rok bawah. Mungkin guna mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali menyaksikan si mpok dalam “mode” laksana ini. Usiaku saat tersebut sudah memungkinkan guna bergairah menyaksikan tonjolan payudaranya yang melulu ditutupi bra. Tapi yang sangat membuatku menyangga nafas ialah bentuk dan goyangan pantatnya. Pinggul dan pantatnya bulat dan bentuknya “nonggeng” di belakang. Kalau berjalan, pantatnya bergoyang sedemikian rupa menciptakan gairah remajaku yang baru tumbuh tidak jarang kali tergoda.

Pembaca www.ceritasex.asia, mpok Anah ini telah tiga kali menjanda, dan seluruh warga dusun kami telah tahu bahwa mpok Anah ini memang “nakal” sampai-sampai tidak ada lelaki yang kerasan berlama-lama menjadi suaminya. Mpok Anah ini suka sekali menggodaku dengan menuliskan bahwa dia pengen sekali menikmati keperjakaanku (saat tersebut aku memang masih perjaka, belum pernah sekalipun menikmati wanita, pacaranpun baru sebatas menghirup dan mendekap saja).

Suatu kali, selepas maghrib, aku ke rumahnya. Tadinya aku hendak mengajak Udin, adiknya yang temanku guna main. Aku masuk lewat pintu belakang sebab memang telah akrab sekali. Tapi di belakang rumahnya itu, terdapat mpok Anah yang sedang duduk di kursi dekat sumur (sumurnya masih pake timba).

Aku bertanya ke si mpok, “Pok, Udin ada?”.

“Kagak, dia ikut babe (Bapak) ama nyak (Ibu) ke Depok.” jawab si mpok.

“Wah, jadi mpok sendirian dong di rumah?” tanyaku basa basi.

“Iya, asyik kan? Kita dapat pacaran.” sahut si mpok.

Aku hanya tertawa, sebab memang telah biasa dia ngomong begitu.

“Duduk dulu dong Wan, ngobrol ama mpok ngapa sih.” katanya.

Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si mpok sedang minum anggur cap orangtua. Aku tahu dia memang suka minum anggur, mungkin tersebut juga sebabnya tidak terdapat suami yang kerasan sama dia.

“Si Amir mana pok?” tanyaku menanyakan anaknya.

“Diajak ke Depok.” sahutnya pendek.

“Mau minum nggak Wan?” dia nawarin anggurnya.


Entah kenapa, aku tidak menolak. Bukannya sok alim pembaca, aku pun suka minum, cuma sebab orang tuaku tergolong berada, seringkali aku melulu minum minuman dari luar negeri. Tapi saat tersebut aku minum pun anggur yang ditawarkan mpok Anah. Jadilah kami minum seraya ngobrol ngalor ngidul. Tak terasa telah satu botol kami habiskan berdua. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, tetapi aku pura-pura masih kuat, sebab kulihat mpok Anah belum terpengaruh. Gengsi.

Aku mulai menyimak mpok Anah lebih teliti (terutama setelah diprovokasi alkohol murahan itu). Pandanganku tertuju ke toketnya yang melulu ditutupi bra hitam yang agak kekecilan. Sehingga toketnya laksana mau meloncat keluar. Wajahnya lumayan manis, agak ke arab-araban, kulitnya hitam namun mulus. Baru kini aku menyadari bahwa ternyata mpok Anah manis juga. Rupanya pengaruh alkohol telah mendominasi pikiranku.

Merasa diacuhkan si Mpok membusungkan dadanya, menciptakan penis remajaku mulai mengeras. Dan dengan sengaja dia menciptakan gerakan menggaruk toket kirinya sambil menyimak reaksiku. Tentu saja aku belingsatan dibuatnya. Sambil menggaruk toketnya perlahan si Mpok bertanya.

“Wan kok takjub gitu sih?”

Bukannya kaget, aku yang sudah separuh mabok tersebut malah membalas terus terang, “Abis tetek Mpok gede banget, buat saya napsu aja.”

Eh, dia justeru merogoh toket kirinya, terus dikeluarkan dari branya.

“Kalo napsu, pegang aja Wan. Nih,” katanya seraya mengasongkan toketnya ke depan.

“Diemut pun boleh Wan.” tambahnya.

Aku yang telah mabok alkohol, semakin pusing karena diperbanyak mabok kepayang dampak tantangan Mpok Anah.

“Boleh pok?” tanyaku lugu.

“Dari dulu kan Mpok udah pengen buka “segel” Irwan. Irwannya aja yang jual mahal.” katanya seraya memegang kepalaku dengan tangan kirinya dan mengurangi kepalaku ke arah toketnya.

Aku pasrah, perlahan mukaku menghampiri ke arah toket kirinya yang telah dikeluarkan dari bra itu. Dan hidungku menyentuh pentilnya yang cokelat kehitaman. Segera wewangian yang mengherankan tapi menciptakan kepalaku laksana hilang menyergap hidungku. Dan keluguanku menciptakan aku melulu puas menghirup dengan hidungku, menghirup wewangian toket Mpok Anah saja.

“Waan.” tegur Mpok Anah.

“Apa Mpok?” tanyaku seraya menengadah.

“Jangan hanya diendus gitu ngapa. Keluarin lidah Irwan, jilatin pentil Mpok, terus diemut juga. Ayo coba” Mpok Anah mengajariku seraya kembali tangannya mengurangi kepalaku.

Aku menurut, kukeluarkan lidahku, dan kujilati selama pentilnya yang kurasakan semakin keras di lidahku. Dan sesekali kuemut pentilnya laksana bayi yang menyusu pada ibunya. Ku dengar Mpok Anah mengerang, tangannya meremas rambutku dan berkata.

“Naah, gitu Wan. Terusin Waann. Gigit pentil Mpok Wan, tapi tidak boleh kenceng gigitnya, pelan aja.” pinta si Mpok.


Akupun menuruti permintaannya. Kugigit pentilnya pelan, erangan dan desahannya semakin keras. Dengan lembut si Mpok unik kepalaku dari toketnya, wajahku ditengadahkan, kemudian dia menghirup bibirku dengan sarat gairah. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Aku terpukau dengan permainan lidahnya yang baru sekali ini kurasakan.

Getaran yang diserahkan Mpok Anah melewati lidahnya menjalar dari sekujur bibirku hingga ke semua tubuhku dan kesudahannya masuk ke jantungku. Aku terbawa ke awang-awang. Tidak melulu itu, Mpok Anah menjilati sekujur wajahku, dari mulai daguku, ke hidungku, mataku seluruh dijilat tak terlewat satu sentipun. Terakhir lidah Mpok Anah menyapu telingaku, bergetar rasanya semua tubuhku menikmati sensasi yang Mpok Anah berikan ini.

Sambil menjilati telingaku, tangannya unik tanganku dan dibawanya ke toketnya, seraya membisikkan, “Remes-remes tetek Mpok dong Waann.” Aku menurutinya, dan kudengar desahan si Mpok yang membuatku semakin bergairah, sampai-sampai remasanku pada teteknya pun semakin intens.

“Aauugghh.. Sshh.. Naahh gitu Wan.”


Lalu diapun pulang menjilati wilayah telingaku. Aku semakin terayun dengan permainan Mpok Anah yang ternyata sangat menyenangkan untukku ini. Lalu Mpok Anah pulang menciumi bibirku, dan kami saling berpagutan. Aku jadi mengekor permainan lidah Mpok Anah, lidah kami saling membelit, menjilat mulut masing-masing. Kembali kurasakan desakan tangan Mpok Anah yang menuntun kepalaku ke leher dan telinganya. Akupun mengerjakan seperti yang dilaksanakan Mpok Anah tadi.

Kujilati telinganya, dan dia mendesah kenikmatan. Lagi, dia mengurangi kepalaku untuk menjangkau teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Aku mengupayakan mengambil inisiatif guna memegang vaginanya. Tangan kiriku bergerak turun guna menyentuh bagian sangat intim Mpok Anah. Tapi Mpok Anah menyangga tanganku.


cerita sex 2017, kisah sex terbaru, kisah sex terupdate, kisah sex, kisah seks 2017, kisah seks terupdate, kisah seks terbaru, kisah seks, kisah dewasa 2017, kisah dewasa terupdate, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2017, kisah mesum terupdate, kisah mesum terbaru, kisah mesum.

“Nanti dong Waan, sabar ya sayaanng.” Aku telah gemetar menyangga gairah yang kurasakan mendesak di sekujur tubuhku.

“Pook, Irwan pengen pook.” pintaku.

“Pengen apa Waan,” tanya Mpok Anah menggodaku.

“Pengen liat itu.” kataku seraya menunjuk ke selangkangan Mpok Anah yang masih tertutup rok merah dari bahan yang tipis.

“Pengen liat memek Mpok?” Mpok Anah menegaskan apa yang kuminta.

“Iya pok.” jawabku.

“Itu sih gampang, bermukim Mpok singkapin rok Mpok, udah keliatan tuh.” kata Mpok Anah seraya menyingkapkan roknya ke atas, sampai-sampai terlihat celana dalamnya yang berwarna biru tua.

Dan kulihat segunduk daging di balik CD biru tua itu. Aku menelan ludah dan terpaksa menyangga untuk tidak limbung. Sungguh luar biasa format gundukan di balik CD itu. Aku memang baru kesatu kali menyaksikan gundukan memek, namun aku yakin kalo gundukan memek Mpok Anah paling montok alias tembem sekali. Dan Mpok Anah memang sengaja hendak menggodaku, dia menyangga singkapan roknya itu sejumlah lama, dan ketika aku hendak menyentuhnya, dia pulang menutupnya seraya tertawa menggoda.

“Jangan disini dong Wan. Ntar anda digerebek lagi kalo terdapat yang tau.” kata Mpok Anah seraya berdiri dan membimbing tanganku ke dalam rumahnya.

Bagai kerbau dicocok hidungnya akupun menurut keterangan dari saja. Aku telah pasrah, aku hendak sekali menikmati nikmatnya Mpok Anah. Dan yang tentu aku telah telanjur hanyut oleh permainannya yang pandai sekali membawaku ke dalam jebakan kesenangan permainan sorgawinya.

Mpok Anah menuntunku ke kamarnya. Tempat tidurnya melulu berupa kasur yang ditaruh di atas karpet vinyl, tanpa lokasi tidur. Lalu mpok Anah mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan. Mpok Anah melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu mpok Anah menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, kemudian bertanya.


“Wan, anda bener-bener pengen ngeliat memek mpok?”

Aku mengangguk, sebab pertanyaan ini membuatku tidak dapat menjawab. Semakin mabok rasanya. Mpok Anah lantas melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan kini tinggal CDnya saja yang masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan di balik celana dalam mpok Anah. Betapa montoknya gundukan memek mpok Anah.


Lalu mpok Anah berbaring telentang, lantas dengan gerakan perlahan, mpok Anah mulai menurunkan CD sampai-sampai terlepaslah sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi memek mpok Anah cuma dapat menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.

Benar saja, memek mpok Anah paling tebal, dagingnya tampak begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin membuatku tidak karuan rasanya.

“Katanya pengen ngeliat, sini dong liatnya dari deket Wan,” kata mpok Anah.

“I iya pok,” sahutku terbata seraya mendekatkan wajahku ke selangkangan mpok Anah. Dia melebarkan kedua pahanya sampai-sampai membuka jalan bagiku guna lebih menghampiri ke memeknya.

“Niih, puas-puasin deh liatin memek mpok, Wan.” kata mpok Anah.

Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh membuatku tidak kuat guna tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini paling indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali meningkatkan keindahan. Di unsur atas, mencuat daging kecil yang laksana menantangku guna menjamahnya. Aromanya, sebuah wewangian yang aneh, tetapi membuatku semakin horny.

“Udah? Cuma diliatin aja? Nggak inginkan nyium itil mpok?” pancing mpok Anah seraya dua jari tangan kanannya menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di unsur atas memeknya.

“Mm.. Mmau pok. Mau banget.” kataku antusias. Lalu tangan mpok Anah mengurangi kepalaku sampai-sampai semakin dekat ke memeknya. “Ya udah cium dong kalo gitu, itil mpok udah nggak tahan pengen Irwan ciumin, jilatin, gigitin.”

Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya dengan nafsu yang nyaris membuatku pingsan. Aroma kewanitaan mpok Anah semakin keras menerpa hidungku. Mpok Anah mendesah ketika bibirku menyentuh itilnya. Lalu kejilati itilnya dengan semangat, tidak melulu itilnya, tapi pun bibir memek mpok Anah yang tebal tersebut aku jilati. Jilatanku menciptakan mpok Anah mengejang sambil mendesah dan merintih hebat.

“Sshh.. Aarrgghh.. Gitu Waann.. Oogghh..”

Suara rintihan dan desahan mpok Anah membuatku semakin bergairah menjilati semua bagian memek mpok Anah. Bahkan kini kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir memek mpok Anah. Tangan mpok Anah mengurangi kepalaku, sampai-sampai wajahku semakin tenggelam dalam selangkangan mpok Anah. Agak susah pun aku bernafas, namun aku senang sekali.

Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat mpok Anah, kemudian ku jelajahi lorong memeknya sejauh lidahku dapat menjangkaunya. Tiba-tiba, kurasakan lidahku laksana ada mengemut. Luar biasa, rupanya memek mpok Anah menjawab permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan laksana mengemut lidahku. Tubuh mpok Anah menggelinjang keras, pinggulnya berputar sampai-sampai kepalaku ikut berputar.

Tapi tersebut tidak menghentikan permainan lidahku di dalam jepitan daging memek mpok Anah. Desahan mpok Anah semakin keras begitu pun dengan gerakan pinggulnya, aku semakin energik menjilati, dan sesekali aku mengapit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat menciptakan mpok Anah terangsang, terbukti masing-masing kali aku mengapit itilnya dengan bibir, mpok Anah mengejang dan mendesah lebih keras.

“Sshh, aarrghhgghh, Wan, tersebut enak banget waan..”

Tapi, putaran pinggul mpok Anah terhenti, sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas. Hentakan-hentakan ini menciptakan wajahku laksana mengangguk-angguk. Erangannya semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya diusung keatas, sementara tangannya mengurangi kepalaku dengan kencang ke memeknya. Dan kurasakan di dalam memek mpok Anah terdapat cairan yang membanjir dan terdapat rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku.


Desahan mpok Anah laksana sedang menyangga sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata mpok Anah sedang merasakan orgasme. Dan pantat mpok Anah berputar pelan seraya terkadang terhentak keatas, dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar tersebut ada yang tertelan tidak banyak olehku, tapi sesudah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun menjilati saldo cairan yang masih mengalir terbit dari memek mpok Anah. Mpok Anah pulang menggeliat dan merintih seperti orang sedang menyangga sakit.

Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan mulutkupun masih tenggelam di memeknya. Tapi aku tak peduli, aku merasakan sekali posisi ini. Dan tak hendak cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian, mpok Anah merenggangkan pahanya sampai-sampai kepalaku dapat bebas lagi. Kemudian mpok Anah unik tanganku. Aku mengekor tarikannya, badanku kini menindih tubuhnya, pulang bibir kami berpagutan. Lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.

Lalu mpok Anah mencungkil ciumannya dan berkata, “Wan, terima kasih ya. Enak banget deh. Mpok puas. Ayo kini giliran mpok.”


Mpok Anah bangun dari tidurnya dan akupun duduk. Dia mulai membuka pakaianku dibuka dari kemejaku. Setiap kali satu kancing baju terlepas, mpok Anah mengecup unsur tubuhku yang terbuka. Dan ketika semua kancing telah terlepas, mpok Anah mulai menjilati dadaku, pentilku disedotnya. Aku menikmati sesuatu yang mengherankan namun membuatku semakin bernafsu. Sambil menjilati unsur atas tubuhku, tangan mpok Anah bekerja membuka celana panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku melulu tinggal mengenak CD saja. Mpok Anah menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut.


Lalu CD ku diperosotkannya melewati kakiku, aku menolong dengan mendongkrak kakiku sampai-sampai mpok Anah lebih mudah mencungkil CDku. Dunia laksana terbalik rasanya ketika tangan mpok Anah mulai menggenggam tititku dan membelai serta mengocoknya perlahan.

“Lumayan pun titit anda Wan. Gede juga, keras lagi.” celetuk mpok Anah.

Tak melemparkan waktu, mpok Anah segera menurunkan wajahnya sampai-sampai mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya kepala tititku dengan lembut, lantas dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati kepala, kemudian batang dan turun ke.. Bijiku. Semua dilakukannya seraya mengocok tititku dengan gerakan halus. Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan merintih merasakan kesenangan dan sensasi yang mpok Anah berikan. Sungguh spektakuler permainan lidah mpok Anah.

Setelah sejumlah lama, mpok Anah menghentikan lidahnya. Rupanya dia telah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah lumayan untuk mengawali permainan.

“Udah Wan, kini Irwan masukkin kontol Irwan ke memek mpok. Adduhh, mpok udah nggak sabar pengen diguyur sama perjaka. Biar mpok tahan lama muda Wan.” kata mpok Anah.

Aku tak memahami maksud mpok Anah, namun yang jelas, kini mpok Anah pulang tiduran dan menyuruhku mulai memungut posisi di atasnya. Mpok Anah melebarkan kedua kakinya sampai-sampai aku dapat masuk salah satu kakinya itu. Kemudian mpok Anah memegang tititku dan mengarahkannya ke memeknya yang telah menanti guna kumasuki. Mpok Anah menempatkan tititku di depan memeknya, lantas berkata, “Nah, kini teken Wan.”

Aku tidak menantikan lebih lama lagi. Segera kutekan tititku menginjak kegelapan memek mpok Anah. Kurasakan tititku seperti diapit daging yang paling keras tetapi lembut dan kenyal, agak licin namun sekaligus pun agak seret.

“Aagghh.. Pelan dulu Wan,” pinta mpok Anah.

Saat kepala tititku telah masuk, mpok Anah menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin gampang untuk memasukkan semua tititku. Dan kesudahannya terbenamlah telah tititku di dalam memeknya. Jepitannya powerful sekali, tetapi ada kelicinan yang membuatku merasa laksana di dalam sorga. Kemudian mpok Anah terdiam.

Dia berkonsentrasi agaknya, sebab tahu-tahu kurasakan tititku laksana disedot oleh memek mpok Anah. Ya ampuun, rasanya inginkan meledak tubuhku menikmati denyutan di memek mpok Anah ini. Tititku seperti diapit dan tidak dapat kugerakkan. Seperti terdapat cincin yang mengikat tititku di dalam memek mpok Anah. Aku agak bingung, sebab aku tidak dapat bergerak sama sekali.

“Mpok, apa nih?” aku bertanya.

“Enak nggak Wan?” tanya mpok Anah.

“Iya pok, enak banget. Apaan tuh tadi pok?” aku pulang bertanya.

Mpok Anah tidak menjawab, melulu tersenyum sarat kebanggaan. Kemudian mpok Anah mencungkil jepitan memeknya pada tititku.

“Sekarang anda gerakin terbit masuk titit anda ya Wan.” perintah mpok Anah.

Dan akupun mulai permainan sesungguhnya, kugerakkan tititku terbit masuk di lorong kesenangan mpok Anah. Setiap gerakan yang kubuat memunculkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun guna mpok Anah. Mula-mula pelan saja gerakanku, namun lama-lama, mungkin sebab nafsu yang semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan mpok Anah mengimbangi gerakanku dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul mpok Anah menciptakan seperti terdapat yang inginkan meledak dalam diriku.

“Hhgghh.. Oogghh.. Sshh, Waann. Kamu jago banget waann..” desah pok Anah.

Aku tidak tahu apa maksudnya, tetapi pujiannya membuatku semakin memacu “motor”ku menerobos kegelapan di lorong mpok Anah. Lalu mpok menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke kakiku sampai-sampai kembali aku tidak dapat bergerak leluasa.

“Wan, sekarang anda diem aja, anda rasain aja mpot ayam mpok.” perintahnya.

Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, tetapi mpok Anah menghirup bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali.

“Mpok udah mau terbit lagi nih wan, anda barengin ya sayang, mpok tanggung tentu enak deh.” kata mpok Anah.


Tubuh mpok Anah diam, tetapi kurasakan tititku seperti diapit dan dipijit dengan lembut, benar-benar spektakuler memek mpok Anah. Kembali tekanan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan memek mpok Anah terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Dan kesudahannya aku benar-benar tidak kuat menyangga lahar yang mendesak itu.

“Mpookk.. Adduuhh.. Sayaa..” aku tidak bisa meneruskan kata-kataku, namun mpok Anah rupanya memahami bahwa aku sudah nyaris mencapai klimaksku.


“Tahan Wan, mpok pun mau nyampe nih, Barengin ya Wan.” kata mpok Anah.

Aku tak peduli, sebab aku tidak dapat menahannya, dengan erangan panjang, aku menikmati tititku mengeras dan tubuhku mengejang. Kuhujamkan tititku dalam-dalam ke memek mpok Anah, dan menyemburlah lahar yang telah mendesak dari tadi ke dalam memek mpok Anah.

“Mpookk.. Aagghh..”

Croott… Crroott… Mpok Anah juga menjerit kecil dan tubuhnya menegang, tangannya mendekap dengan kuat. Di dalam kegelapan memek mpok Anah, semprotan air maniku bercampur dengan banjirnya air mani mpok Anah. Aku tak dapat mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan.

Pinggul mpok Anah bergetar, dan menghentak dengan kerasnya. Memeknya berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak sekali lahar yang kumuntahkan di memek mpok Anah, diperbanyak lahar mpok Anah, rupanya tidak dapat ditampung semuanya, sampai-sampai sebagian meleleh terbit dari memek mpok Anah dan turun ke belahan pantatnya.

Lama kami berdiam dalam posisi masih berpelukan, tititku masih tenggelam di memek mpok Anah. Tubuh kami bersimbah peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, mpok Anah tersenyum, kemudian menciumku.

“Kamu hebat banget Wan. Baru kesatu aja udah bisa buat mpok puas. Gimana nanti kalo udah jago.” kata mpok Anah.

“Pok, Ma kasih ya pok. Enak banget deh tadi pok.” kataku.

“Sama-sama Wan, mpok pun terima kasih udah dikasih perjaka kamu. Besok inginkan lagi nggak?” tantang mpok Anah.


“Mau dong pok, siapa yang nggak inginkan memek enak kayak gini.” jawabku seraya mengecup bibirnya. Dan kamipun pulang berpagutan.

Itulah kisah kesatuku dengan wanita. Sejak itu, mulailah petualanganku dengan wanita-wanita yang lain. Mpok Anah sudah memberi latihan yang paling nikmat.